Penjualan Mobil Agustus 2026 Sentuh Angka Tertinggi Tahun Ini
11 September 2026, 16:01 WIB
Harga mobil baru di Indonesia naik tujuh persen tiap tahun, manufaktur sebut ada berbagai faktor di baliknya
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Daya beli masyarakat di sektor otomotif dinilai belum membaik sepenuhnya. Ada banyak tantangan yang dihadapi oleh industri maupun konsumen.
Ditambah lagi faktanya, pengamat menyorot bahwa harga mobil baru di Indonesia naik tujuh persen setiap tahunnya.
Terlihat dari banderol Low Cost Green Car (LCGC) yang dahulu dijual di bawah Rp 100 jutaan saat peluncuran perdananya di 2013.
“Di 2013, LCGC mulai Rp 85 jutaan. Tiap tahun naik tujuh persen, akar masalahnya itu,” kata Yannes Martinus Pasaribu, akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) dan pengamat otomotif, di Tangerang beberapa waktu lalu.
Selain itu, kenaikan harga mobil tampak tidak diiringi kenaikan pendapatan masyarakat. Sehingga daya beli kebutuhan tersier tidak ikut naik.
“Tadi disebutkan di Malaysia stabil harganya. Tetapi di kita naik tujuh persen, ini bisa ditanyakan (ke pelaku industri),” kata Yannes.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sebagai produsen mengungkapkan ada alasan di balik naiknya harga mobil setiap tahun.
“Sebetulnya kenaikan itu bukan yang kita mau, artinya ketika kita impor ada efek exchange rate fluktuatif. Rupiah melemah, kita beli semakin mahal,” ungkap Shodiq Wicaksono, Managing Director PT SIS dalam kesempatan sama.
Dia menjelaskan, sebagian material kendaraan yang masih diimpor ikut kena dampak saat terjadi ketidakstabilan nilai tukar mata uang.
Meskipun jika ditelaah lebih rinci, Shodiq menegaskan masih ada banyak faktor lain penyebab harga mobil mengalami kenaikan tujuh persen per tahun.
Misalnya kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) jadi 12 persen yang diberlakukan di 2025. Kebijakan itu disebut membuat harga mobil baru mengalami kenaikan dari Rp 2 juta sampai Rp 4 jutaan ke atas.
“Harapannya mungkin tadi dari sisi perbaikan kondisi ekonomi. Pendatapan (masyarakat) lebih tinggi, akhirnya bisa menstimulasi (penjualan mobil),” kata Shodiq.
Sekadar informasi, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) disebut berniat melakukan revisi target penjualan imbas kondisi yang tak kunjung membaik sampai pertengahan 2025.
“Saya akan lihat bulan Juli (atau) Agustus, kita akan lakukan revisi atau tidak. Tetapi rasanya mungkin akan ada revisi,” kata Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo.
Sebelumnya target awal wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) mobil baru adalah 850 ribu kendaraan dengan potensi koreksi 750 ribu unit.
Sempat ada proyeksi bahwa kenaikan masih mungkin terjadi, dengan angka maksimum 900 ribu unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 September 2026, 16:01 WIB
10 September 2026, 07:00 WIB
09 September 2026, 20:17 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
27 Agustus 2026, 15:00 WIB
Terkini
13 September 2026, 19:55 WIB
Marc Marquez kembali mendominasi dan ada di puncak klasemen sementara setelah MotoGP San Marino 2026
13 September 2026, 18:11 WIB
Astra Financial menunjukkan komitmennya akan penguatan literasi keuangan di Indonesia mencetak Duta OJK Peduli
13 September 2026, 17:47 WIB
YIMM baru saja menggelar acara Yamaha Dirt Bike Experience chapter Skill Up berlokasi di Sirkuit Cibereum
12 September 2026, 22:30 WIB
Varian terendah GWM Wey G9 dibekali teknologi hybrid dengan harga Rp 1,15 miliar on the road Jakarta
12 September 2026, 21:41 WIB
Asuransi Astra memasuki usia 70 tahun dengan menjaga kepercayaan para pelanggan dengan sejumlah terobosan
12 September 2026, 21:09 WIB
Marquez melanjutkan tren positif, usai meraih kemenangan dengan mudah di sprint race MotoGP San Marino 2026
12 September 2026, 11:00 WIB
Menyitat data resmi AISI, wholesales motor baru pada Agustus 2026 hanya berada di angka 596.461 unit saja
12 September 2026, 09:00 WIB
Marquez berpotensi keluar sebagai pemenang di MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano pada akhir pekan nanti