Penjualan Mobil Juli 2026 Kembali Membaik, Tumbuh 3,6 Persen
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Toyota bawa perusahaan lokal Indonesia ke kancah dunia dengan mengenalkannya ke berbagai perusahaan asing
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) berpartisipasi dalam acara ‘Indonesia Japan The 2nd Auto Parts Business Forum’. Event yang diselenggarakan di Nagoya, Jepang ini merupakan bagian dari perayaan hubungan diplomasi antara Indonesia-Jepang ke 65 tahun.
Indonesia-Japan Auto Parts Business Forum merupakan acara yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia dan didukung oleh Konsul Kehormatan Republik Indonesia di Nagoya, Jepang. Tujuannya adalah menjembatani perusahaan komponen otomotif skala kecil maupun menengah di Indonesia dengan perusahaan produksi besar di Jepang.
Terlebih Jepang telah menjadi salah satu investor terbesar bagi Indonesia. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi otomotif asal Jepang mencapai USD525.48 juta sepanjang semester I 2023 dari total penanaman modal otomotif sebesar USD744.43 juta.
Dalam dalam siaran pers disampaikan bahwa TMMIN mengajak 29 perusahaan rantai pasok tier 1-2. Perlu diketahui bahwa mereka telah menaungi lebih dari 205 supplier di seluruh Indonesia.
“Toyota bawa perusahaan lokal ke acara Indonesia Japan The 2nd Auto Parts Business Forum untuk menjembatani mereka membuka peluang kerja sama di skala internasional dan sebagai upaya benchmark bersama rantai pasok industri otomotif Jepang,” ungkap Bob Azam Wakil Presiden Direktur PT TMMIN di Nagoya, Jepang (27/10)
Selain itu, Toyota juga berusaha mempertahankan peran Indonesia sebagai pusat produksi dan ekspor kendaraan dunia. Salah satunya adalah memastikan produk-produknya diterima di berbagai negara khususnya kawasan Asia, Timur Tengah, Afrika, Amerika Selatan hingga Australia.
Selain melakukan penguatan rantai pasokan lokal, Toyota Indonesia juga bersiap menyambut era elektrifikasi. Menurut mereka, transisi dari kendaraan berteknologi ICE menuju elektrifikasi memerlukan proses untuk eskalasi kapabilitas rantai pasok.
“Tahun ini kolaborasi dan kemitraan ditingkatkan dengan melibatkan lebih banyak stakeholders mulai dari auto maker, part maker hingga asosiasi yang menaunginya. Kami berharap bisa memberi hasil nyata dalam membuka potensi akses investasi di masa depan,” tegas Bob Azam.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
06 Agustus 2026, 20:28 WIB
05 Agustus 2026, 22:00 WIB
04 Agustus 2026, 20:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda