Penjualan Suzuki Naik di Februari 2026, Carry Berkilau
25 Maret 2026, 07:32 WIB
Penjualan Suzuki Desember 2024 mengalami pertumbuhan dengan varian hybrid jadi andalan di sepanjang bulan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Penjualan Suzuki Desember 2024 tumbuh bila dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan data Gaikindo, pabrikan asal Jepang tersebut berhasil mencatatkan retail sales sebesar 6.880 unit.
Angka itu lebih besar dibandingkan November 2024 karena hanya terjual sebanyak 6.240 unit. Bahkan jika dilihat secara keseluruhan, pencapaian di penghujung tahun adalah yang terbesar.
“Desember selalu jadi momen istimewa bagi industri otomotif karena selain menutup penjualan tahunan, biasanya terjadi peningkatan penjualan. Hal ini karena konsumen biasanya memanfaatkan bonus akhir tahun, libur panjang hingga promo spesial,” ungkap Randy R. Murdoko, Department Head of 4W Sales PT Suzuki Indomobil Sales (PT SIS).
Ertiga Hybrid, XL7 Hybrid dan Grand Vitara berhasil mendominasi permintaan kendaraan penumpang Suzuki sebesar 58 persen selama Desember 2024. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat makin menggemari mobil ramah lingkungan.
Meski demikian tidak bisa dipungkiri bahwa penjualan Suzuki 2024 turun bila dibandingkan pencapaian di periode serupa tahun lalu. Situasi tersebut menunjukkan beratnya tekanan industri otomotif di Tanah Air.
Periode Januari hingga Desember 2024 Suzuki mencatatkan retail sales sebesar 69.392 unit. Jumlah membuat mereka duduk di posisi kelima pabrikan otomotif nasional dengan market share sebesar 7,8 persen.
Padahal pada 2023 pabrikan berlogo huruf S tersebut melepas 82.244 unit dan market share sebanyak 8,2 persen. Ketika itu mereka mencatatkan diri sebagai pabrikan mobil terlaris keempat di Tanah Air.
Jika melihat data penjualan dari bulan ke bulan maka April menjadi periode paling berat. Pasalnya Suzuki hanya mampu melepas 5.004 unit ke pelanggan.
Hasil yang ditorehkan Suzuki pada penjualan retail pun tidak banyak berbeda dibandingkan whole sales. Tercatat mereka hanya mengirim 66.809 unit sepanjang 2024 dan menguasai market share 7,7 persen.
Jumlah itu 14.248 unit lebih sedikit dibanding pencapaian tahun lalu yang meraih 81.067 unit. Angka tersebut cukup membuat mereka menguasai market share sebesar 8,1 persen.
Pada 2025 industri otomotif pun diperkirakan bakal masih penuh tantangan. Pasalnya pemerintah menetapkan beberapa kebijakan yang kurang populer seperti peningkatan PPN dan penerapan opsen.
Aturan tersebut diperkirakan bakal memberatkan masyarakat dan daya beli menurun.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 Maret 2026, 07:32 WIB
19 Februari 2026, 11:00 WIB
18 Februari 2026, 11:00 WIB
02 Februari 2026, 12:00 WIB
16 Januari 2026, 11:00 WIB
Terkini
16 September 2026, 19:39 WIB
Marc Marquez berpeluang untuk melanjutkan raih kemenangan pada gelaran MotoGP Austria 2026 akhir pekan nanti
16 September 2026, 19:38 WIB
Belum lama seorang masyarakat bernama Jangkung Sido Sentosa mengaku keberatan jika SIM mati harus bikin baru
16 September 2026, 09:00 WIB
Shell harus menggelontorkan investasi cukup besar, hingga Rp 1,2 triliun untuk membuat pabrik gemuk di Marunda
16 September 2026, 06:00 WIB
Pengguna mobil pribadi dengan pelat ganjil hari ini wajib waspada karena ada aturan Ganjil Genap Jakarta
16 September 2026, 06:00 WIB
Berikut adalah daftar lokasi serta jadwal SIM keliling Jakarta yang beroperasi hari ini, simak syaratanya
16 September 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara hari ini bisa lebih mudah dengan mendatangi salah satu lokasi SIM keliling Bandung
15 September 2026, 17:00 WIB
Penjualan mobil diesel yang menjadi salah satu andalan GWM sempat terganggu karena kenaikan harga solar
15 September 2026, 15:00 WIB
Chery Group terus memperluas potensi pengembangan robot humanoid menggunakan berbagai skenario menarik