Proyeksi Penjualan Mobil Baru Tanpa Insentif di 2026
11 Desember 2025, 11:00 WIB
Thailand mulai saingi China, menjadi pilihan kedua sebagai tempat basis produksi PCB karena beragam alasan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Thailand merupakan salah satu negara di wilayah ASEAN yang gencar mendukung komitmen elektrifikasi global. Penjualan didukung kebijakan memudahkan baik untuk pabrikan maupun konsumen.
Belum lama ini empat perusahaan mobil asal Jepang yakni Toyota, Honda, Isuzu dan Mitsubishi mengeluarkan dana buat Thailand membangun fasilitas produksi kendaraan listrik. Besaran investasinya mencapai sekitar Rp66.7 triliun.
Kemudian melansir dari DigiTimes, Rabu (27/12) sekarang banyak produsen PCB mulai tertarik memindahkan pabriknya. Perlahan Thailand mulai saingi China karena beberapa alasan, jadi lokasi pilihan kedua buat basis produksi komponen tersebut.
Untuk diketahui, PCB (Printed Circuit Board) merupakan salah satu komponen penting pada sistem elektronik kendaraan mulai dari sektor hiburan sampai fitur keselamatan seperti ADAS (Advanced Drivers Assistance System).
Ada beberapa alasan produsen otomotif lebih pilih Thailand buat basis produksi. Dari sisi pembuat PCB dua faktor utama adalah untuk mengurangi risiko dan menambah kesempatan.
Mengingat di Thailand sendiri ada beragam dukungan seperti insentif dari pemerintah dan jarang terjadi konflik, membuatnya jadi tempat investasi ideal diantara negara ASEAN lain.
Pemerintah Thailand juga diklaim secara aktif berusaha untuk menarik lebih banyak investor lewat pemberian subsidi atau insentif.
Tiongkok sebenarnya menjadi opsi utama untuk para produsen. Namun sejak 2018 beragam tantangan internal hadir mulai dari pandemi sampai perang dagang antara Amerika Serikat dengan China.
Sementara di 2020 impor PCB mengalami peningkatan dan Thailand merupakan salah satu negara yang cukup banyak permintaan elektronik bidang otomotif.
Maka ada sebuah strategi yang diberi nama China +1, di mana manufaktur menyiapkan basis produksi lain di luar negeri tirai bambu. Thailand jadi salah satu opsi diminati oleh produsen.
Belum lama ini diberitakan, Settha Thavisin selaku Perdana Menteri Thailand sudah berdiskusi dengan tujuh produsen mobil Jepang. Empat di antaranya berkomitmen investasi untuk produksi kendaraan listrik.
Disampaikan oleh Chai Watcharong, Juru Bicara Perdana Menteri Thailand bahwa Toyota dan Honda masing-masing berinvestasi 50 miliar baht (setara Rp22.2 triliun), Isuzu 30 miliar baht (Rp13.3 triliun). Terakhir ada Mitsubishi sebesar 20 miliar baht (Rp8.9 triliun).
“Perdana Menteri menerkankan bahwa produsen mobil asal Jepang berperan penting dalam mengembangkan dan mempromosikan kendaraan listrik di Thailand. Oleh karena itu negara siap mendukung serta bekerjasama dengan mereka yang ingin memperluas investasinya,” tegas dia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
11 Desember 2025, 11:00 WIB
10 Desember 2025, 14:00 WIB
10 Desember 2025, 09:00 WIB
09 Desember 2025, 15:00 WIB
08 Desember 2025, 11:00 WIB
Terkini
11 Desember 2025, 12:00 WIB
Salah satu diskon motor matic Honda yang bisa dimanfaatkan jelang Nataru adalah untuk pembelian Vario 160
11 Desember 2025, 11:00 WIB
Penjualan mobil baru di 2026 diprediksi tak lebih dari 800 ribu unit tanpa insentif otomotif dari pemerintah
11 Desember 2025, 10:00 WIB
Mitsubishi Fuso Canter menjadi andalan PT Superior Prima Sukses untuk mendistribusikan hasil produksi mereka
11 Desember 2025, 09:00 WIB
Kemenhub menghadirkan program mudik gratis untuk menurunkan risiko kecelakaan yang biasa terjadi di jalan
11 Desember 2025, 08:00 WIB
Penjualan Polytron yang hanya ratusan unit membuat mereka lebih realistis dalam menjual mobil listrik
11 Desember 2025, 07:00 WIB
BYD Atto 1 masih jadi mobil terlaris November 2025 dengan wholesales mencapai 8.333 unit, unggul dari Toyota Avanza
11 Desember 2025, 06:00 WIB
Tidak ada dispensasi apabial terlambat, SIM dapat diperpanjang di layanan SIM keliling Jakarta hari ini
11 Desember 2025, 06:00 WIB
Salah satu fasilitas yang bisa dimanfaatkan masyarakat dari kepolisian adalah SIM keliling Bandung hari ini