Rencana BAIC Bangun Pabrik Mandiri, Tunggu Penjualan Naik
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Thailand mulai saingi China, menjadi pilihan kedua sebagai tempat basis produksi PCB karena beragam alasan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Thailand merupakan salah satu negara di wilayah ASEAN yang gencar mendukung komitmen elektrifikasi global. Penjualan didukung kebijakan memudahkan baik untuk pabrikan maupun konsumen.
Belum lama ini empat perusahaan mobil asal Jepang yakni Toyota, Honda, Isuzu dan Mitsubishi mengeluarkan dana buat Thailand membangun fasilitas produksi kendaraan listrik. Besaran investasinya mencapai sekitar Rp66.7 triliun.
Kemudian melansir dari DigiTimes, Rabu (27/12) sekarang banyak produsen PCB mulai tertarik memindahkan pabriknya. Perlahan Thailand mulai saingi China karena beberapa alasan, jadi lokasi pilihan kedua buat basis produksi komponen tersebut.
Untuk diketahui, PCB (Printed Circuit Board) merupakan salah satu komponen penting pada sistem elektronik kendaraan mulai dari sektor hiburan sampai fitur keselamatan seperti ADAS (Advanced Drivers Assistance System).
Ada beberapa alasan produsen otomotif lebih pilih Thailand buat basis produksi. Dari sisi pembuat PCB dua faktor utama adalah untuk mengurangi risiko dan menambah kesempatan.
Mengingat di Thailand sendiri ada beragam dukungan seperti insentif dari pemerintah dan jarang terjadi konflik, membuatnya jadi tempat investasi ideal diantara negara ASEAN lain.
Pemerintah Thailand juga diklaim secara aktif berusaha untuk menarik lebih banyak investor lewat pemberian subsidi atau insentif.
Tiongkok sebenarnya menjadi opsi utama untuk para produsen. Namun sejak 2018 beragam tantangan internal hadir mulai dari pandemi sampai perang dagang antara Amerika Serikat dengan China.
Sementara di 2020 impor PCB mengalami peningkatan dan Thailand merupakan salah satu negara yang cukup banyak permintaan elektronik bidang otomotif.
Maka ada sebuah strategi yang diberi nama China +1, di mana manufaktur menyiapkan basis produksi lain di luar negeri tirai bambu. Thailand jadi salah satu opsi diminati oleh produsen.
Belum lama ini diberitakan, Settha Thavisin selaku Perdana Menteri Thailand sudah berdiskusi dengan tujuh produsen mobil Jepang. Empat di antaranya berkomitmen investasi untuk produksi kendaraan listrik.
Disampaikan oleh Chai Watcharong, Juru Bicara Perdana Menteri Thailand bahwa Toyota dan Honda masing-masing berinvestasi 50 miliar baht (setara Rp22.2 triliun), Isuzu 30 miliar baht (Rp13.3 triliun). Terakhir ada Mitsubishi sebesar 20 miliar baht (Rp8.9 triliun).
“Perdana Menteri menerkankan bahwa produsen mobil asal Jepang berperan penting dalam mengembangkan dan mempromosikan kendaraan listrik di Thailand. Oleh karena itu negara siap mendukung serta bekerjasama dengan mereka yang ingin memperluas investasinya,” tegas dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
20 Agustus 2026, 11:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Terkini
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
Eneos NXP berkolaborasi dengan HiTEQ untuk menggelar touring bertemakan Ride Merah Putih pada Hari Kemerdekaan
24 Agustus 2026, 18:54 WIB
FIFGroup rayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara melakukan perjalanan panjang dan bermakna
24 Agustus 2026, 18:22 WIB
Avatr 07L siap menjadi rival setara buat Denza, tawarkan kendaraan premium ramah lingkungan di Indonesia
24 Agustus 2026, 09:00 WIB
Pergeseran minat pelaku usaha menuju kendaraan elektrifikasi, khususnya hybrid, sudah mulai terlihat
24 Agustus 2026, 06:20 WIB
Untuk bisa nyaman menggunakan kendaraan pribadi di Ibu Kota, Ikuti aturan Ganjil Genap Jakarta hari ini