iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Toyota yakin kendaraan listrik tidak akan kuasai pasar otomotif karena masih banyak teknologi alternatif lain
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meski terus berkembang tetapi Toyota yakin bahwa kendaraan kendaraan listrik tidak akan kuasai pasar otomotif. Hal ini disampaikan oleh Akio Toyoda, Chaiman Toyota beberapa waktu lalu.
Dilansir dari The Telegraph, dirinya yakin bahwa mobil listrik tidak akan pernah menguasai lebih dari sepertiga pasar. Ia pun menilai bahwa konsumen tak boleh dipaksa membeli dengan cara apapun.
“Pelangganlah yang harus mengambil keputusan, bukan peraturan atau politik,” ungkapnya.
Dirinya yakin bahwa kendaraan listrik hanya akan menguasai paling banyak 30 persen dari pasar. Sementara 70 persen lainnya adalah teknologi ramah lingkungan lain seperti feul cell, hybrid dan hidrogen.
Oleh sebab itulah kendaraan listrik tidak boleh dikembangkan dengan mengesampingkan teknologi lain. Ia selalu menyerukan multi pathway karena musuh sebenarya adalah CO2.
Toyoda juga berpendapat bahwa daya tarik mobil listrik masih terbatas karena ada 1 miliar orang di dunia hidup tanpa listrik. Selain itu biayanya pun terbilang mahal serta memerlukan infrastruktur pengisian daya agar bisa beroperasi.
Terlebih pada 2023 terjadi perlambatan pertumbuhan mobil listrik yang berhasil terjual di seluruh dunia. Hal ini disebabkan adanya kenaikan suku bunga sehingga membebani perusaahaan.
Ia juga menolak tuduhan bahwa Toyota tertinggal dari para pesaingnya dalam pengembangan kendaraan listrik. Menurutnya perusahaan terus melakukan pengembangan pada beragam teknologi alternatif namun Toyoda mengakui kesulitan untuk berjuang sendirian.
Sementara itu di Indonesia beberapa kendaraan elektrifikasi sudah diperkenalkan pada masyarakat. Mulai dari Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, Yaris Cross Hybrid, Rav4 PHEV hingga bZ4X.
Kemudian beberapa waktu lalu Toyota juga bekerjasama dengan Pertamina untuk membangun Stasiun Pengisian Hidrogen. Berkat ini diharapkan ekosistem kendaraan ramah lingkungan bisa semakin cepat terwujud.
“Kami senang mendukung studi mengenai pengembangan ekosistem hidrogen di Indonesia oleh Pertamina melalui Toyota Mirai. Kami berharap bahwa studi Pertamina ini dapat melengkapi upaya-upaya pengembangan ekosistem transportasi yang mendukung dekarbonisasi,” ungkap Nandi Julyanto, President Director Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda