5 Mobil LCGC Terlaris di Maret 2026, Calya Ungguli Brio Satya
18 April 2026, 10:07 WIB
Pajak mobil di Indonesia dinilai tinggi, revisi besarannya bisa tekan banderol kendaraan termasuk harga LCGC
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pajak mobil di Indonesia dinilai sebagai salah satu yang tertinggi di dunia. Hal tersebut dapat berkontribusi pada pelemahan daya beli di sektor otomotif belakangan ini.
Ditambah lagi gelombang demonstrasi pekan lalu turut menghambat perekonomian. Membuat target penjualan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tampak sulit diraih.
Beberapa model menyasar pembeli mobil pertama justru mengalami kenaikan harga secara perlahan. Bahkan ada model Low Cost Green Car (LCGC) tembus Rp 200 jutaan.
Melihat fenomena itu, peninjauan ulang besaran pajak mobil bisa menjadi salah satu solusi dalam menekan harga mobil.
Tidak dilakukan semerta-merta, tetapi dengan memperhatikan kriteria tertentu seperti emisi serta besaran Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
“Untuk mobil mass-market rendah emisi atau tinggi lokal konten, total pajak pembelian optimal bagi permintaan sekaligus fiskal daerah biasanya di kisaran 15 persen sampai 20 persen dari harga sebelum pajak,” kata Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank kepada KatadataOTO belum lama ini.
Angka tersebut dinilai masih tetap bisa menguntungkan bagi manufaktur dan pendapatan daerah dan menjaga keterjangkauan bagi para konsumen.
Mengingat LCGC jadi satu jenis kendaraan yang jadi opsi, khususnya buat masyarakat saat ingin beralih dari sepeda motor.
Mengimbangi regulasi tersebut, pajak kendaraan dengan emisi tinggi dapat ditetapkan lebih besar.
“Bisa dinaikkan bertahap ke 25 persen sampai 40 persen disertai pajak tahunan berbasis emisi, kubikasi atau berat,” kata Josua.
Sebagai gambaran, harga LCGC Toyota Agya per September 2025 adalah Rp 173,2 juta untuk tipe E transmisi manual dan varian G CVT Rp 197,1 juta.
Jika dibedah, Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) masing-masing model adalah Rp 137 juta dan Rp 151 juta.
Artinya ada selisih Rp 36,2 juta sampai Rp 46,1 juta imbas penambahan pajak dan biaya-biaya lain sebelum harga OTR.
Sementara jika menggunakan skema pajak mulai dari 15 persen dari harga sebelum pajak angkanya bisa ditekan menjadi Rp 157 juta sampai Rp 173 buat varian teratas G CVT.
Besaran pajak tahunan menurut Josua turut menjadi perhatian. Penerapan opsen di sejumlah daerah bisa dialihkan ke tarif lain dengan mempertimbangkan emisi.
“Kombinasi ini menjaga keterjangkauan kelas menengah bawah. Selaras dengan bukti bahwa segmen di bawah Rp 500 juta adalah tulang punggung pasar dan paling sensitif terhadap kenaikan harga,” ucap Josua.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
18 April 2026, 10:07 WIB
28 Maret 2026, 11:00 WIB
17 Maret 2026, 19:00 WIB
23 Februari 2026, 09:00 WIB
20 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
30 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mengurai kemacetan jalanan Ibu Kota, simak 62 titiknya
30 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung melayani para pemilik motor dan mobil yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
30 April 2026, 06:00 WIB
Menjelang Hari Buruh, SIM keliling Jakarta masih bisa melayani perpanjangan masa berlaku SIM di lima lokasi
29 April 2026, 22:43 WIB
Fitur-fitur yang disematkan pada Mitsubishi Xforce bisa menambah kenyamanan para penggunanya sehari-hari
29 April 2026, 17:00 WIB
Jetour T2 PHEV dikonfirmasi masuk Indonesia tahun ini, sementara T1 sudah terdaftar di data Permendagri
29 April 2026, 15:49 WIB
Booth JETOUR di Cina suguhkan berbagai opsi SUV tangguh dan kendaraan ramah lingkungan buat mobilitas keluarga
29 April 2026, 13:00 WIB
Isu Chery Group ingin mengakuisisi pabrik milik Handal di Pondok Ungu, Bekasi sempat tersiar pada akhir 2025
29 April 2026, 12:12 WIB
Ajang Kia Collezione 2026 jadi momentum penguatan lini produk manufaktur asal Korea Selatan itu di Tanah Air