Penjualan Mobil Cina Anjlok 13 Persen, Insentif Jadi Biang Kerok
08 Juli 2026, 09:00 WIB
Penjualan BYD berhasil alami peningkatan 7,1 persen bila dibandingkan dengan pencapaian mereka di 2024
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – 2025 telah berakhir dan memberi catatan positif bagi BYD, pabrikan mobil asal China. Pasalnya, mereka berhasil meraih rekor penjualan baru.
Dilansir dari CarNewsChina, penjualan BYD mencapai 4.550.036 unit. Angka tersebut 7,1 persen lebih tinggi dibandingkan pencapaian tahun lalu yang berada di level 4.250.370 unit.
Meski tumbuh, terlihat adanya perlambatan permintaan, terutama jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada 2021 dan 2022 yang sempat mencapai lebih dari 200 persen.
Mobil dengan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) masih menjadi tulang punggung perusahaan. Sepanjang 2025, BYD melepas sedikitnya 2.288.709 unit PHEV.
Namun, jumlah tersebut sebenarnya mengalami penurunan 7,9 persen dibandingkan pencapaian pada 2024.
Meski demikian, penjualan mobil listrik BYD justru tumbuh signifikan. Sepanjang 2025, mereka melepas 2.254.714 unit kendaraan listrik murni atau naik 27,9 persen.
Berkat capaian tersebut, penjualan mobil listrik BYD menguasai 49,6 persen dari total penjualan perusahaan pada 2025, sementara PHEV menyumbang 50,4 persen. Padahal pada 2024, EV hanya berkontribusi sebesar 41,5 persen terhadap total penjualan perusahaan.
Sebagai catatan tambahan, penjualan BYD di luar negeri juga mengalami pertumbuhan cukup besar. Untuk pertama kalinya, mereka berhasil melampaui 1 juta unit penjualan di luar China.
Sedikitnya 1.046.083 unit kendaraan berhasil terjual, atau naik 150,7 persen dibandingkan 2024. Lonjakan ini menjadi kunci pertumbuhan BYD di tengah tekanan permintaan di pasar domestik.
Perlu diketahui, pada Desember 2025 penjualan BYD mengalami koreksi yang cukup dalam. Total mobil terjual pada bulan tersebut hanya 414.784 unit, turun 18,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara jika dibandingkan dengan November 2025, penjualan juga turun 12,7 persen.
Dari jumlah tersebut, penjualan mobil listrik mencapai 190.712 unit di seluruh dunia. Angka ini turun 8,2 persen dibandingkan Desember 2024.
Sementara itu, penjualan PHEV tercatat sebanyak 224.072 unit, terkoreksi 25,7 persen dibandingkan Desember 2024. Tren penurunan PHEV ini telah berlangsung sembilan bulan berturut-turut sejak April 2025.
Meski demikian, kinerja pasar global masih tetap kuat dengan penjualan luar negeri sebesar 133.172 unit, atau melonjak 133 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Jika digabung dengan kendaraan komersial dan bus, total penjualan BYD pada Desember 2025 mencapai 420.398 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Juli 2026, 09:00 WIB
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 09:00 WIB
24 Juni 2026, 23:00 WIB
24 Juni 2026, 11:00 WIB
Terkini
17 Juli 2026, 09:00 WIB
Selama PRJ 2026 Wahana mencatatkan penjualan positif, sebab ada 6.500 motor Honda yang terpesan di sana
17 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta merupakan salah satu sistem andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengurangi kemacetan
17 Juli 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung menjadi opsi terbaik untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara
17 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima tempat berbeda hari ini sebelum akhir pekan, simak informasinya
16 Juli 2026, 22:00 WIB
MG ZS Hybrid+ hadir kembali di Indonesia dengan mengusung berbagai teknologi baru terutama keselamatan
16 Juli 2026, 21:00 WIB
KLHN 2026 menjadi wadah para tenaga kerja Honda untuk pengembangan diri dalam melayani para pelanggan
16 Juli 2026, 19:27 WIB
BMW masih memimpin penjualan merek mobil mewah di Indonesia pada Juni 2026, namun angkanya alami penurunan
16 Juli 2026, 12:41 WIB
Mitsubishi Xforce Hybrid resmi dipasarkan untuk konsumen hari ini dengan banderol Rp 400 jutaan di Jakarta