Penjualan Mobil Juli 2026 Kembali Membaik, Tumbuh 3,6 Persen
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Meski tak mengekspor kendaraan ke AS, Toyota sebut tarif impor AS-Cina tetap berdampak ke industri otomotif RI
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menerapkan tarif impor untuk sejumlah negara yang mengekspor kendaraannya ke AS. Salah satunya Cina.
Tidak berhenti sampai di situ, Tiongkok kemudian juga membalas dengan menerapkan tarif impor tambahan untuk produk AS yang masuk ke Cina.
Indonesia bukan negara pengekspor kendaraan roda empat ke Amerika Serikat. Namun, tetap ada dampak tak langsung yang dapat dirasakan industri otomotif apabila perang tarif terus berlanjut.
Ekspor kendaraan roda empat, menurut Toyota Indonesia bakal terganggu imbas perang tarif AS-Cina.
“Vietnam, Thailand, Meksiko dan lainnya, negara-negara itu akan sangat terdampak terhadap kebijakan Trump,” kata Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) di Jakarta Pusat, Rabu (14/05).
Menurunnya ekonomi negara-negara tersebut bakal diikuti penurunan daya beli, dan berimbas pada ekspor dari Indonesia ke sana.
Sementara dampak ke pasar domestik, Toyota menyorot peluang banjirnya produk Cina ke berbagai negara global selain AS, termasuk Indonesia.
“Tentu akan mempengaruhi pasar Indonesia dengan masuknya barang-barang Cina yang harganya relatif murah. Namun semua kembali lagi ke konsumen mau pilih mana,” ungkap dia.
Di tengah berbagai tantangan itu, Toyota menilai tetap ada peluang bisa dimanfaatkan. Hanya saja butuh andil pemerintah dalam merealisasikannya.
“Kita bisa menemukan destinasi (ekspor) baru, trade agreement dengan negara tujuan, itu dapat kita lakukan dengan bantuan pemerintah,” tegas dia.
Ia mengungkapkan pihaknya telah berdiskusi bersama pihak-pihak terkait untuk membantu agar potensi FTA (Free Trade Agreement) dengan berbagai negara tujuan bisa diimplementasikan.
Sekadar informasi, saat ini AS menurunkan BMI (Bea Masuk Impor) produk Cina yang diekspor ke Amerika, dari 145 persen menjadi 30 persen buat sementara waktu.
Hal serupa dilakukan sebaliknya oleh Cina. BMI produk AS ke Tiongkok dikurangi dari 125 persen menjadi 10 persen. Kesepakatan berlaku selama tiga bulan ke depan.
Tidak dapat dipungkiri, ketidakpastian tersebut banyak manufaktur industri otomotif menjadi lebih waspada dalam mengambil langkah maju.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
06 Agustus 2026, 20:28 WIB
05 Agustus 2026, 22:00 WIB
04 Agustus 2026, 20:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda