Mazda CX-6e Debut Global, Calon Pengganti MX-30 di Indonesia
14 Januari 2026, 16:12 WIB
Pengacara keluarga korban sebut Tesla Cybertruck dibangun dengan memikirkan desain saja, bukan faktor keamanan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Jelang akhir tahun lalu kasus tewasnya seorang pria asal Texas sempat jadi topik hangat. Dia terbakar hidup-hidup di dalam mobil listrik Tesla Cybertruck setelah mengalami tabrakan.
Kasus ini kembali mencuat karena keluarga korban memutuskan menuntut Tesla. Sebab diketahui insiden tersebut sebenarnya mampu dihindari apabila Michael Sheehan (47), sang korban bisa membuka pintu dari dalam kendaraan.
Fakta terbarunya, disebutkan bahwa korban terbakar di suhu sekitar 5.000 fahrenheit atau setara 2.760 derajat celcius.
Tingkat panas itu sangat parah dan diklaim membuat tulang-tulang Sheehan mengalami fraktur termal. Bahkan ukurannya menjadi delapan inci lebih pendek dari semestinya.
Pihak keluarga menegaskan bahwa kecelakaan tunggal serupa sebenarnya tidak perlu memakan korban jiwa. Tetapi Cybertruck didesain secara tidak optimal dan mengakibatkan pengemudi maupun penumpang terjebak di dalamnya saat terjadi insiden.
Pengacara keluarga Sheehan menegaskan apa yang dialami Sheehan merupakan penyiksaan panjang.
“Kalau Anda pernah ke unit luka bakar di rumah sakit, Anda akan mendengar pasien bahkan sampai meminta dokter agar dibiarkan mati karena sakitnya terlalu hebat,” kata S. Scott West, pengacara keluarga Sheehan dikutip dari The Independent, Minggu (06/07).
10 bulan sejak kematian Sheehan, ia mengklaim telah mencoba berdiskusi dengan pihak Tesla demi menghindari jalur hukum. Namun pembicaraan itu tidak menemui titik terang.
Perwakilan Tesla sudah dihubungi perihal kejadian tersebut. Namun hingga sekarang mereka enggan memberikan keterangan maupun komentar singkat.
Pengacara keluarga Sheehan yang dahulu merupakan insinyur desain industri menyorot ada door handle khusus EV (Electric Vehicle) tersebut, bisa digunakan buat membuka pintu ketika mobil kehilangan daya. Sayangnya ditempatkan di area sulit dijangkau dalam situasi darurat.
“Anda tidak hanya berkendara di atas baterai berbobot 3.000 pounds (1.360 kg). Desain ‘pesawat luar angkasa’ ini adalah pedang bermata dua,” kata West.
Menurut dia, Tesla Cybertruck dibangun dengan mengutamakan estetika desain eksterior ketimbang fungsionalitas.
Jika mengacu pada penjelasan resmi dari Tesla, pintu mobil memang tidak bisa dibuka melalui tombol di interior saat mobil kehilangan daya.
Jadi pemilik harus membuka pakai tuas manual. Letaknya ada di dekat tombol kendali jendela kendaraan.
Sedangkan untuk bagian belakang, penumpang harus membuka karpet di bagian bawah kabin belakang dan menarik kabel mekanikal sehingga pintu kemudian bisa didorong secara manual.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 Januari 2026, 16:12 WIB
14 Januari 2026, 14:00 WIB
14 Januari 2026, 13:00 WIB
14 Januari 2026, 09:00 WIB
13 Januari 2026, 19:42 WIB
Terkini
14 Januari 2026, 21:20 WIB
Kia Sales Indonesia ingin menunjukkan komitmen jangka panjang di Tanah Air dengan prisipal turun langsung
14 Januari 2026, 19:00 WIB
Diskon Suzuki Fronx dari tenaga penjual bisa dimanfaatkan siapa saja dan untuk pembelian kredit serta tunai
14 Januari 2026, 17:00 WIB
Ada dua warna baru Yamaha Xmax yang mampu memancarkan kesan sporti serta elegan ketika digunakan di jalan
14 Januari 2026, 16:12 WIB
Produk hasil kolaborasi dengan Changan, SUV Mazda CX-6e resmi dihadirkan ke pasar global mulai tahun ini
14 Januari 2026, 15:00 WIB
Peta persaingan otomotif di RI berubah sejak kehadiran mobil Cina, catatkan pertumbuhan pesat sejak 2023
14 Januari 2026, 14:00 WIB
Tidak ada merek asal Korea Selatan Hyundai dalam 20 mobil listrik terlaris di Indonesia pada tahun ini
14 Januari 2026, 13:00 WIB
Insentif otomotif untuk 2026 masih abu-abu, namun ada sejumlah alternatif lain seperti kepastian regulasi
14 Januari 2026, 12:00 WIB
Penjualan truk 2025 di Indonesia turun signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu sehingga perlu dapat perhatian