BYD Siap Rajai Pasar Kei Car Jepang, Boyong Veteran Nissan
20 Mei 2026, 13:55 WIB
BYD mulai menambah kapasitas produk mobil listrik mereka, selain itu turut merekrut ribuan pekerja baru
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Niat BYD (Build Your Dreams) pimpin pasar mobil listrik global nampaknya masih belum pudar. Menyusul tingginya permintaan konsumen, mereka tambah kapasitas produksi EV dan merekrut ribuan pekerja baru.
Dilansir dari CNevpost, Kamis (7/11) selama tiga bulan belakangan manufaktur asal negeri tirai bambu itu menambah kapasitas di fasilitas mereka guna mendukung pertumbuhan penjualan global yang diklaim pesat.
Hal ini sebelumnya diungkapkan oleh He Zhiqi, Executive Vice President BYD pada 2 November 2024 di akun media sosial Tiongkok, Weibo.
Walaupun tidak dijelaskan secara rinci, kapasitas pabriknya ditingkatkan sampai 200 ribu unit sepanjang Agustus sampai Oktober. Lalu ada sekitar 200 ribu pekerja pabrik baru di fasilitas itu.
“Di November kita akan terus bekerja keras dan mencoba semua peluang untuk melihat, apakah kita bisa sedikit lebih maju,” tulis He Zhiqi di akun pribadinya seperti dikutip oleh CNevPost.
Sebagai informasi, per Maret 2022 BYD telah menghentikan produksi maupun penjualan kendaraan bermesin konvensional atau ICE (Internal Combustion Engine) serta berfokus ke mobil listrik murni juga PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle).
Jika dihitung secara keseluruhan pada periode Januari sampai pertengahan 2023, model BEV dan PHEV menyumbang sekitar 50 persen penjualan total BYD.
Berbeda dengan di pasar Indonesia, penjualan BYD di negara asalnya justru didominasi PHEV. Sepanjang Januari-Oktober 2024 menembus angka 1,87 jutaan unit, naik 62,23 persen year-on-year.
Bahkan di China, BYD berhasil membalap Tesla sebagai manufaktur terlaris. Mereka menguasai 35,7 persen penjualan NEV (New Energy Vehicle) alias kendaraan ramah lingkungan yang mencakup BEV maupun PHEV, angkanya 500.526 unit.
Tesla harus puas menempati posisi kelima karena hanya menjual 68.280 unit. Di atasnya ada Changan 85.272 unit, SAIC-GM-Wuling 96.172 unit dan Geely 108.722 unit.
Sedangkan di pasar Indonesia, Wholesales BYD periode Juni sampai September juga mencatatkan hasil memuaskan di 8.536 unit, sumbang 1,3 persen dari total pengiriman pabrik ke diler secara nasional.
BYD menawarkan empat model mobil listrik murni di RI yaitu Dolphin, Atto 3, Seal dan M6. Harganya berkisar dari Rp 300 jutaan sampai Rp 700 jutaan ke atas.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
20 Mei 2026, 13:55 WIB
19 Mei 2026, 21:00 WIB
19 Mei 2026, 17:00 WIB
19 Mei 2026, 15:42 WIB
18 Mei 2026, 22:39 WIB
Terkini
20 Mei 2026, 13:55 WIB
Hirohide Tagawa dipercaya untuk melakukan pengembangan kei car BYD demi mematangkan kehadiran Racco di Jepang
20 Mei 2026, 07:00 WIB
BlackAuto Battle 2026 kembali hadir dan mengusung konsep baru untuk bisa memenuhi kebutuhan para peserta
20 Mei 2026, 06:02 WIB
Melayani perpanjangan masa berlaku SIM A dan C, simak syarat dan biaya yang dibutuhkan di SIM keliling Jakarta
20 Mei 2026, 06:00 WIB
Sedikit mengurangi kemacetan Ibu Kota, Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan para petugas di lapangan
20 Mei 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang
19 Mei 2026, 21:00 WIB
Volvo EX90 meramaikan segmen SUV premium di Indonesia, jadi opsi di samping mobil listrik BMW iX dan Kia EV9
19 Mei 2026, 19:36 WIB
Jika Anda sedang berniat untuk membeli kendaraan roda dua, ada baiknya melihat harga motor matic murah dahulu
19 Mei 2026, 17:00 WIB
Varian PHEV dari BYD M6 mulai diperkenalkan ke konsumen, meskipun harga dan spesifikasinya masih gelap