Penjualan Toyota Global Februari 2026 Turun Tipis
01 April 2026, 15:00 WIB
Meski tak mengekspor kendaraan ke AS, Toyota sebut tarif impor AS-Cina tetap berdampak ke industri otomotif RI
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menerapkan tarif impor untuk sejumlah negara yang mengekspor kendaraannya ke AS. Salah satunya Cina.
Tidak berhenti sampai di situ, Tiongkok kemudian juga membalas dengan menerapkan tarif impor tambahan untuk produk AS yang masuk ke Cina.
Indonesia bukan negara pengekspor kendaraan roda empat ke Amerika Serikat. Namun, tetap ada dampak tak langsung yang dapat dirasakan industri otomotif apabila perang tarif terus berlanjut.
Ekspor kendaraan roda empat, menurut Toyota Indonesia bakal terganggu imbas perang tarif AS-Cina.
“Vietnam, Thailand, Meksiko dan lainnya, negara-negara itu akan sangat terdampak terhadap kebijakan Trump,” kata Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) di Jakarta Pusat, Rabu (14/05).
Menurunnya ekonomi negara-negara tersebut bakal diikuti penurunan daya beli, dan berimbas pada ekspor dari Indonesia ke sana.
Sementara dampak ke pasar domestik, Toyota menyorot peluang banjirnya produk Cina ke berbagai negara global selain AS, termasuk Indonesia.
“Tentu akan mempengaruhi pasar Indonesia dengan masuknya barang-barang Cina yang harganya relatif murah. Namun semua kembali lagi ke konsumen mau pilih mana,” ungkap dia.
Di tengah berbagai tantangan itu, Toyota menilai tetap ada peluang bisa dimanfaatkan. Hanya saja butuh andil pemerintah dalam merealisasikannya.
“Kita bisa menemukan destinasi (ekspor) baru, trade agreement dengan negara tujuan, itu dapat kita lakukan dengan bantuan pemerintah,” tegas dia.
Ia mengungkapkan pihaknya telah berdiskusi bersama pihak-pihak terkait untuk membantu agar potensi FTA (Free Trade Agreement) dengan berbagai negara tujuan bisa diimplementasikan.
Sekadar informasi, saat ini AS menurunkan BMI (Bea Masuk Impor) produk Cina yang diekspor ke Amerika, dari 145 persen menjadi 30 persen buat sementara waktu.
Hal serupa dilakukan sebaliknya oleh Cina. BMI produk AS ke Tiongkok dikurangi dari 125 persen menjadi 10 persen. Kesepakatan berlaku selama tiga bulan ke depan.
Tidak dapat dipungkiri, ketidakpastian tersebut banyak manufaktur industri otomotif menjadi lebih waspada dalam mengambil langkah maju.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 April 2026, 15:00 WIB
27 Maret 2026, 09:00 WIB
11 Maret 2026, 19:00 WIB
11 Maret 2026, 17:00 WIB
10 Maret 2026, 11:00 WIB
Terkini
02 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk pastikan kelancaran arus lalu lintas di jam sibuk
02 April 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara bisa dengan mudah, salah satunya dengan mendatangi SIM keliling Bandung hari ini
02 April 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku kartu bisa dilakukan lebih praktis di SIM keliling Jakarta, berikut lokasinya
01 April 2026, 20:00 WIB
Menteri perdagangan menilai pasar kendaraan Indonesia masih menunjukkan tren positif setelah pasar tumbuh di Februari 2026
01 April 2026, 15:00 WIB
Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya
01 April 2026, 15:00 WIB
Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil
01 April 2026, 13:00 WIB
Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI
01 April 2026, 11:00 WIB
WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM