Test Drive Toyota Veloz Hybrid, Pilihan Buat yang Males Ngecharge
23 September 2026, 17:49 WIB
Kejar target ekspor 3 juta unit di 2025, Toyota ungkap perjanjian dagang bisa jadi solusi yang menguntungkan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur asal Jepang, Toyota telah mengekspor kendaraan dari Indonesia sebanyak 2,8 juta unit secara kumulatif. Targetnya, tahun ini mereka dapat mencapai angka tiga juta unit.
Menurut pihak Toyota, saat ini tantangan yang dihadapi untuk mengejar tambahan 200 ribu unit lagi adalah bagaimana caranya menambah volume ekspor.
“Nah untuk menambah volume (ekspor) itu, salah satu yang bisa dibantu adalah trade agreement (perjanjian dagang) dengan negara-negara tujuan, terutama negara-negara destinasi baru,” kata Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (14/05).
Nandi mengungkapkan Meksiko merupakan negara dengan peluang besar. Di sana, LMPV (Low Multi Purpose Vehicle) Avanza jadi favorit.
“Sekarang kita dibatasi kuota dengan Meksiko. Kita sudah berdiskusi bersama Dubes, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Keuangan (terkait perjanjian dagang),” lanjut Nandi.
Tidak hanya Meksiko, Toyota menilai perlu ada perjanjian dagang dengan berbagai negara destinasi ekspor saat ini. Sehingga volumenya bisa ditambah.
Pasar Global South atau kawasan Selatan termasuk Meksiko dan Peru dinilai potensial. Pihaknya berharap ada kemudahan diberikan seperti menjalin perjanjian perdagangan bebas alias FTA.
“Kalau kita bisa ada free trade dengan mereka, itu tidak akan ada kuota,” tegas dia.
Agar saling menguntungkan kedua negara, pihak Toyota sempat mengusulkan Indonesia untuk impor etanol dari Meksiko.
Sekadar informasi, Toyota saat ini masih memimpin ekspor kendaraan roda empat di Indonesia sepanjang 2024.
Sejak mengawali ekspor dari Indonesia di 1987, per Oktober 2023 angka ekspor kumulatif Toyota adalah 2.520.754 unit.
Sementara per 2024, Toyota menyumbangkan ekspor 166.531 unit kendaraan. Meskipun alami penurunan dari 2023 (276.089 unit) merek ini masih jadi pengekspor terbanyak di Indonesia.
Ekspor lini elektrifikasi HEV (Hybrid Electric Vehicle) Toyota juga mencatatkan hasil positif, naik dari 8.700 unit di 2023 menjadi 18.700 unit pada 2024 atau naik hampir 111 persen.
Sedangkan di 2025 Toyota bidik jumlah ekspor elektrifikasi bisa naik menjadi 20 ribu unit. Per 2030, harapannya 50 persen kendaraan Toyota yang diekspor merupakan mobil hybrid.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 September 2026, 17:49 WIB
21 September 2026, 15:43 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
02 September 2026, 15:00 WIB
02 September 2026, 07:00 WIB
Terkini
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima lokasi berbeda di sekitar Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian tetap menghadirkan SIM keliling Bandung agar memudahkan para pengendara motor dan mobil hari ini