Xpeng Luncurkan X9 Facelift dan G6 AWD, Bertambah Fitur Kekinian
28 Juni 2026, 07:15 WIB
Tarif Impor AS yang diterapkan oleh Donald Trump dinilai bisa mengubah peta EV dunia dalam waktu dekat
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Tarif impor Amerika Serikat (AS) masih terus diperbincangkan. Sederet dampak negatif diklaim bakal dirasakan banyak pihak.
Bahkan kebijakan baru dari Donald Trump akan turut mempengaruhi peta electric vehicle (EV) dunia.
"Dinamika investasi berbagai perusahaan multinasional sekarang ini di berbagai penjuru dunia jelas sedang terjadi," ungkap Yannes Martinus Pasaribu, pakar otomotif sekaligus akademisi ITB (Institut Teknologi Bandung) kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Yannes menuturkan bahwa sejumlah tantangan harus dihadapi para pelaku industri mobil listrik di seluruh dunia akibat kebijakan geopolitik dan geoekonomi Donald Trump.
Ia memprediksi tarif impor AS akan membuat perlambatan permintaan kendaraan roda empat elektrik di berbagai tempat.
Yannes juga mencontohkan kalau berakhirnya kerja sama antara LG Energy Solution dan pemerintah Indonesia, bisa jadi dampak karena penerapan aturan baru oleh Trump.
"LG bisa jadi terpaksa mundur akibat kondisi pasar yang terjadi berpotensi mengubah peta rencana investasi mereka," lanjut Yannes.
Jadi tarif impor AS yang digagas oleh Donald Trump benar-benar membuat industri otomotif di Indonesia maupun negara lain terguncang.
Seperti diberitakan KatadataOTO sebelumnya, akibat penerapan tarif AS yang baru membuat ekspor mobil listrik China turun sampai 18 persen.
Lalu terdapat pergeseran tren di sejumlah negara. Di mana konsumen mulai beralih ke PHEV (plug-in hybrid electric vehicle) ketimbang membeli mobil listrik.
"Pendekatan AS sangat melanggar aturan WTO (World Trade Organization) mengganggu skema perdagangan,” tulis CAAM (China Association of Automobile Manufacturers) dalam keterangan resmi seperti dikutip dari CNEvPost beberapa waktu lalu.
CAAM mengungkapkan tarif impor AS bakal berdampak besar terhadap produksi dan rantai suplai industri otomotif global.
Sebagai informasi, Cina kini menghadapi tarif impor dari Amerika Serikat dengan jumlah cukup besar, yakni mencapai 245 persen.
Sementara Beijing menerapkan tarif 125 persen terhadap produk-produk dari Negeri Paman Sam.
Bila perang dagang antara China dan Amerika Serikat terus terjadi, maka dapat dipastikan para pelaku industri otomotif harus menyiapkan sejumlah strategi.
Dengan begitu dapat bertahan serta melanjutkan usahanya di tengah ketidakpastian kondisi yang saat ini terjadi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
19 Juni 2026, 19:00 WIB
19 Juni 2026, 13:00 WIB
Terkini
28 Juni 2026, 11:00 WIB
Honda Beat hadir untuk memenuhi kebutuhan anak muda yang enerjik dan aktif serta dinamis dalam kesehariannya
28 Juni 2026, 09:00 WIB
Kondisi ekonomi dan fluktuasi kurs saat ini belum memberikan dampak negatif pada penjualan BMW di Indonesia
28 Juni 2026, 07:15 WIB
X9 Facelitft dan G6 AWD menjadi andalan baru bagi Xpeng untuk menggoda para konsumen berkantong tebal
27 Juni 2026, 21:00 WIB
AHM meminta konsumen tidak perlu ragu dengan kualitas new Honda Vario Evo 160 yang diluncurkan di Indonesia
27 Juni 2026, 20:34 WIB
Sprint Race MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen berlangsung sengit, dua rider Trackhouse Aprilia naik podium
27 Juni 2026, 18:15 WIB
Mobil mewah diyakini mengalami tantangan khususnya dari segi harga jual di tengah ketidakpastian kurs
27 Juni 2026, 09:00 WIB
Mitsubishi Destinator menghadirkan pengalaman berkendara yang nyaman, aman dan efisien untuk mobilitas harian
27 Juni 2026, 07:00 WIB
Yadea Indonesia membuktikan kualitas produknya melalui agenda kunjungan Wapres ke Papua beberapa waktu lalu