10 Merek Mobil Terlaris Februari 2026, Toyota Kian Mendominasi
10 Maret 2026, 11:00 WIB
Insentif dinilai menjadi salah satu cara yang tepat untuk mendongkrak kembali angka penjualan mobil di RI
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penjualan mobil di Indonesia pada periode Januari-September 2025 masih cukup jauh dari target yang dicanangkan Gaikindo di angka 850 ribuan unit.
Jika dilihat secara keseluruhan, wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) mobil baru adalah 62.071 unit. Sementara sepanjang 2025 angkanya 561.819 unit.
Artinya masih ada selisih hampir 300 ribuan unit lagi untuk mencapai 850 ribu unit, atau setidaknya 200 ribuan unit apabila ingin meraih target terendah penjualan mobil Gaikindo.
Toyota sebagai salah satu produsen kendaraan di Indonesia menyorot tingginya angka Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet sebagai salah satu indikator penurunan ekonomi.
Meskipun begitu, pabrikan asal Jepang ini menyebutkan ada inisiatif bisa dilakukan pemerintah untuk mengejar target angka penjualan mobil jelang tutup tahun,
“Ya (bisa tercapai), siapa tahu tiba-tiba pemerintah kasih relaksasi,” kata Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kepada KatadataOTO belum lama ini.
Menurut dia insentif pajak atau subsidi dari pemerintah telah terbukti membantu menggairahkan penjualan mobil, seperti sempat diterapkan di tengah pandemi Covid-19.
Berbagai kebijakan dari pemerintah di sektor otomotif juga diharapkan bisa lebih agresif.
Ada kekhawatiran bahwa jika sasaran insentif tidak tepat maka dapat menimbulkan kerugian. Oleh karena itu kebijakan terkait subsidi perlu memperhatikan banyak faktor.
Bicara soal bentuk insentif, Bob mengungkapkan salah satu yang bisa diterapkan adalah penurunan besaran Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).
“Penurunan PPnBM saja. Kan tetap membayar BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) dan lain sebagainya, sehingga pajak daerah juga tetap terjaga,” tegas dia.
Sebagai informasi, sebelumnya jenis mobil yang menyasar pembeli pertama yakni Low Cost Green Car (LCGC) ditawarkan dengan PPnBM ditanggung oleh pemerintah.
PPnBM LCGC paling besar 15 persen, namun lini kendaraan LCGC seperti Toyota Agya dan Daihatsu Ayla hanya dikenakan tiga persen.
Saat pandemi, pemerintah memberikan stimulus berupa diskon PPnBM sampai 100 persen.
Hal itu disebut terbukti membantu mendongkrak penjualan di tengah merebaknya Covid-19. Lalu penjualan mobil baru kembali bergairah.
Apabila ingin mencapai target penjualan mobil yang dicanangkan Gaikindo, pemberian stimulus serupa dinilai dapat menjadi satu solusi potensial.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Maret 2026, 11:00 WIB
09 Maret 2026, 11:26 WIB
09 Maret 2026, 07:14 WIB
08 Maret 2026, 13:00 WIB
05 Maret 2026, 14:00 WIB
Terkini
11 Maret 2026, 20:39 WIB
MPV ramah lingkungan Wuling Darion PHEV jadi opsi menarik buat masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik
11 Maret 2026, 19:00 WIB
Kehadiran mobil listrik baru Polytron, diharapkan bisa menggairahkan pasar kendaraan roda empat di Indonesia
11 Maret 2026, 18:00 WIB
Penjualan motor listrik Alva diklaim mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya meski harganya lebih tinggi
11 Maret 2026, 17:00 WIB
Keinginan BYD untuk bergabung dengan Formula 1 demi semakin memperkenalkan brand mereka ke seluruh dunia
11 Maret 2026, 15:00 WIB
Diler Xpeng Pluit jadi salah satu strategi pabrikan untuk memperluas jangkauan pasar dan permudah konsumen
11 Maret 2026, 13:00 WIB
Tanpa insentif mobil listrik impor, harga BYD Atto 1 dipertahankan di bawah Rp 200 jutaan di Maret 2026
11 Maret 2026, 11:00 WIB
Jetour T2 buktikan kekuatan rangka dengan menopang bobot lebih dari 300 kg dan juga terdapat fitur terkini
11 Maret 2026, 09:00 WIB
Fatalitas dalam kecelakaan di jalan raya dapat ditekan dengan sinergitas beberapa pihak dan peran publik