Mobil Diduga Toyota RAV4 2026 Terdaftar di Indonesia
10 Desember 2025, 13:00 WIB
Toyota bawa perusahaan lokal Indonesia ke kancah dunia dengan mengenalkannya ke berbagai perusahaan asing
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) berpartisipasi dalam acara ‘Indonesia Japan The 2nd Auto Parts Business Forum’. Event yang diselenggarakan di Nagoya, Jepang ini merupakan bagian dari perayaan hubungan diplomasi antara Indonesia-Jepang ke 65 tahun.
Indonesia-Japan Auto Parts Business Forum merupakan acara yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia dan didukung oleh Konsul Kehormatan Republik Indonesia di Nagoya, Jepang. Tujuannya adalah menjembatani perusahaan komponen otomotif skala kecil maupun menengah di Indonesia dengan perusahaan produksi besar di Jepang.
Terlebih Jepang telah menjadi salah satu investor terbesar bagi Indonesia. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi otomotif asal Jepang mencapai USD525.48 juta sepanjang semester I 2023 dari total penanaman modal otomotif sebesar USD744.43 juta.
Dalam dalam siaran pers disampaikan bahwa TMMIN mengajak 29 perusahaan rantai pasok tier 1-2. Perlu diketahui bahwa mereka telah menaungi lebih dari 205 supplier di seluruh Indonesia.
“Toyota bawa perusahaan lokal ke acara Indonesia Japan The 2nd Auto Parts Business Forum untuk menjembatani mereka membuka peluang kerja sama di skala internasional dan sebagai upaya benchmark bersama rantai pasok industri otomotif Jepang,” ungkap Bob Azam Wakil Presiden Direktur PT TMMIN di Nagoya, Jepang (27/10)
Selain itu, Toyota juga berusaha mempertahankan peran Indonesia sebagai pusat produksi dan ekspor kendaraan dunia. Salah satunya adalah memastikan produk-produknya diterima di berbagai negara khususnya kawasan Asia, Timur Tengah, Afrika, Amerika Selatan hingga Australia.
Selain melakukan penguatan rantai pasokan lokal, Toyota Indonesia juga bersiap menyambut era elektrifikasi. Menurut mereka, transisi dari kendaraan berteknologi ICE menuju elektrifikasi memerlukan proses untuk eskalasi kapabilitas rantai pasok.
“Tahun ini kolaborasi dan kemitraan ditingkatkan dengan melibatkan lebih banyak stakeholders mulai dari auto maker, part maker hingga asosiasi yang menaunginya. Kami berharap bisa memberi hasil nyata dalam membuka potensi akses investasi di masa depan,” tegas Bob Azam.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Desember 2025, 13:00 WIB
10 Desember 2025, 10:00 WIB
08 Desember 2025, 18:00 WIB
08 Desember 2025, 13:00 WIB
08 Desember 2025, 10:00 WIB
Terkini
14 Desember 2025, 19:00 WIB
Ada beragam tujuan touring motor yang bisa disambangi saat libur Nataru 2025-2026, seperti ke Ciwidey Bandung
14 Desember 2025, 17:00 WIB
Daihatsu Terios dimanfaatkan sebagai teman setia setiap perjalanan karena performanya yang bisa diandalkan
14 Desember 2025, 15:00 WIB
Forwot Car of The Year 2025 siap digelar dengan menilai lebih dari 50 mobil yang baru meluncur di Indonesia
14 Desember 2025, 13:00 WIB
Sebanyak 60 persen konsumen beli kendaraan secara kredit, BYD akan permudah lewat perusahaan leasing mandiri
14 Desember 2025, 11:00 WIB
BYD telah menerima masukan dari pemerintah Indonesia terkait pembangunan pabrik mereka di Subang, Jawa Barat
14 Desember 2025, 09:00 WIB
Di Vietnam Mitsubishi Destinator dibanderol mulai 780 juta VND atau setara Rp 493,9 jutaan untuk tipe terendah
13 Desember 2025, 22:00 WIB
Mitsubishi Fuso berharap pemerintah turun tangan untuk memperbaiki situasi pasar kendaraan niaga di Indonesia
13 Desember 2025, 21:00 WIB
Mobil rakyat memiliki konsep yang serupa dengan AMMDes, membantu mobilitas dan logistik masyarakat desa