Citroen Hadirkan Program Khusus Saat Musim Mudik Lebaran 2026
15 Maret 2026, 18:00 WIB
Sejumlah merek di bawah Stellantis alami penurunan penjualan drastis di 2024, mulai cari peruntungan di RI
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Perusahaan otomotif Stellantis menghadapi sejumlah tantangan sepanjang 2024, diawali dengan hengkangnya sang CEO yakni Carlos Tavares yang harusnya pensiun di 2026.
Sementara itu penjualannya di Amerika Serikat mengalami penurunan sebesar 15 persen dari 1,52 jutaan unit kendaraan di 2023 menjadi 1,30 jutaan tahun lalu.
Merek andalan mereka seperti Jeep turut mencatatkan penurunan. Secara rinci, penjualan Jeep turun 9 persen dan Grand Cherokee sebesar 12 persen.
Hanya ada satu model menorehkan capaian positif yakni Compass. Perlu diketahui sebelumnya Compass pernah ditawarkan di dalam negeri oleh distributor DAS Indonesia Motor seharga Rp 800 jutaan.
Brand lain seperti Dodge dan Ram juga turut mengalami penurunan secara bersamaan. Tetapi satu merek yakni Fiat justru mengalami pertumbuhan signifikan.
Masih berusaha bangkit lagi di pasar AS, tahun ini Stellantis nampaknya mulai fokus garap pasar Indonesia. Tidak cuma membawa Jeep ke Indonesia, tetapi bakal ada Stellantis Brand House buat merek-merek naungan Stellantis nantinya.
Sejauh ini baru ada dua merek Stellantis yang digabung jadi satu diler, yaitu Citroen dan Jeep. Tidak menutup kemungkinan banyak brand lain nanti hadir meramaikan.
Pihak Stellantis juga disebut percaya diri dengan pasar tanah air, meskipun 2025 diyakini akan berat imbas adanya sejumlah tantangan seperti kenaikan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) serta opsen PKB dan BBNKB di daerah luar Jakarta.
Lalu menanggapi mundurnya bos Stellantis, Carlos Tavares, Indomobil Group yang ditunjuk Stellantis sebagai distributor menyebutkan bahwa keputusan tersebut bukan jadi hal negatif.
“Tidak akan ada perubahan kebijakan, mereka ingin melakukan banyak peningkatan-peningkatan. Selalu kita ambil positifnya,” kata Tan Kim Piauw, CEO Indomobil National Distributor di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Dia menegaskan Stellantis masih merupakan salah satu perusahaan besar yang untung jika dibandingkan beberapa manufaktur otomotif lain.
“Kita sangat optimistis. Bisa dilihat mereka (Stellantis) selalu hadir di tengah kita untuk mempelajari pasar Indonesia dan mendukung kita,” tegas Tan Kim Piauw.
Pada periode 2025 ada beberapa merek di bawah Stellantis diyakini kuat mengaspal di Indonesia. Misalnya Peugeot yang sudah hengkang dan sempat dipegang oleh PT Astra International lalu ada merek mobil listrik China, Leapmotor.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Maret 2026, 18:00 WIB
09 Februari 2026, 20:00 WIB
29 November 2025, 06:07 WIB
26 November 2025, 17:00 WIB
23 November 2025, 18:00 WIB
Terkini
13 Agustus 2026, 21:34 WIB
Lamborghini Temerario hadir di Indonesia untuk menggoda para orang berkantong tebal dan pencinta kecepatan
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Penjualan mobil di Indonesia kembali pulih, Toyota masih memimpin sebagai merek mobil terlaris di Juli 2026
13 Agustus 2026, 09:00 WIB
Kontes modifikasi BlackAuto Battle 2026 memasuki seri kedua dan menyambangi kota Solo, Jawa Tengah pekan lalu
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
AISI melaporkan pada Juli 2026 terjadi kenaikan hingga 23 persen untuk distribusi motor baru di pasar domestik
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan masa berlaku SIM A dan C dengan syarat belum lewat tenggat waktu
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Agar lebih mudah dalam pengurusan dokumen berkendara, Anda bisa mendatangi SIM keliling Bandung hari ini
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mencegah kebuntuan pada jalan protokol terutama jam sibuk
12 Agustus 2026, 21:12 WIB
Astra Financial menyatakan bahwa target selama GIIAS 2026 terlampaui melalui pembiayaan kendaraan ACC dan TAF