Menilik Penjualan Merek Jepang-Korea Pasca Kehadiran Mobil Cina
14 Januari 2026, 15:00 WIB
Penjualan truk 2025 di Indonesia turun signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu sehingga perlu dapat perhatian
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meski penjualan mobil pikap berhasil tumbuh di 2025, catatan tersebut tidak bisa diikuti oleh segmen truk. Turunnya permintaan terhadap kendaraan komersial pun terbilang cukup besar.
Berdasarkan data retail sales Gaikindo, sepanjang 2025 ada 59.303 unit truk yang dikirim ke pelangggan. Angka tersebut setara 7,1 persen dari total pasar mobil nasioal.
Jika dibandingkan pencapaan di periode serupa tahun lalu, maka telah terjadi penurunan 7.267 unit. Pasalnya di 2024, sedikitnya ada 66.570 unit truk yang dikirim ke pelanggan.
Truk dengan Gross Vehicle Weight 5 – 10 ton menjadi tulang punggung penjualan. Sepanjang tahun ada 38.999 unit dikirimkan.
Sementara truk GVW 10-24 ton terjual 4.647 unit. Sedangkan buat kendaraan dengan GVV lebih dari 24 ton dikirim 15.657 unit ke pelanggan.
Tidak bisa dipungkiri bahwa sepanjang tahun penjualan truk memang cenderung kurang stabil. Pada April 2025 misalnya, hanya ada 3.754 unit dikirim ke pelanggan, turun dibanding bulan sebelumnya sebanyak 5.020 unit.
Penjualan mulai bergerak pada Agustus 2025 yang mencatatkan angka 4.950 unit. Kemudian puncak pengiriman ke pelanggan terjadi di Desember yaitu 6.304 unit.
Situasi itu tidak banyak berbeda bila dibandingkan wholesales truk 2025. Segmen ini hanya mampu melepas 56.754 unit, turun dibanding pencapaian di periode serupa tahun lalu sebesar 67.015 unit.
Ini artinya pengiriman unit dari pabrik ke diler pada 2024 lebih tinggi 10.261 unit dibandingkan 2025.
Truk dengan GVW kurang dari 5 ton menjadi yang paling banyak diminati karena berhasil dikirim 42.545 unit.
Kemudian truk dengan GVW 10-24 tom tercatat dilepas sebanyak 4.976 unit. Sedangkan untuk kendaraan GVW lebih dari 24 ton dikirim sebanyak 19.494 unit.
Secara umum wholesales truk di 2025 juga penuh tekanan. Hal ini terlihat pada April 2025 yang hanya mengirim 4.160 unit ke diler.
Sementara pengiriman terbesar baru terjadi pada Desember dengan jumlah 6.662 unit.
Penyebab turunnya penjualan disebabkan oleh beragam faktor. Namun yang paling terasa adalah banyaknya truk Cina masuk ke Indonesia dan tidak terekam.
Oleh sebab itu Gaikindo tengah menggodok peraturan baru dengan melibatkan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 Januari 2026, 15:00 WIB
14 Januari 2026, 11:00 WIB
11 Januari 2026, 15:00 WIB
09 Januari 2026, 17:00 WIB
03 Januari 2026, 09:00 WIB
Terkini
15 Januari 2026, 07:00 WIB
Pertamina Enduro VR46 kembali ke warna khas mereka di MotoGP 2026, memadukan kuning fluo dengan aksen hitam
15 Januari 2026, 06:00 WIB
Ada di lima tempat, SIM keliling Jakarta dapat melayani proses perpanjangan masa berlaku SIM A dan C
15 Januari 2026, 06:00 WIB
Sebelum libur Nasional Isra Miraj kepolisian tetap menghadirkan SIM keliling Bandung guna melayani pengendara
14 Januari 2026, 21:20 WIB
Kia Sales Indonesia ingin menunjukkan komitmen jangka panjang di Tanah Air dengan prisipal turun langsung
14 Januari 2026, 19:00 WIB
Diskon Suzuki Fronx dari tenaga penjual bisa dimanfaatkan siapa saja dan untuk pembelian kredit serta tunai
14 Januari 2026, 17:00 WIB
Ada dua warna baru Yamaha Xmax yang mampu memancarkan kesan sporti serta elegan ketika digunakan di jalan
14 Januari 2026, 16:12 WIB
Produk hasil kolaborasi dengan Changan, SUV Mazda CX-6e resmi dihadirkan ke pasar global mulai tahun ini
14 Januari 2026, 15:00 WIB
Peta persaingan otomotif di RI berubah sejak kehadiran mobil Cina, catatkan pertumbuhan pesat sejak 2023