Changan Optimistis Mobil REEV Diminati di Daerah
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Ada beberapa faktor yang disebut sebagai pemicu orang Indonesia mulai tertarik membeli mobil listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pertumbuhan mobil listrik di Indonesia terbilang baik, khususnya dengan kehadiran berbagai model baru asal Tiongkok. Harga EV (Electric Vehicle) semakin bervariasi dan ditawarkan kompetitif.
Meskipun banyak kekhawatiran masyarakat terhadap mobil listrik, hasil survey dari lembaga Populix mengungkapkan bahwa ada alasan tertentu orang akhirnya memutuskan beli kendaraan ramah lingkungan.
“Ada beberapa temuan, pertama yang paling dasar terkait aspek lingkungan. Orang Indonesia mulai melek soal lingkungan,” kata Susan Adi Putra, Populix Associate Head of Research for Automotive di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Di samping itu, mobil listrik disebut memiliki berbagai keunggulan yang tidak bisa didapatkan dari kendaraan konvensional.
Berdasarkan paparan data survey dari Populix, tiga poin utama dijadikan alasan masyarakat Indonesia akhirnya beli mobil listrik adalah efisiensi biaya,teknologi modern dan kepraktisan.
Dari segi biaya, disebutkan bahwa mobil listrik tak dibebankan pajak tahunan yang sama dengan kendaraan bermesin bensin. Biaya servis pun diklaim lebih ringan.
Kemudian banyak teknologi baru yang sebelumnya tidak pernah disematkan pada lini kendaraan dalam negeri.
Adi menyorot adanya insentif pemerintah juga dapat menjadi daya tarik tersendiri buat masyarakat Indonesia. Sehingga mereka semakin tertarik beralih dari mobil konvensional.
Bicara soal kondisi saat ini, Adi mengungkapkan hasil survey Populix menunjukkan mobil listrik masih digunakan untuk kebutuhan sehari-hari saja, bukan perjalanan jauh.
“Kami melibatkan usia bervariasi terutama 17 tahun sampai 45 tahun, areanya kebanyakkan di Jawa kemudian Sumatera. Penggunanya punya satu EV kemudian untuk harian,” kata Adi.
Tampaknya penggunaan buat perjalanan jarak jauh masih jarang karena beberapa alasan, seperti SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) yang belum tersebar merata di berbagai daerah.
“Ketersediaan SPKLU menjadi kekhawatiran utama. Lalu terkait diler atau bengkel resmi, karena jarak antar diler masih terlalu jauh,” kata Adi.
Sekadar informasi, model mobil listrik dengan pencapaian wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) tinggi adalah BYD (Built Your Dreams).
Banderolnya cukup kompetitif. Meskipun masih diimpor, BYD sudah berkomitmen melakukan produksi lokal sehingga dapat menikmati insentif impor.
Berkat adanya insentif tersebut, harga mobil listrik BYD bisa ditekan walaupun berstatus CBU (Completely Built Up) alias impor. Banderol inilah yang kemudian diyakini jadi salah satu daya tarik lini kendaraan BYD.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 18:48 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
Terkini
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Sebelum libur kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk memudahkan para pengendara motor dan mobil
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Hari ini fasilitas SIM keliling Jakarta masih dibuka seperti biasa melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini akan berlaku mulai pagi dan kembali aktif pada sore hari untuk mengurai kemacetan