Flash Charging BYD Hanya Ekstra Cepat Untuk Model Terbaru
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Kehadiran produk asal China akan sebabkan perang harga mobil listrik di Eropa dan ancam pabrikan lokal
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Perang harga mobil listrik di Eropa akan menjadi kenyataan setelah produsen China mengembangkan pasarnya ke Benua Biru. Kondisi tersebut membuat pabrikan lokal terancam karena model yang mereka jual memiliki banderol lebih mahal sehingga sulit berkompetisi.
Hal ini disampaikan oleh Carlos Tavares, CEO Stellantis beberapa waktu lalu. Menurutnya bila tidak ada kebijakan politik untuk mendukung maka produsen mobil Eropa seperti grup Stellantis (Peugeot PSA Group, Chrysler, Opel, Citroen, Dodge dan masih banyak lagi), BMW dan Volkswagen akan terancam.
“Perbedaan harga antara kendaraan Eropa dan China sangat signifikan. Jika tidak ada perubahan dalam situasi saat ini maka pelanggan Eropa dari kelas menegah akan beralih ke mobil China,” ungkapnya.
Ia bahkan mengibaratkan para produsen mobil Eropa sekarang tengah berjuang dengan satu tangan terikat di belakang. Pasalnya ada aturan di Eropa yang membuat kendaraan buatan benua biru lebih mahal 40 persen dibandingkan produk China.
Sebagai contoh MG4 EV varian terendah dijual USD 13.000 atau setara Rp201 juta lebih murah dibanding Volkswagen ID.3 termurah. Selisih harga tersebut dinilai cukup jauh sehingga sulit berkompetisi di pasar.
Keresahannya memang sangat beralasan mengingat kejadian serupa pernah terjadi beberapa dekade lalu. Pada 1960-an dan 1970-an telah terjadi persaingan industri sepeda motor Inggris melawan kendaraan roda dua asal Jepang.
Tavares pun menambahkan bahwa bila para pemimpin negara-negara Eropa gagal memberikan dukungan, maka mereka terpaksa memindahkan lokasi pabrik. Hal ini harus dilakukan untuk mengurangi biaya produksi serta bersaing dengan model asal China.
Ia bahkan memberikan beberapa saran untuk dijadikan solusi altenatif agar kondisi terburuk dapat terhindari. Salah satunya adalah dengan melakukan perubahan kesepakatan perdagangan yang bisa membatasi industri Eropa di China.
Langkah ini tentu tidak populer karena sejumlah perusahaan Jerman akan menentangnya. Bagaimana pun politisi Eropa harus menghadapi beragam pilihan sulit namun mereka harus mengambil keputusan secara cepat.
“Jika tidak ada langkah signifikan yang dilakukan oleh para pemimpin Uni Eropa maka perang perdangan dapat terjadi secara mengerikan,” tegasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan