Gaikindo Berharap Daerah Lain Ikut Berikan Insentif Mobil Listrik
08 Mei 2026, 17:49 WIB
Harga mobil baru di Indonesia naik tujuh persen tiap tahun, manufaktur sebut ada berbagai faktor di baliknya
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Daya beli masyarakat di sektor otomotif dinilai belum membaik sepenuhnya. Ada banyak tantangan yang dihadapi oleh industri maupun konsumen.
Ditambah lagi faktanya, pengamat menyorot bahwa harga mobil baru di Indonesia naik tujuh persen setiap tahunnya.
Terlihat dari banderol Low Cost Green Car (LCGC) yang dahulu dijual di bawah Rp 100 jutaan saat peluncuran perdananya di 2013.
“Di 2013, LCGC mulai Rp 85 jutaan. Tiap tahun naik tujuh persen, akar masalahnya itu,” kata Yannes Martinus Pasaribu, akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) dan pengamat otomotif, di Tangerang beberapa waktu lalu.
Selain itu, kenaikan harga mobil tampak tidak diiringi kenaikan pendapatan masyarakat. Sehingga daya beli kebutuhan tersier tidak ikut naik.
“Tadi disebutkan di Malaysia stabil harganya. Tetapi di kita naik tujuh persen, ini bisa ditanyakan (ke pelaku industri),” kata Yannes.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sebagai produsen mengungkapkan ada alasan di balik naiknya harga mobil setiap tahun.
“Sebetulnya kenaikan itu bukan yang kita mau, artinya ketika kita impor ada efek exchange rate fluktuatif. Rupiah melemah, kita beli semakin mahal,” ungkap Shodiq Wicaksono, Managing Director PT SIS dalam kesempatan sama.
Dia menjelaskan, sebagian material kendaraan yang masih diimpor ikut kena dampak saat terjadi ketidakstabilan nilai tukar mata uang.
Meskipun jika ditelaah lebih rinci, Shodiq menegaskan masih ada banyak faktor lain penyebab harga mobil mengalami kenaikan tujuh persen per tahun.
Misalnya kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) jadi 12 persen yang diberlakukan di 2025. Kebijakan itu disebut membuat harga mobil baru mengalami kenaikan dari Rp 2 juta sampai Rp 4 jutaan ke atas.
“Harapannya mungkin tadi dari sisi perbaikan kondisi ekonomi. Pendatapan (masyarakat) lebih tinggi, akhirnya bisa menstimulasi (penjualan mobil),” kata Shodiq.
Sekadar informasi, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) disebut berniat melakukan revisi target penjualan imbas kondisi yang tak kunjung membaik sampai pertengahan 2025.
“Saya akan lihat bulan Juli (atau) Agustus, kita akan lakukan revisi atau tidak. Tetapi rasanya mungkin akan ada revisi,” kata Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo.
Sebelumnya target awal wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) mobil baru adalah 850 ribu kendaraan dengan potensi koreksi 750 ribu unit.
Sempat ada proyeksi bahwa kenaikan masih mungkin terjadi, dengan angka maksimum 900 ribu unit.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
08 Mei 2026, 17:49 WIB
06 Mei 2026, 15:00 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
20 April 2026, 21:20 WIB
18 April 2026, 10:07 WIB
Terkini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung