Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat
15 Mei 2026, 21:21 WIB
Toyota memberi masukan agar penjualan mobil di Indonesia tidak stagnan di angka 1 jutaan seperti sekarang
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Sudah lebih dari 10 tahun penjualan mobil Indonesia terjebak di angka 1 juta unit dan belum ada tanda-tanda terjadi lonjakan. Padahal jumlah pabrikan kendaraan yang masuk di Indonesia sudah semakin banyak.
Situasi ini pun menjadi perhatian bagi Toyota selaku pabrikan mobil terbesar di Indonesia. Menurut mereka sudah saatnya penjualan kendaraan di Tanah Air mencapai 2 juta unit atau naik 2 kali lipat dibanding sekarang.
Hal ini diungkapkan oleh Bob Azzam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Pasalnya sekarang kapasitas produksi kendaraan di Indonesia sudah mencapai 2 juta unit.
“Idealnya pasar di Indonesia sudah 2 juta unit karena kapasitas produksinya sudah lebih dari itu. Kalau hanya beroperasi sebanyak 1 juta artinya kita tidak efisien,” ungkapnya.
Ia pun menyayangkan bahwa meski banyak pabrikan masuk ke Indonesia tetapi tidak ada yang bisa memproyeksikan kapan pasar berkembang hingga 2 juta. Padahal bila ada perkiraan maka investasi bisa menjadi lebih mudah.
“Kalau misalnya kita bisa memperkirakan pada 2030 market menjadi 2 juta unit, banyak hal dapat dikerjakan termasuk lokalisasi. Tapi kalau tidak maka akan susah untuk meminta pabrikan kendaraan untuk pindah ke sini,” ungkapnya.
Oleh sebab itu perlu ada aksi nyata dari seluruh pelaku industri termasuk pemerintah. Menurutnya Indonesia seharusnya bisa meniru Thailand yang merupakan juara Asia Tenggara.
“Kan inginnya menjadi terbesar di Asia Tenggara, jadi bandingkan saja dengan Thaikand. Mereka itu pajaknya lebih rendah dan tidak ada pajak daerah,” ungkapnya pada media.
Walau pajaknya lebih rendah tetapi pemerintah masih bisa mendapatkan pendapatan dari sektor lain yang mengalami peningkatan. Sehingga menurutnya pendapatan pemerintah tidak mengalami penurunan.
“Karena industrinya bergerak maka akan menciptakan pajak lain ke pemerintah. Jadi menurunkan pajak juga harus jadi solusi meningkatkan penerimaan negara,” ungkapnya.
Meski demikian ia mengakui bahwa saat Indonesia menempati posisi cukup terhormat karena bisa menjadi negara pengekspor kendaraan. Terlebih produknya memiliki teknologi tinggi dan sangat kompetitif.
“Tapi kita tidak bisa santai karena penjualan 1 juta unit itu bisa dikalahkan dengan mudah oleh negara lain. Tapi kalau bisa 2 juta maka ketahanan industrinya lebih kuat,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Mei 2026, 21:21 WIB
14 April 2026, 19:30 WIB
14 April 2026, 11:00 WIB
01 April 2026, 15:00 WIB
28 Maret 2026, 13:00 WIB
Terkini
17 Mei 2026, 11:17 WIB
Toyota GR Car Meet 2026 menjadi ajang festival mobil terbesar di Indonesia dengan melibatkan banyak pihak
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial