Penjualan Mobil Juli 2026 Kembali Membaik, Tumbuh 3,6 Persen
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Kejar target ekspor 3 juta unit di 2025, Toyota ungkap perjanjian dagang bisa jadi solusi yang menguntungkan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur asal Jepang, Toyota telah mengekspor kendaraan dari Indonesia sebanyak 2,8 juta unit secara kumulatif. Targetnya, tahun ini mereka dapat mencapai angka tiga juta unit.
Menurut pihak Toyota, saat ini tantangan yang dihadapi untuk mengejar tambahan 200 ribu unit lagi adalah bagaimana caranya menambah volume ekspor.
“Nah untuk menambah volume (ekspor) itu, salah satu yang bisa dibantu adalah trade agreement (perjanjian dagang) dengan negara-negara tujuan, terutama negara-negara destinasi baru,” kata Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (14/05).
Nandi mengungkapkan Meksiko merupakan negara dengan peluang besar. Di sana, LMPV (Low Multi Purpose Vehicle) Avanza jadi favorit.
“Sekarang kita dibatasi kuota dengan Meksiko. Kita sudah berdiskusi bersama Dubes, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Keuangan (terkait perjanjian dagang),” lanjut Nandi.
Tidak hanya Meksiko, Toyota menilai perlu ada perjanjian dagang dengan berbagai negara destinasi ekspor saat ini. Sehingga volumenya bisa ditambah.
Pasar Global South atau kawasan Selatan termasuk Meksiko dan Peru dinilai potensial. Pihaknya berharap ada kemudahan diberikan seperti menjalin perjanjian perdagangan bebas alias FTA.
“Kalau kita bisa ada free trade dengan mereka, itu tidak akan ada kuota,” tegas dia.
Agar saling menguntungkan kedua negara, pihak Toyota sempat mengusulkan Indonesia untuk impor etanol dari Meksiko.
Sekadar informasi, Toyota saat ini masih memimpin ekspor kendaraan roda empat di Indonesia sepanjang 2024.
Sejak mengawali ekspor dari Indonesia di 1987, per Oktober 2023 angka ekspor kumulatif Toyota adalah 2.520.754 unit.
Sementara per 2024, Toyota menyumbangkan ekspor 166.531 unit kendaraan. Meskipun alami penurunan dari 2023 (276.089 unit) merek ini masih jadi pengekspor terbanyak di Indonesia.
Ekspor lini elektrifikasi HEV (Hybrid Electric Vehicle) Toyota juga mencatatkan hasil positif, naik dari 8.700 unit di 2023 menjadi 18.700 unit pada 2024 atau naik hampir 111 persen.
Sedangkan di 2025 Toyota bidik jumlah ekspor elektrifikasi bisa naik menjadi 20 ribu unit. Per 2030, harapannya 50 persen kendaraan Toyota yang diekspor merupakan mobil hybrid.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
10 Agustus 2026, 20:00 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
06 Agustus 2026, 20:28 WIB
Terkini
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse