Merek Mobil Terlaris Juli 2026: Mitsubishi Kembali ke Tiga Besar
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Ada beberapa faktor yang disebut sebagai pemicu orang Indonesia mulai tertarik membeli mobil listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pertumbuhan mobil listrik di Indonesia terbilang baik, khususnya dengan kehadiran berbagai model baru asal Tiongkok. Harga EV (Electric Vehicle) semakin bervariasi dan ditawarkan kompetitif.
Meskipun banyak kekhawatiran masyarakat terhadap mobil listrik, hasil survey dari lembaga Populix mengungkapkan bahwa ada alasan tertentu orang akhirnya memutuskan beli kendaraan ramah lingkungan.
“Ada beberapa temuan, pertama yang paling dasar terkait aspek lingkungan. Orang Indonesia mulai melek soal lingkungan,” kata Susan Adi Putra, Populix Associate Head of Research for Automotive di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Di samping itu, mobil listrik disebut memiliki berbagai keunggulan yang tidak bisa didapatkan dari kendaraan konvensional.
Berdasarkan paparan data survey dari Populix, tiga poin utama dijadikan alasan masyarakat Indonesia akhirnya beli mobil listrik adalah efisiensi biaya,teknologi modern dan kepraktisan.
Dari segi biaya, disebutkan bahwa mobil listrik tak dibebankan pajak tahunan yang sama dengan kendaraan bermesin bensin. Biaya servis pun diklaim lebih ringan.
Kemudian banyak teknologi baru yang sebelumnya tidak pernah disematkan pada lini kendaraan dalam negeri.
Adi menyorot adanya insentif pemerintah juga dapat menjadi daya tarik tersendiri buat masyarakat Indonesia. Sehingga mereka semakin tertarik beralih dari mobil konvensional.
Bicara soal kondisi saat ini, Adi mengungkapkan hasil survey Populix menunjukkan mobil listrik masih digunakan untuk kebutuhan sehari-hari saja, bukan perjalanan jauh.
“Kami melibatkan usia bervariasi terutama 17 tahun sampai 45 tahun, areanya kebanyakkan di Jawa kemudian Sumatera. Penggunanya punya satu EV kemudian untuk harian,” kata Adi.
Tampaknya penggunaan buat perjalanan jarak jauh masih jarang karena beberapa alasan, seperti SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) yang belum tersebar merata di berbagai daerah.
“Ketersediaan SPKLU menjadi kekhawatiran utama. Lalu terkait diler atau bengkel resmi, karena jarak antar diler masih terlalu jauh,” kata Adi.
Sekadar informasi, model mobil listrik dengan pencapaian wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) tinggi adalah BYD (Built Your Dreams).
Banderolnya cukup kompetitif. Meskipun masih diimpor, BYD sudah berkomitmen melakukan produksi lokal sehingga dapat menikmati insentif impor.
Berkat adanya insentif tersebut, harga mobil listrik BYD bisa ditekan walaupun berstatus CBU (Completely Built Up) alias impor. Banderol inilah yang kemudian diyakini jadi salah satu daya tarik lini kendaraan BYD.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat
13 Agustus 2026, 22:00 WIB
BMW iX3 Neue Klasse bakal menjadi lead car di acara Maybank Marathon Bali pada 21-23 Agustus mendatang
13 Agustus 2026, 21:34 WIB
Lamborghini Temerario hadir di Indonesia untuk menggoda para orang berkantong tebal dan pencinta kecepatan