Penjualan Mobil Agustus 2026 Sentuh Angka Tertinggi Tahun Ini
11 September 2026, 16:01 WIB
Toyota memberi masukan agar penjualan mobil di Indonesia tidak stagnan di angka 1 jutaan seperti sekarang
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Sudah lebih dari 10 tahun penjualan mobil Indonesia terjebak di angka 1 juta unit dan belum ada tanda-tanda terjadi lonjakan. Padahal jumlah pabrikan kendaraan yang masuk di Indonesia sudah semakin banyak.
Situasi ini pun menjadi perhatian bagi Toyota selaku pabrikan mobil terbesar di Indonesia. Menurut mereka sudah saatnya penjualan kendaraan di Tanah Air mencapai 2 juta unit atau naik 2 kali lipat dibanding sekarang.
Hal ini diungkapkan oleh Bob Azzam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Pasalnya sekarang kapasitas produksi kendaraan di Indonesia sudah mencapai 2 juta unit.
“Idealnya pasar di Indonesia sudah 2 juta unit karena kapasitas produksinya sudah lebih dari itu. Kalau hanya beroperasi sebanyak 1 juta artinya kita tidak efisien,” ungkapnya.
Ia pun menyayangkan bahwa meski banyak pabrikan masuk ke Indonesia tetapi tidak ada yang bisa memproyeksikan kapan pasar berkembang hingga 2 juta. Padahal bila ada perkiraan maka investasi bisa menjadi lebih mudah.
“Kalau misalnya kita bisa memperkirakan pada 2030 market menjadi 2 juta unit, banyak hal dapat dikerjakan termasuk lokalisasi. Tapi kalau tidak maka akan susah untuk meminta pabrikan kendaraan untuk pindah ke sini,” ungkapnya.
Oleh sebab itu perlu ada aksi nyata dari seluruh pelaku industri termasuk pemerintah. Menurutnya Indonesia seharusnya bisa meniru Thailand yang merupakan juara Asia Tenggara.
“Kan inginnya menjadi terbesar di Asia Tenggara, jadi bandingkan saja dengan Thaikand. Mereka itu pajaknya lebih rendah dan tidak ada pajak daerah,” ungkapnya pada media.
Walau pajaknya lebih rendah tetapi pemerintah masih bisa mendapatkan pendapatan dari sektor lain yang mengalami peningkatan. Sehingga menurutnya pendapatan pemerintah tidak mengalami penurunan.
“Karena industrinya bergerak maka akan menciptakan pajak lain ke pemerintah. Jadi menurunkan pajak juga harus jadi solusi meningkatkan penerimaan negara,” ungkapnya.
Meski demikian ia mengakui bahwa saat Indonesia menempati posisi cukup terhormat karena bisa menjadi negara pengekspor kendaraan. Terlebih produknya memiliki teknologi tinggi dan sangat kompetitif.
“Tapi kita tidak bisa santai karena penjualan 1 juta unit itu bisa dikalahkan dengan mudah oleh negara lain. Tapi kalau bisa 2 juta maka ketahanan industrinya lebih kuat,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
11 September 2026, 16:01 WIB
10 September 2026, 07:00 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Terkini
29 September 2026, 14:39 WIB
Mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia, wajib meningkatkan TKDN sampai 80 persen pada 2030 mendatang
29 September 2026, 09:00 WIB
Diler motor Honda siapkan aplikasi dengan fitur Booking Servis, mudahkan pelanggan saat servis kendaraan
29 September 2026, 07:00 WIB
Marc Marquez memiliki bekal penting untuk keluar sebagai pemenang di MotoGP Jepang 2026 di Sirkuit Motegi
29 September 2026, 06:00 WIB
Agar mengurus dokumen berkendara lebih mudah, masyarakat disarankan untuk mendatangi SIM keliling Bandung
29 September 2026, 06:00 WIB
Guna meminimalisir kesalahan pengendara di kawasan maupun jalan protokol di jalan Ibu Kota, diterapkan ganjil genap Jakarta
28 September 2026, 21:01 WIB
Bintang Chemical Indonesia melakukan peletakan batu pertama, siap punya pabrik cat belkote baru di Indonesia
28 September 2026, 17:49 WIB
BYD Atto 1 generasi terbaru siap hadir dengan berbagai ubahan mayor, baik pada eksterior maupun jantung pacu
28 September 2026, 12:39 WIB
Di tengah ramainya model baru yang ditawarkan di Indonesia, Mitsubishi Pajero Sport masih menjadi andalan