Rapor Penjualan Mobil Baru September 2026: Turun 2,6 Persen
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
Penjualan mobil baru di 2026 diprediksi tak lebih dari 800 ribu unit tanpa insentif otomotif dari pemerintah
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah disinyalir tak akan mengucurkan insentif otomotif di 2026. Kendaraan ramah lingkungan seperti mobil listrik dan hybrid diyakini akan sangat terdampak.
Berbagai model elektrifikasi di Indonesia saat ini bisa dijual dengan harga kompetitif karena adanya bantuan insentif otomotif dari pemerintah.
Misalnya untuk mobil listrik dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen. Kemudian Battery Electric Vehicle (BEV) impor asalkan memiliki komitmen perakitan lokal di 2026.
Tahun depan, harga mobil listrik dan hybrid berpeluang naik tanpa adanya bantuan dari pihak pemerintah.
Di tengah pelemahan daya beli, absennya stimulus membuat penjualan mobil baru 2026 berpeluang tetap stagnan atau belum bisa tembus di atas 800 ribu unit.
Pengamat menilai, pulihnya penjualan mobil di 2026 bisa terjadi apabila pemerintah memperkuat stimulus serta kebijakan moneter.
“Tetapi jika tidak terjadi perbaikan ekonomi (tahun depan), prediksi penjualan mobil baru di Indonesia kemungkinan tetap lesu dan stagnan. Volumenya diproyeksikan hanya mencapai 700 ribu-800 ribu unit,” kata Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO belum lama ini.
Dia menegaskan pentingnya ada stimulus progresif dari pemerintah untuk kembali menggairahkan pasar otomotif Tanah Air.
Pemulihan juga bisa terjadi jika suku bunga turun signifikan dan rupiah tetap stabil serta tingkat inflasi rendah.
“Namun pemulihan ini terancam karena sinyal kebijakan pemerintah masih bertolak belakang seperti penguatan fiskal yang lambat,” tegas Yannes.
Sebagai informasi, penjualan mobil baru periode Januari-November 2025 secara retail (distribusi dari diler ke konsumen) adalah 710.084 unit. Sedangkan penyaluran dari pabrik ke diler atau wholesales tembus 739.977 unit.
Angka ini semakin mendekati revisi target Gaikindo yang ditetapkan belum lama ini yaitu 780 ribu unit.
Dengan sisa waktu satu bulan lagi, penjualan mobil baru di Desember 2025 setidaknya harus bisa tembus 60 ribu unit (wholesales) guna mencapai target Gaikindo.
Sementara di tahun depan banyak manufaktur harus menyiapkan strategi baru apabila pemerintah memutuskan tak melanjutkan insentif otomotif.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
23 September 2026, 09:00 WIB
22 September 2026, 20:01 WIB
17 September 2026, 17:00 WIB
17 September 2026, 15:00 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik MG S6 EV jadi opsi baru SUV keluarga di Indonesia, segera meluncur di pameran otomotif GAW 2026
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
Shooting brake perdana dari BYD, Danza Z9GT resmi diluncurkan ke konsumen dengan harga Rp 2,25 miliar
14 Oktober 2026, 16:12 WIB
Pasar mobil listrik kembali kedatangan produk baru, kali ini new Danza D9 dan Z9 GT diluncurkan di Tanah Air
14 Oktober 2026, 11:00 WIB
Leapmotor B03 incar konsumen urban, mobil listrik berukuran kompak yang incar konsumen area perkotaan
14 Oktober 2026, 09:00 WIB
Federal Oil terus melakukan berbagai pendekatan untuk mengembangkan pasar dengan konsistensi inovasi