Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Toyota yakin kendaraan listrik tidak akan kuasai pasar otomotif karena masih banyak teknologi alternatif lain
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meski terus berkembang tetapi Toyota yakin bahwa kendaraan kendaraan listrik tidak akan kuasai pasar otomotif. Hal ini disampaikan oleh Akio Toyoda, Chaiman Toyota beberapa waktu lalu.
Dilansir dari The Telegraph, dirinya yakin bahwa mobil listrik tidak akan pernah menguasai lebih dari sepertiga pasar. Ia pun menilai bahwa konsumen tak boleh dipaksa membeli dengan cara apapun.
“Pelangganlah yang harus mengambil keputusan, bukan peraturan atau politik,” ungkapnya.
Dirinya yakin bahwa kendaraan listrik hanya akan menguasai paling banyak 30 persen dari pasar. Sementara 70 persen lainnya adalah teknologi ramah lingkungan lain seperti feul cell, hybrid dan hidrogen.
Oleh sebab itulah kendaraan listrik tidak boleh dikembangkan dengan mengesampingkan teknologi lain. Ia selalu menyerukan multi pathway karena musuh sebenarya adalah CO2.
Toyoda juga berpendapat bahwa daya tarik mobil listrik masih terbatas karena ada 1 miliar orang di dunia hidup tanpa listrik. Selain itu biayanya pun terbilang mahal serta memerlukan infrastruktur pengisian daya agar bisa beroperasi.
Terlebih pada 2023 terjadi perlambatan pertumbuhan mobil listrik yang berhasil terjual di seluruh dunia. Hal ini disebabkan adanya kenaikan suku bunga sehingga membebani perusaahaan.
Ia juga menolak tuduhan bahwa Toyota tertinggal dari para pesaingnya dalam pengembangan kendaraan listrik. Menurutnya perusahaan terus melakukan pengembangan pada beragam teknologi alternatif namun Toyoda mengakui kesulitan untuk berjuang sendirian.
Sementara itu di Indonesia beberapa kendaraan elektrifikasi sudah diperkenalkan pada masyarakat. Mulai dari Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, Yaris Cross Hybrid, Rav4 PHEV hingga bZ4X.
Kemudian beberapa waktu lalu Toyota juga bekerjasama dengan Pertamina untuk membangun Stasiun Pengisian Hidrogen. Berkat ini diharapkan ekosistem kendaraan ramah lingkungan bisa semakin cepat terwujud.
“Kami senang mendukung studi mengenai pengembangan ekosistem hidrogen di Indonesia oleh Pertamina melalui Toyota Mirai. Kami berharap bahwa studi Pertamina ini dapat melengkapi upaya-upaya pengembangan ekosistem transportasi yang mendukung dekarbonisasi,” ungkap Nandi Julyanto, President Director Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan