Ambisi Bos Chery Saingi Toyota dan Tesla Demi Kuasai Pasar Global
30 April 2026, 15:00 WIB
Bos Toyota menyebutkan penyebab terjadinya skandal uji keselamatan yang dialami oleh Daihatsu baru-baru ini
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Daihatsu Motor Co selaku anak perusahaan Toyota Motor Corp tersandung skandal uji keselamatan. DIkabarkan bahwa kantor Daihatsu Motor Co dirazia oleh pemerintah Jepang dan memaksa mereka menangguhkan seluruh pengiriman unit.
Tidak hanya Daihatsu, namun beberapa produk Toyota juga ikut terkena imbas dari peristiwa tersebut. Disebutkan bahwa puluhan model mobil dari kedua merek di atas harus disetop pengirimannya.
Seperti diwartakan KatadataOTO kemarin (20/12), Daihatsu memanipulasi tes tabrak atau Crash Test pada 88 ribu unit. Adapun jumlah itu termasuk kendaraan yang dijual menggunakan merek Toyota.
Lebih jauh dikabarkan Reuters skandal uji keselamatan juga ikut menyeret merek lain yakni Mazda dan Subaru untuk pasar domestic Jepang. Sementara merek Daihatsu dan Toyota berlaku hingga produk global.
Toyota sebagai brand otomotif global populer di dunia. Kualitas pabrik dalam menghasilkan unit sudah tidak perlu lagi diragukan.
Namun ternyata praktik merek berlambang T itu tidak dilakoni oleh Daihatsu. Hal tersebut diungkapkan oleh petinggi Toyota seperti disitat dari Nikkei Asia.
“Genchi Genbutsu adalah konsep yang penting bagi kami, namun disadari bahwa kami memiliki kekurangan dalam bidang ini,” kata Hiroki Nakajima, Wakil Presiden Toyota dikutip Nikkei Asia (21/12).
Istilah Genchi Genbutsu merupakan bahasa Jepang dengan makna “pergi dan lihat sendiri”. Hal itu mengacu pada pembelajaran di tempat dan pemecahan masalah.
“Kami telah memupuk kemampuan untuk berhenti jika ada masalah, memeriksa situasi di lokasi dan mengambil tindakan yang diperlukan,” jelas Nakajima.
Disebutkan lebih lanjut bahwa hanya sedikit eksekutif Daihatsu melakukan kunjungan ke lapangan. Hal ini dianggap sebagai akar dari permasalahan.
Pengawasan Toyota terhadap anak perusahaan dipertanyakan. Karena beberapa masalah muncul pada anak perusahaan mereka tidak cuma Daihatsu.
Sebut saja kasus Hino dengan manipulasi standar emisi gas buang. Lalu adapula pemasok komponen otomotif Denso yang mengirimkan pompa bahan bakar rusak sehingga harus ditarik kembali.
Kerja sama Toyota dan Daihatsu sendiri sebenarnya telah terjalin selama lebih dari setengah abad. Namun disebutkan mereka mengutamakan independensi unit.
Berdasarkan laporan Bloomberg bahwa saham Toyota Motor Corp merosot tajam dalam 18 bulan terakhir. Saham brand otomotif kenamaan di dunia itu turun sebanyak 5 persen pada awal perdagangan.
Dikatakan kemerosotan ini merupakan yang terbesar sejak Mei 2022.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 April 2026, 15:00 WIB
24 April 2026, 07:00 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
22 April 2026, 12:31 WIB
21 April 2026, 07:00 WIB
Terkini
01 Mei 2026, 16:20 WIB
Para buruh di Indonesia mendapatkan kado pada Mayday 2026, sebab harga BBM di seluruh SPBU tidak naik
01 Mei 2026, 16:17 WIB
Concept97 bakal diluncurkan sebagai Freelander 8, bakal tersedia dalam opsi EV maupun hybrid model PHEV
01 Mei 2026, 06:00 WIB
Kepolisian di Kota Kembang tetap menghadirkan SIM keliling Bandung di dua tempat berbeda pada Jumat (01/05)
30 April 2026, 19:00 WIB
Pameran modifikasi The Elite Showcase 2026 bakal digelar di ICE BSD, Tangerang pada 9-10 Mei mendatang
30 April 2026, 17:00 WIB
Chery OMODA C5 hadir dengan menawarkan kenyamanan lebih dan diharapkan bisa menggantikan E5 di masa mendatang
30 April 2026, 15:00 WIB
Demi menguasai pasar otomotif di seluruh dunia, pendiri Chery mengaku telah menyiapkan strategi 'double T'
30 April 2026, 13:35 WIB
Lepas memperkenalkan sejumlah produk andalan di Auto China 2026, salah satunya adalah mobil listrik L4
30 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung melayani para pemilik motor dan mobil yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini