Simpang Siur Insentif Motor Listrik, ESDM: Perlu Perpres
03 September 2026, 07:00 WIB
Penjualan mobil baru di 2026 diprediksi tak lebih dari 800 ribu unit tanpa insentif otomotif dari pemerintah
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah disinyalir tak akan mengucurkan insentif otomotif di 2026. Kendaraan ramah lingkungan seperti mobil listrik dan hybrid diyakini akan sangat terdampak.
Berbagai model elektrifikasi di Indonesia saat ini bisa dijual dengan harga kompetitif karena adanya bantuan insentif otomotif dari pemerintah.
Misalnya untuk mobil listrik dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen. Kemudian Battery Electric Vehicle (BEV) impor asalkan memiliki komitmen perakitan lokal di 2026.
Tahun depan, harga mobil listrik dan hybrid berpeluang naik tanpa adanya bantuan dari pihak pemerintah.
Di tengah pelemahan daya beli, absennya stimulus membuat penjualan mobil baru 2026 berpeluang tetap stagnan atau belum bisa tembus di atas 800 ribu unit.
Pengamat menilai, pulihnya penjualan mobil di 2026 bisa terjadi apabila pemerintah memperkuat stimulus serta kebijakan moneter.
“Tetapi jika tidak terjadi perbaikan ekonomi (tahun depan), prediksi penjualan mobil baru di Indonesia kemungkinan tetap lesu dan stagnan. Volumenya diproyeksikan hanya mencapai 700 ribu-800 ribu unit,” kata Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO belum lama ini.
Dia menegaskan pentingnya ada stimulus progresif dari pemerintah untuk kembali menggairahkan pasar otomotif Tanah Air.
Pemulihan juga bisa terjadi jika suku bunga turun signifikan dan rupiah tetap stabil serta tingkat inflasi rendah.
“Namun pemulihan ini terancam karena sinyal kebijakan pemerintah masih bertolak belakang seperti penguatan fiskal yang lambat,” tegas Yannes.
Sebagai informasi, penjualan mobil baru periode Januari-November 2025 secara retail (distribusi dari diler ke konsumen) adalah 710.084 unit. Sedangkan penyaluran dari pabrik ke diler atau wholesales tembus 739.977 unit.
Angka ini semakin mendekati revisi target Gaikindo yang ditetapkan belum lama ini yaitu 780 ribu unit.
Dengan sisa waktu satu bulan lagi, penjualan mobil baru di Desember 2025 setidaknya harus bisa tembus 60 ribu unit (wholesales) guna mencapai target Gaikindo.
Sementara di tahun depan banyak manufaktur harus menyiapkan strategi baru apabila pemerintah memutuskan tak melanjutkan insentif otomotif.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 September 2026, 07:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
27 Agustus 2026, 15:00 WIB
20 Agustus 2026, 15:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Terkini
05 September 2026, 14:16 WIB
Ajang Daihatsu Kumpul Sahabat Batam berlangsung sampai 6 September, banyak anak muda terlibat meramaikan
04 September 2026, 13:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam terselenggara di pusat perbelanjaan atas beberapa masukan dari para konsumen
04 September 2026, 11:00 WIB
Para bikers wajib menyambangi IMHAX 2026 untuk melengkapi perlengkapan berkendara yang berkeselamatan
04 September 2026, 09:00 WIB
Pameran IEE Series 2026 memasuki Energy Week, ikut dukung ekosistem kendaraan energi terbarukan di Indonesia
04 September 2026, 07:00 WIB
AUKSI memanfaatkan momentum hari pelanggan nasional untuk memberikan persembahan istimewa bagi peserta lelang
04 September 2026, 06:00 WIB
Masih ada lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
04 September 2026, 06:00 WIB
Salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang melayani pada pengendara sejak pagi, ada di BPR KS Wastu Kencana
04 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengendalikan jumlah kendaraan pribadi