Penjualan Mobil Listrik di China Diprediksi Melambat pada 2026
29 Desember 2025, 19:00 WIB
BYD mulai menambah kapasitas produk mobil listrik mereka, selain itu turut merekrut ribuan pekerja baru
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Niat BYD (Build Your Dreams) pimpin pasar mobil listrik global nampaknya masih belum pudar. Menyusul tingginya permintaan konsumen, mereka tambah kapasitas produksi EV dan merekrut ribuan pekerja baru.
Dilansir dari CNevpost, Kamis (7/11) selama tiga bulan belakangan manufaktur asal negeri tirai bambu itu menambah kapasitas di fasilitas mereka guna mendukung pertumbuhan penjualan global yang diklaim pesat.
Hal ini sebelumnya diungkapkan oleh He Zhiqi, Executive Vice President BYD pada 2 November 2024 di akun media sosial Tiongkok, Weibo.
Walaupun tidak dijelaskan secara rinci, kapasitas pabriknya ditingkatkan sampai 200 ribu unit sepanjang Agustus sampai Oktober. Lalu ada sekitar 200 ribu pekerja pabrik baru di fasilitas itu.
“Di November kita akan terus bekerja keras dan mencoba semua peluang untuk melihat, apakah kita bisa sedikit lebih maju,” tulis He Zhiqi di akun pribadinya seperti dikutip oleh CNevPost.
Sebagai informasi, per Maret 2022 BYD telah menghentikan produksi maupun penjualan kendaraan bermesin konvensional atau ICE (Internal Combustion Engine) serta berfokus ke mobil listrik murni juga PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle).
Jika dihitung secara keseluruhan pada periode Januari sampai pertengahan 2023, model BEV dan PHEV menyumbang sekitar 50 persen penjualan total BYD.
Berbeda dengan di pasar Indonesia, penjualan BYD di negara asalnya justru didominasi PHEV. Sepanjang Januari-Oktober 2024 menembus angka 1,87 jutaan unit, naik 62,23 persen year-on-year.
Bahkan di China, BYD berhasil membalap Tesla sebagai manufaktur terlaris. Mereka menguasai 35,7 persen penjualan NEV (New Energy Vehicle) alias kendaraan ramah lingkungan yang mencakup BEV maupun PHEV, angkanya 500.526 unit.
Tesla harus puas menempati posisi kelima karena hanya menjual 68.280 unit. Di atasnya ada Changan 85.272 unit, SAIC-GM-Wuling 96.172 unit dan Geely 108.722 unit.
Sedangkan di pasar Indonesia, Wholesales BYD periode Juni sampai September juga mencatatkan hasil memuaskan di 8.536 unit, sumbang 1,3 persen dari total pengiriman pabrik ke diler secara nasional.
BYD menawarkan empat model mobil listrik murni di RI yaitu Dolphin, Atto 3, Seal dan M6. Harganya berkisar dari Rp 300 jutaan sampai Rp 700 jutaan ke atas.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Desember 2025, 19:00 WIB
29 Desember 2025, 17:06 WIB
29 Desember 2025, 15:00 WIB
29 Desember 2025, 14:13 WIB
29 Desember 2025, 10:00 WIB
Terkini
30 Desember 2025, 08:00 WIB
Fitur dashcam pada Suzuki XL7 Hybrid bekas menjadi salah satu pelanggan melakukan pembelian ketimbang model lain
30 Desember 2025, 07:00 WIB
Arus balik Natal dan tahun baru 2026 mulai terlihat sehingga Polda Metro Jaya menyiapkan langkah antisipasi
30 Desember 2025, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang belum terlewat dari tanggal masa berlaku
30 Desember 2025, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta tetap akan digelar meski rencananya akan ada aksi unjuk rasa dari ribuan buruh di Ibu Kota
30 Desember 2025, 06:00 WIB
Demi memudahkan para pengendara, kepolisian tetap menghadirkan berbagai fasilitas seperti SIM keliling Bandung
29 Desember 2025, 19:00 WIB
Berakhirnya insentif dari pemerintah membuat kinerja penjualan mobil listrik di Cina pada tahun depan turun
29 Desember 2025, 18:00 WIB
Aprilia menunjukan kemajuan sangat signifikan dalam hal pengembangan motor balap milik Marco Bezzecchi
29 Desember 2025, 17:06 WIB
Bocoran tampilan interior Wuling Almaz Darion mulai terungkap di laman DJKI, pakai basis SUV Xingguang 560