Jaecoo Komitmen Percepat Pengiriman J5 EV ke Konsumen
30 September 2026, 15:34 WIB
Indonesia bakal kedatangan tiga investor mobil listrik pada tahun ini, hal tersebut dilontarkan oleh Taufiek Bawazier
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Industri mobil listrik di Indonesia semakin menggeliat. Hal ini membuat beberapa investor dunia siap meramaikan pasar kendaraan ramah lingkungan pada 2023.
Taufiek Bawazier, Dirjen Ilmate (Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika) Kemenperin mengatakan kalau seluruhnya berasal dari China, Jepang sampai Eropa.
Kendati demikian dia belum mau membuka identitas tiga investor mobil listrik tersebut. Namun salah satunya bakal membangun pabriknya tahun ini serta memulai produksi pada 2024.
“Benar calon investor memang ada dari Eropa dan semuanya untuk kendaraan elektrik. Tetapi saya belum bisa buka identitasnya sekarang takutnya malah tidak jadi,” ujar Taufiek di ajang IIMS 2023.
Jika dilihat manufaktur Eropa yang bakal mengaspal di Tanah Air adalah VW (Volkswagen) sebab sebelumnya Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi mengungkapkan kalau pabrikan itu tertarik membangun fasilitas di Sulawesi dan prekursor ketot di Batang, Jawa Tengah.
Sedangkan investor mobil listrik asal China dikatakan Taufiek, kemungkinannya adalah BYD Automobile Co Ltd. Sebab kabar terakhir prosesnya dalam tahap finalisasi.
Jika seluruhnya benar hadir tentunya bakal meningkatkan penggunaan mobil setrum. Sejalan dengan misi pemerintah untuk menurunkan tingkat karbon dan subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) yang lumayan besar.
Lebih lanjut Taufiek menjelaskan kalau industri kendaraan listrik Indonesia terbaik di Asia sekarang. Pasalnya pemerintah telah melakukan berbagai program beberapa waktu terakhir.
“Ekosistem kita sebenarnya paling bagus di Asia. Kita punya Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 20219 mengenai Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai,” ungkapnya.
Kemudian Pemerintah memiliki Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 28 tahun 2020. Di dalamnya dijelaskan tentang Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Dalam Keadaan Terurai Lengkap dan Keadaan Terurai Tidak Lengkap.
Selanjutnya terdapat insentif yang berlaku dari PPNBM juga pajak daerah 0 persen. Sehingga wajar bisa industri kendaraan elektrik berkembang pesat.
“Saya kira sebetulnya ini masalahnya adalah bagaimana menyakinkan konsumen. Memang perlu adanya perluasan charging station. Kalau dilihat signifikansi sudah sekitar 40 ribu mobil listrik beredar di Indonesia pada 2022,” Taufiek menutup perkataanya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 September 2026, 15:34 WIB
29 September 2026, 14:39 WIB
28 September 2026, 17:49 WIB
25 September 2026, 19:00 WIB
25 September 2026, 17:23 WIB
Terkini
01 Oktober 2026, 07:00 WIB
Martin bertekad tampil maksimal di MotoGP Jepang 2026 dan mempertahankan tempatnya di klasemen sementara
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Awal bulan menjadi waktu yang tepat untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara di SIM keliling Bandung
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Satu dekade pengoperasian sistem ganjil genap Jakarta, disebut masih cukup relevan mengatur lalu lintas
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Mengawali Oktober 2026, layanan SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda
30 September 2026, 22:20 WIB
Shell Lubricants berhasil mempertahankan prestasinya dalam penjualan yan berada di puncak selama dua dekade
30 September 2026, 20:53 WIB
Astra Daihatsu Motor mengklaim berhasil mencatatkan penjualan 4.156 baru di Solo, Semarang dan sekitarnya
30 September 2026, 17:00 WIB
Belum ada kepastian perubahan aturan, namun penerapan ganjil genap Jakarta akan dievaluasi setelah satu dekade
30 September 2026, 15:34 WIB
Mobil listrik Jaecoo J5 EV tuai respons positif, waktu tunggunya sempat mengular dan tembus satu bulan