Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Perang harga yang terjadi antara para pabrikan mobil Cina diprediksi akan semakin ketat di masa mendatang
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Saat ini banyak pabrikan mobil Cina melakukan perang harga. Mereka berlomba-lomba untuk memberikan diskon cukup besar.
Hal itu dilakukan untuk mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya. Sehingga membuat persaingan menjadi tidak sehat.
Kondisi tersebut ternyata sudah menjadi sorotan sejumlah pihak. Sebab perang harga ditakutkan membawa dampak negatif.
Seperti ancaman kebangkrutan sampai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang sering terjadi akhir-akhir ini.
Akan tetapi perang harga mobil Cina sekarang digadang-gadang sebagai sebuah hidangan pembuka.
“Persaingan akan menjadi lebih ketat dalam lima tahun ke depan,” ujar He Xiaopeng, CEO Xpeng seperti disitat dari CNBC, Sabtu (07/06).
Petinggi produsen mobil listrik asal Tiongkok ini mengatakan bahwa perang harga yang sekarang berlangsung masih belum mencapai puncaknya.
Sehingga dia mengungkapkan persaingan para perusahaan kendaraan roda empat di Negeri Tirai Bambu bakal kian ketat.
“Ini hanya hidangan pembuka dari apa yang akan datang,” tegas Xiaopeng.
Hal senada turut dilontarkan oleh seorang analis dari Nomura. Dia mengatakan persaingan pabrikan Cina belum menyentuh titik paling tinggi.
“Mengingat situasi kelebihan pasokan saat ini di pasar otomotif Cina, kami yakin fase persaingan paling ketat belum terjadi,” tutur dia.
Di sisi lain Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Cina coba memperingati BYD, Geely, Chery serta pabrikan lain agar tidak meneruskan perang harga.
“Potongan harga yang ugal-ugalan dapat merusak investasi penelitian dan pengembangan (produk),” ungkap seorang pejabat MIIT (Cina Ministry of Industry and Information Technology) di Xinhua.
Selain itu diskon dari para pabrikan mobil Cina juga dinilai dapat menurunkan kualitas produk maupun layanan mereka. Kemudian bisa menyebabkan masalah keselamatan yang merugikan hak-hak konsumen.
“Tidak ada pemenang dalam perang harga. Apalagi masa depan yang terjamin,” lanjut dia.
MIIT pun akan berupaya untuk mengendalikan persaingan yang merugikan di sektor otomotif. Salah satu cara dengan mendorong peningkatan struktur industri serta memperkuat inspeksi acak guna menjaga kualitas produk.
Selanjutnya mereka juga bakal menggandeng otoritas terkait dalam memerangi persaingan tidak sehat serta berencana membuat sebuah regulasi bila diperlukan.
Sekadar mengingatkan, BYD menjadi salah satu produsen mobil listrik asal Cina yang memberikan diskon untuk 20 model produknya.
Potongan harga yang diberikan oleh BYD ternyata direspons oleh para pesaing. Mulai dari Geely serta Chery dengan strategi serupa.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
01 September 2026, 07:00 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
28 Agustus 2026, 15:00 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan