Astra Auto Fest 2025 Resmi Dibuka, Targetkan 4.000 Transaksi
05 Desember 2025, 16:00 WIB
Insentif dinilai menjadi salah satu cara yang tepat untuk mendongkrak kembali angka penjualan mobil di RI
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penjualan mobil di Indonesia pada periode Januari-September 2025 masih cukup jauh dari target yang dicanangkan Gaikindo di angka 850 ribuan unit.
Jika dilihat secara keseluruhan, wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) mobil baru adalah 62.071 unit. Sementara sepanjang 2025 angkanya 561.819 unit.
Artinya masih ada selisih hampir 300 ribuan unit lagi untuk mencapai 850 ribu unit, atau setidaknya 200 ribuan unit apabila ingin meraih target terendah penjualan mobil Gaikindo.
Toyota sebagai salah satu produsen kendaraan di Indonesia menyorot tingginya angka Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet sebagai salah satu indikator penurunan ekonomi.
Meskipun begitu, pabrikan asal Jepang ini menyebutkan ada inisiatif bisa dilakukan pemerintah untuk mengejar target angka penjualan mobil jelang tutup tahun,
“Ya (bisa tercapai), siapa tahu tiba-tiba pemerintah kasih relaksasi,” kata Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kepada KatadataOTO belum lama ini.
Menurut dia insentif pajak atau subsidi dari pemerintah telah terbukti membantu menggairahkan penjualan mobil, seperti sempat diterapkan di tengah pandemi Covid-19.
Berbagai kebijakan dari pemerintah di sektor otomotif juga diharapkan bisa lebih agresif.
Ada kekhawatiran bahwa jika sasaran insentif tidak tepat maka dapat menimbulkan kerugian. Oleh karena itu kebijakan terkait subsidi perlu memperhatikan banyak faktor.
Bicara soal bentuk insentif, Bob mengungkapkan salah satu yang bisa diterapkan adalah penurunan besaran Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).
“Penurunan PPnBM saja. Kan tetap membayar BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) dan lain sebagainya, sehingga pajak daerah juga tetap terjaga,” tegas dia.
Sebagai informasi, sebelumnya jenis mobil yang menyasar pembeli pertama yakni Low Cost Green Car (LCGC) ditawarkan dengan PPnBM ditanggung oleh pemerintah.
PPnBM LCGC paling besar 15 persen, namun lini kendaraan LCGC seperti Toyota Agya dan Daihatsu Ayla hanya dikenakan tiga persen.
Saat pandemi, pemerintah memberikan stimulus berupa diskon PPnBM sampai 100 persen.
Hal itu disebut terbukti membantu mendongkrak penjualan di tengah merebaknya Covid-19. Lalu penjualan mobil baru kembali bergairah.
Apabila ingin mencapai target penjualan mobil yang dicanangkan Gaikindo, pemberian stimulus serupa dinilai dapat menjadi satu solusi potensial.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
05 Desember 2025, 16:00 WIB
05 Desember 2025, 15:00 WIB
05 Desember 2025, 11:00 WIB
05 Desember 2025, 07:00 WIB
04 Desember 2025, 19:00 WIB
Terkini
05 Desember 2025, 16:00 WIB
Astra Auto Fest 2025 menyuguhkan berbagai lini kendaraan dari Daihatsu, Toyota, Lexus, BMW dan motor Honda
05 Desember 2025, 15:00 WIB
Toyota Veloz Hybrid dipasarkan dalam empat pilihan varian yang berbeda, kenali masing-masing tipe yang sesuai
05 Desember 2025, 14:00 WIB
Mengawali Desember 2025, ganjil genap Puncak Bogor kembali diterapkan di akhir pekan guna mengurai kemacetan
05 Desember 2025, 13:00 WIB
Harga motor matic murah di Desember 2025 terpantau stabil, tidak terjadi kenaikan jelang penutupan tahun
05 Desember 2025, 12:00 WIB
Korlantas ingin memperbaiki prosedur pengawalan yang dilakukan anggotanya, mulai dari proses permohonan
05 Desember 2025, 11:00 WIB
SPK Mitsubishi tembus 1.975 unit di GJAW 2025, naik dari perolehan tahun lalu yaitu sebanyak 1.600 pemesanan
05 Desember 2025, 09:00 WIB
Puluhan jalan akan membatasi angkutan barang untuk beroperasi saat libur Natal dan tahun baru 2026 mendatang
05 Desember 2025, 08:00 WIB
Pemerintah telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas saat Natal dan tahun baru 2026 seperti contraflow dan one way