Tanpa Insentif, Pabrikan Cina Bakal Fokus Jualan Mobil Hybrid
23 Februari 2026, 09:00 WIB
Ratusan Toyota bZ4X dan Lexus UX 300e diserahkan pada pemerintah untuk mendukung acara KTT G20 di Bali
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – PT Toyota-Astra Motor menyerahkan Toyota bZ4X dan Lexus UX 300e pada Kementerian Sekretaris Negara (Kemensetneg). Keduanya digunakan untuk mendukung mobilitas partisipan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang diselenggarakan di Bali pada 15-16 November 2022.
Tak tanggung-tanggung, sedikitnya 143 unit kendaraan elektrifikasi berteknologi Battery Electric Vehicle (BEV) diserahkan. Dari jumlah tersebut, 41 diantaranya adalah Toyota bZ4X dan 102 Lexus UX 300e.
“Kami mengapresiasi kepercayaan pemerintah pada Toyota yang dipiih sebagai kendaraan resmi KTT G20. Kehadiran Toyota BZ4X serta Lexus UX 300e juga diharapkan menjadi simbol komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon menuju era Carbon Neutrality pada 2060,” ungkap Henry Tanoto, Vice President Director PT TAM.
Kehadiran Toyota bZ4X di ajang KTT G20 tentunya menarik karena hingga saat ini belum dijual di Tanah Air. Penampilan perdananya di Indonesia baru dilakukan pada ajang GIIAS 2022 beberapa waktu lalu.
Selain belum dijual, mobil tersebut juga sempat tersandung masalah karena roda berpotensi terlepas dari tempatnya. Akibatnya pabrikan asal Jepang itu berinisiatif melakukan recall besar-besaran.
Sementara Lexus UX 300e memang sudah dijual sebagai mobil listrik pertama dari Lexus Indonesia. Model ini pertama kali dipasarkan pada 2020 dan mendapatkan respon positif dari masyarakat.
PT TAM menegaskan akan siap mendukung perkembangan kendaraan listrik di Tanah Air dan mencapai target Carbon Neutrality pada tahun 2060. Untuk itu mereka siap menawarkan beragan teknologi elektrifikasi yang lengkap.
Mereka siap untuk meluncurkan Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV) dalam berbagai model. Selain itu mereka juga menegaskan telah mengembangkan penyediaan ekosistem kendaraan elektrifikasi melalui EV Smart Mobility Bali Project dan EV Smart Mobility Toba Project.
Berkat strategi ini Toyota memiliki banyak model untuk dipilih konsumen sesuai kebutuhan serta keinginannya masing-masing. Sehingga nantinya semua orang berkontribusi mengurangi emisi karbon melalui teknologi ramah lingkungan.
“Kedepannya, kendaraan ramah lingkungan menjadi salah satu langkah nyata pengurangan emisi karbon. Perpres No. 55 Tahun 2019 sangat strategis bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan mobilitas ke depan,” pungkas Henry.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Februari 2026, 09:00 WIB
20 Februari 2026, 08:00 WIB
19 Februari 2026, 15:00 WIB
19 Februari 2026, 09:00 WIB
19 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
27 Februari 2026, 20:00 WIB
Meskipun peminatnya terbilang lebih sedikit, Vios Hybrid hadir buat memperluas jangkauan pasar Toyota
27 Februari 2026, 18:00 WIB
Zeekr kembali ke RI di bawah naungan Geely Auto Indonesia dan bakal segera dirakit lokal di masa mendatang
27 Februari 2026, 16:06 WIB
Isuzu berhasil mempertahankan kinerja mereka sepanjang tahun lalu meski banyak rintangan yang menghadang
27 Februari 2026, 14:00 WIB
Ganjil genap Puncak kembali diterapkan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan khususnya di jalur utama
27 Februari 2026, 12:00 WIB
Dishub DIY memperkirakan ada 8 juta mobilitas saat arus mudik Lebaran 2026 sehingga mereka siapkan rekayasa lalu lintas
27 Februari 2026, 11:00 WIB
Jaecoo siapkan 14 bengkel siaga saat arus mudik Lebaran 2026 yang bakal segera berlangsung di Tanah Air
27 Februari 2026, 09:00 WIB
SUV Ladder Frame seperti Mitsubishi Pajero Sport bisa diandalkan untuk menempuh berbagai medan menanatang
27 Februari 2026, 08:00 WIB
AHM bersedia memenuhi permintaan atau kebutuhan motor baru jika ada permintaan dari Agrinas Pangan Nusantara