Ada 45 Motor dan Mobil yang Bisa Dicoba di GIIAS Semarang 2026
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
Toyota bakal lakukan efisiensi imbas kenaikan PPN menjadi 12 persen yang berdampak pada peningkatan biaya produksi
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – PT Toyota Motor Manufacturing (TMMIN) bakal melakukan efisiensi imbas kenaikan kenaikan PPN menjadi 12 persen. Langkah ini harus diambil agar perusahaan bisa tetap beroperasi optimal di tengah tantangan industri otomotif.
Pasalnya kenaikan pajak dipercaya bakal membuat biaya produksi mengalami peningkatan dibanding sebelumnya.
“Tidak ada jalan lain, kami harus tingkatkan efisiensi dan mentransformasi perusahaan menjadi Mobility Company,” ungkap Bob Azam, Wakil Direktur TMMIN pada KatadataOTO pagi hari tadi (20/11).
Ia pun menjelaskan bahwa kenaikan PPN menjadi 12 persen sangat berpengaruh buat pabrikan. Pasalnya harga komponen bakal naik dan meningkatkan biaya produksi kendaraan.
“Otomotif adalah industri yang Supply Chainnya panjang karena sampai kepada tier 2 dan 3. Jadi kalau ada kenaikan PPN sebesar 1 persen maka peningkatan biayanya bisa lebih dari 3 hingga 5 persen,” tambahnya.
Situasi tersebut tentu berpotensi memberi dampak berupa kenaikan harga mobil di pasar retail.
“Hal ini tentu dapat mempengaruhi harga jual kendaraan. Pabrikan harus berpikir ulang untuk mengubah harga yang bakal diberikan kepada konsumen,” tegas Bob Azam.
Ia pun berharap agar pemerintah melakukan studi lagi sebelum memutuskan meningkatkan PPN menjadi 12 persen. Menurutnya pajak yang terlalu tinggi berpotensi membuat ekonomi terpukul dan pendapatan negara menjadi lebih rendah.
Dirinya justru berharap pemerintah memberikan insentif pajak agar industri otomotif bisa membaik. Dengan demikian maka pendapatan negara justru akan lebih baik ketimbang menaikkan pajak.
Karena menurutnya insentif bukan menurunkan pendapatan tapi justru mendorong kenaikan penjualan kendaraan.
“Berkaca pada pengalaman saat pandemi Covid 19 selesai, pemerintah memberi relaksasi PPnBM dan penjualan langsung naik lalu Tax Revenue pun meningkat,” tegasnya kemudian.
Sebelumnya diberitakan bahwa saat ini penjualan mobil di Indonesia mengalami tekanan cukup besar. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor pun melakukan revisi target penjualan menjadi hanya 850.000 unit hingga akhir tahun nanti.
Namun target tersebut bakal kembali menyentuh angka 1 jutaan di 2025. Tapi adanya kenaikan PPN diperkirakan bakal membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
23 September 2026, 17:49 WIB
21 September 2026, 15:43 WIB
11 September 2026, 16:01 WIB
02 September 2026, 15:00 WIB
Terkini
04 Oktober 2026, 13:12 WIB
Marc Marquez berhasil keluar sebagai pemenang di balapan utama MotoGP Jepang 2026 usai mengalahkan Martinator
03 Oktober 2026, 21:00 WIB
BAW merupakan produsen mobil yang berada di bawah Shandong Weiqiao Pioneering Group yang memiliki lini bisnis
03 Oktober 2026, 20:34 WIB
Jeep Wrangler Goldilocks dijual terbatas di Indonesia, sebab hanya tersedia dua unit saja pada tahun ini
03 Oktober 2026, 15:50 WIB
Lepas Asco Fatmawati siap melayani kebutuhan masyarakat di Ibu Kota akan kendaraan yang ramah lingkungan
03 Oktober 2026, 13:59 WIB
Berlangsung sengit, Diogo Moreira perdana naik podium sprint race MotoGP Jepang 2026 bersama Marc Marquez
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
Para pengunjung GIIAS Semarang 2026, bisa langsung mencoba motor dan mobil incaran selama pameran berlangsung
02 Oktober 2026, 17:22 WIB
Mazda masih akan menggunakan sejumlah model mobil listrik Changan sebagai basis, Deepal S05 jadi kandidat
02 Oktober 2026, 14:26 WIB
Diyakini kalah gugatan dari PT Worcas Nusantara Abadi, BYD mengumumkan pergantian nama Denza jadi Danza