Ribuan Suzuki Burgman Direcall Akibat Potensi Kerusakan Rem
31 Maret 2026, 07:00 WIB
Suzuki buat mobil terbang dengan SkyDrive Inc dan rencananya produksi akan dimulai musim semi tahun depan
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Bila kebanyakan pabrikan kendaraan mengembangkan electric vehicle guna memenuhi pasar, maka Suzuki buat mobil terbang guna menjawab tantangan masa depan. Hal ini sudah dipastikan setelah Suzuki Motor Corp menemukan kata sepakat SkyDrive Inc untuk menggapai impiannya.
Walau baru disepakati namun proses pengembangan mobil terbang sudah berjalan. Dilansir dari Reuters, SkyDrive akan mendirikan anak perusahaan untuk membuat kendaraan tersebut sementara Suzuki bertanggung jawab atas proses produksi termasuk penyediaan tenaga kerja.
Pabrikan asal Jepang tersebut bahkan akan menggunakan fasilitas produksinya di Shizuoka Jepang guna memenuhi kesepakatan. Dengan demikian maka proses pembuatan bisa dilakukan pada musim semi tahun depan.
“Saya sangat senang bisa bekerja sama dengan SkyDrive. Kami mengambil langkah ambisius untuk melakukan pengembangan produk bernilai unggul dan berkontribusi dalam mewujudkan mobilitas udara sebagai alat transportasi sehari-hari,” ungkap Hidetoshi Kumashiro, Executive General Manager Suzuki.
Kerjasama antara Suzuki dengan SkyDrive sebenarnya bukanlah hal mengejutkan karena di Maret 2022 mereka telah membentuk kemitraan. Ketika itu pabrikan berlogo S tersebut melakukan investasi dan transfer teknologi.
Terlebih Suzuki memiliki beragam teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan mobil terbang. Salah satunya adalah pengurangan bobot kendaraan sehingga sangat penting bagi dunia penerbangan.
Berkat kerjasamanya maka Suzuki akan memiliki pilihan kendaraan di tiga matra yakni air, darat dan udara. Hal ini tentunya merupakan sebuah nilai tambah bagi perusahaan.
Meski demikian pengembangan mobil terbang sejatinya bukanlah hal asing. Sebelumnya Hyundai juga sudah memamerkan kendaraan serupa pada ajang CES 2020.
Kendaraan vertical take-off and landing (VOTL) tersebut pun dikabarkan akan mulai diproduksi di akhir tahun. Rencananya, unit digunakan untuk mengangkut kargo terlebih dahulu dan terus dikembangkan agar dapat membawa manusia di masa depan.
Meski demikian pabrikan asal Korea Selatan ini sudah menandatangani nota kesepahaman dengan pemerintah Indonesia. Di dalamnya disampaikan bahwa mereka akan ikut membangun Advance Air Mobility (AAM) di Ibu Kota Negara (IKN).
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
31 Maret 2026, 07:00 WIB
27 Maret 2026, 09:00 WIB
25 Maret 2026, 07:32 WIB
13 Maret 2026, 13:30 WIB
10 Maret 2026, 11:00 WIB
Terkini
03 April 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dibuka di lima tempat berbeda tersebar di sekitar Ibu Kota
03 April 2026, 06:00 WIB
Meski menjelang akhir pekan, SIM keliling Bandung tetap dihadiri demi memudahkan pengendara di Kota Kembang
02 April 2026, 17:00 WIB
PLN ungkap jumlah pemakaian SPKLU saat libur Lebaran 2026 alami peningkatan dibanding periode serupa tahun lalu
02 April 2026, 16:47 WIB
Wuling Darion Plug-in Hybrid dilengkapi spesifikasi mumpuni dan irit, cocok dibawa berkendara jarak jauh
02 April 2026, 13:00 WIB
Desain mobil baru VinFast identik dengan VF 7, namun ada sejumlah perbedaan terlihat pada eksteriornya
02 April 2026, 11:00 WIB
Presiden Prabowo bertemu dengan petinggi Toyota dan Mitsubishi di Jepang demi membahas kelanjutan investasi
02 April 2026, 09:00 WIB
Yadea bakal meluncurkan motor listrik terbarunya di Indonesia dan kendaraan tersebut memiliki teknologi pintar
02 April 2026, 07:57 WIB
Pada awal April 2026, seluruh pabrikan nampak tidak menaikan harga mobil LCGC mereka di pasar Indonesia