Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat
15 Mei 2026, 21:21 WIB
Perang harga yang terjadi antara para pabrikan mobil Cina diprediksi akan semakin ketat di masa mendatang
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Saat ini banyak pabrikan mobil Cina melakukan perang harga. Mereka berlomba-lomba untuk memberikan diskon cukup besar.
Hal itu dilakukan untuk mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya. Sehingga membuat persaingan menjadi tidak sehat.
Kondisi tersebut ternyata sudah menjadi sorotan sejumlah pihak. Sebab perang harga ditakutkan membawa dampak negatif.
Seperti ancaman kebangkrutan sampai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang sering terjadi akhir-akhir ini.
Akan tetapi perang harga mobil Cina sekarang digadang-gadang sebagai sebuah hidangan pembuka.
“Persaingan akan menjadi lebih ketat dalam lima tahun ke depan,” ujar He Xiaopeng, CEO Xpeng seperti disitat dari CNBC, Sabtu (07/06).
Petinggi produsen mobil listrik asal Tiongkok ini mengatakan bahwa perang harga yang sekarang berlangsung masih belum mencapai puncaknya.
Sehingga dia mengungkapkan persaingan para perusahaan kendaraan roda empat di Negeri Tirai Bambu bakal kian ketat.
“Ini hanya hidangan pembuka dari apa yang akan datang,” tegas Xiaopeng.
Hal senada turut dilontarkan oleh seorang analis dari Nomura. Dia mengatakan persaingan pabrikan Cina belum menyentuh titik paling tinggi.
“Mengingat situasi kelebihan pasokan saat ini di pasar otomotif Cina, kami yakin fase persaingan paling ketat belum terjadi,” tutur dia.
Di sisi lain Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Cina coba memperingati BYD, Geely, Chery serta pabrikan lain agar tidak meneruskan perang harga.
“Potongan harga yang ugal-ugalan dapat merusak investasi penelitian dan pengembangan (produk),” ungkap seorang pejabat MIIT (Cina Ministry of Industry and Information Technology) di Xinhua.
Selain itu diskon dari para pabrikan mobil Cina juga dinilai dapat menurunkan kualitas produk maupun layanan mereka. Kemudian bisa menyebabkan masalah keselamatan yang merugikan hak-hak konsumen.
“Tidak ada pemenang dalam perang harga. Apalagi masa depan yang terjamin,” lanjut dia.
MIIT pun akan berupaya untuk mengendalikan persaingan yang merugikan di sektor otomotif. Salah satu cara dengan mendorong peningkatan struktur industri serta memperkuat inspeksi acak guna menjaga kualitas produk.
Selanjutnya mereka juga bakal menggandeng otoritas terkait dalam memerangi persaingan tidak sehat serta berencana membuat sebuah regulasi bila diperlukan.
Sekadar mengingatkan, BYD menjadi salah satu produsen mobil listrik asal Cina yang memberikan diskon untuk 20 model produknya.
Potongan harga yang diberikan oleh BYD ternyata direspons oleh para pesaing. Mulai dari Geely serta Chery dengan strategi serupa.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Mei 2026, 21:21 WIB
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
Terkini
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia