20 Mobil Terlaris Februari 2026, BYD Atto 1 Unggul
16 Maret 2026, 17:08 WIB
Penjualan mobil baru di 2026 diprediksi tak lebih dari 800 ribu unit tanpa insentif otomotif dari pemerintah
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah disinyalir tak akan mengucurkan insentif otomotif di 2026. Kendaraan ramah lingkungan seperti mobil listrik dan hybrid diyakini akan sangat terdampak.
Berbagai model elektrifikasi di Indonesia saat ini bisa dijual dengan harga kompetitif karena adanya bantuan insentif otomotif dari pemerintah.
Misalnya untuk mobil listrik dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen. Kemudian Battery Electric Vehicle (BEV) impor asalkan memiliki komitmen perakitan lokal di 2026.
Tahun depan, harga mobil listrik dan hybrid berpeluang naik tanpa adanya bantuan dari pihak pemerintah.
Di tengah pelemahan daya beli, absennya stimulus membuat penjualan mobil baru 2026 berpeluang tetap stagnan atau belum bisa tembus di atas 800 ribu unit.
Pengamat menilai, pulihnya penjualan mobil di 2026 bisa terjadi apabila pemerintah memperkuat stimulus serta kebijakan moneter.
“Tetapi jika tidak terjadi perbaikan ekonomi (tahun depan), prediksi penjualan mobil baru di Indonesia kemungkinan tetap lesu dan stagnan. Volumenya diproyeksikan hanya mencapai 700 ribu-800 ribu unit,” kata Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO belum lama ini.
Dia menegaskan pentingnya ada stimulus progresif dari pemerintah untuk kembali menggairahkan pasar otomotif Tanah Air.
Pemulihan juga bisa terjadi jika suku bunga turun signifikan dan rupiah tetap stabil serta tingkat inflasi rendah.
“Namun pemulihan ini terancam karena sinyal kebijakan pemerintah masih bertolak belakang seperti penguatan fiskal yang lambat,” tegas Yannes.
Sebagai informasi, penjualan mobil baru periode Januari-November 2025 secara retail (distribusi dari diler ke konsumen) adalah 710.084 unit. Sedangkan penyaluran dari pabrik ke diler atau wholesales tembus 739.977 unit.
Angka ini semakin mendekati revisi target Gaikindo yang ditetapkan belum lama ini yaitu 780 ribu unit.
Dengan sisa waktu satu bulan lagi, penjualan mobil baru di Desember 2025 setidaknya harus bisa tembus 60 ribu unit (wholesales) guna mencapai target Gaikindo.
Sementara di tahun depan banyak manufaktur harus menyiapkan strategi baru apabila pemerintah memutuskan tak melanjutkan insentif otomotif.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Maret 2026, 17:08 WIB
09 Maret 2026, 11:26 WIB
05 Maret 2026, 14:00 WIB
01 Maret 2026, 12:00 WIB
28 Februari 2026, 19:59 WIB
Terkini
17 Maret 2026, 19:00 WIB
Pasar mobil LCGC alami peningkatan sampai 6,7 persen pada Februari 2026 jika dibandingkan dengan awal tahun
17 Maret 2026, 17:00 WIB
Masyarakat diimbau untuk mengatur waktu keberangkatan mudik Lebaran 2026 agar tidak terjebak macet panjang
17 Maret 2026, 15:50 WIB
Piaggio berikan penyegaran pada lima model Vespa andalan, mesin jadi 180 cc ditambah ubahan desain dan warna
17 Maret 2026, 13:00 WIB
Jelang Lebaran 28 persen kendaraan di Jakarta diklaim mulai bergerak meninggalkan Ibu Kota buat mudik
17 Maret 2026, 11:00 WIB
Terdapat beberapa kelebihan pada Mitsubishi Destinator yang memberikan kenyamanan bagi seluruh keluarga
17 Maret 2026, 09:00 WIB
Ada etika berkendara yang patut jadi perhatian seluruh pengguna mobil, termasuk di area parkir sekalipun
17 Maret 2026, 07:00 WIB
Deretan mobil mewah di Indonesia mencatatkan hasil penjualan retail yang positif sepanjang Februari 2026
17 Maret 2026, 06:00 WIB
Sebelum mudik Lebaran 2026, Anda bisa mengunjungi SIM keliling Bandung untuk mengurus dokumen berkendara