Tanpa Insentif, Pabrikan Cina Bakal Fokus Jualan Mobil Hybrid
23 Februari 2026, 09:00 WIB
Pajak mobil di Indonesia dinilai tinggi, revisi besarannya bisa tekan banderol kendaraan termasuk harga LCGC
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pajak mobil di Indonesia dinilai sebagai salah satu yang tertinggi di dunia. Hal tersebut dapat berkontribusi pada pelemahan daya beli di sektor otomotif belakangan ini.
Ditambah lagi gelombang demonstrasi pekan lalu turut menghambat perekonomian. Membuat target penjualan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tampak sulit diraih.
Beberapa model menyasar pembeli mobil pertama justru mengalami kenaikan harga secara perlahan. Bahkan ada model Low Cost Green Car (LCGC) tembus Rp 200 jutaan.
Melihat fenomena itu, peninjauan ulang besaran pajak mobil bisa menjadi salah satu solusi dalam menekan harga mobil.
Tidak dilakukan semerta-merta, tetapi dengan memperhatikan kriteria tertentu seperti emisi serta besaran Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
“Untuk mobil mass-market rendah emisi atau tinggi lokal konten, total pajak pembelian optimal bagi permintaan sekaligus fiskal daerah biasanya di kisaran 15 persen sampai 20 persen dari harga sebelum pajak,” kata Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank kepada KatadataOTO belum lama ini.
Angka tersebut dinilai masih tetap bisa menguntungkan bagi manufaktur dan pendapatan daerah dan menjaga keterjangkauan bagi para konsumen.
Mengingat LCGC jadi satu jenis kendaraan yang jadi opsi, khususnya buat masyarakat saat ingin beralih dari sepeda motor.
Mengimbangi regulasi tersebut, pajak kendaraan dengan emisi tinggi dapat ditetapkan lebih besar.
“Bisa dinaikkan bertahap ke 25 persen sampai 40 persen disertai pajak tahunan berbasis emisi, kubikasi atau berat,” kata Josua.
Sebagai gambaran, harga LCGC Toyota Agya per September 2025 adalah Rp 173,2 juta untuk tipe E transmisi manual dan varian G CVT Rp 197,1 juta.
Jika dibedah, Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) masing-masing model adalah Rp 137 juta dan Rp 151 juta.
Artinya ada selisih Rp 36,2 juta sampai Rp 46,1 juta imbas penambahan pajak dan biaya-biaya lain sebelum harga OTR.
Sementara jika menggunakan skema pajak mulai dari 15 persen dari harga sebelum pajak angkanya bisa ditekan menjadi Rp 157 juta sampai Rp 173 buat varian teratas G CVT.
Besaran pajak tahunan menurut Josua turut menjadi perhatian. Penerapan opsen di sejumlah daerah bisa dialihkan ke tarif lain dengan mempertimbangkan emisi.
“Kombinasi ini menjaga keterjangkauan kelas menengah bawah. Selaras dengan bukti bahwa segmen di bawah Rp 500 juta adalah tulang punggung pasar dan paling sensitif terhadap kenaikan harga,” ucap Josua.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Februari 2026, 09:00 WIB
20 Februari 2026, 08:00 WIB
19 Februari 2026, 08:00 WIB
18 Februari 2026, 17:00 WIB
18 Februari 2026, 09:00 WIB
Terkini
08 Maret 2026, 15:00 WIB
VinFast menerima pemesanan 20.000 unit mobil listrk dari dua perusahaan transportasi yang akan dikirim hingga 2028
08 Maret 2026, 13:00 WIB
Toyota Astra Motor berhasil mencatatkan pangsa pasar sampai 31,2 persen di dalam negeri sepanjang tahun lalu
08 Maret 2026, 09:00 WIB
Main dealer motor Honda, Wahana Makmur Sejati perkenalkan lini produk aditif bahan bakar ramah lingkungan
07 Maret 2026, 15:00 WIB
Kehadiran Volvo ES90 dipercaya dapat menambah opsi mobil listrik di segmen premium bagi konsumen di Indonesia
07 Maret 2026, 11:00 WIB
Berkaca pada tren pada tahun-tahun sebelumnya, minat masyarakat terhadap mobil bekas meningkat jelang Lebaran
07 Maret 2026, 09:06 WIB
JAC di bawah naungan Indomobil membuka diler 3S pertama di kawasan Pantai Indah Kapuk guna permudah konsumen
06 Maret 2026, 22:30 WIB
Jaecoo Indonesia terus menambah jumlah diler untuk bisa lebih maksimal dalam menghadirkan layanan terbaik
06 Maret 2026, 22:00 WIB
Inovasi terbaru dari Otospector untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat membeli mobil bekas berkualitas