Absennya Insentif Otomotif di 2026 Bisa Bikin Investor Hengkang
02 Desember 2025, 10:00 WIB
Penurunan penjualan mobil bekas di 2025 disebabkan oleh beragam faktor, termasuk ketatnya aturan kredit kendaraan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – 2025 tidak hanya menjadi tahun yang sulit buat pabrikan mobil baru tapi juga pedagang kendaraan bekas. Pasalnya pasar kendaraan seken pun mengalami penurunan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil baru Januari sampai September 2025 turun 11 persen dari periode serupa 2024. Situasi ini disebabkan pelemahan daya beli hingga ketatnya persyaratan kredit.
Sementara untuk permintaan mobil bekas juga mengalami penurunan sebesar 5 persen pada Januari hingga September 2025. Hal ini terlihat dari tren pencarian di aplikasi OLX.
“Tahun 2025 merupakan tahun penuh tantangan. Mobil baru mengalami penurunan penjualan, sementara mobil bekas ikut terimbas karena daya beli dan approval kredit yang makin ketat,” ungkap Agung Iskandar, Direktur OLX Indonesia.
Menariknya, di tengah lesunya penjualan mobil, jumlah kendaraan yang ditawarkan malah naik 2 persen. Hal ini menandakan semakin banyak masyarakat melepas mobilnya namun minat beli menurun.
“Makin banyak orang ingin menjual mobilnya tapi yang mau beli justru turun. Salah satu faktornya karena DP minimum dan bunga kredit tahun ini lebih tinggi dibanding 2024,” jelasnya.
Ia juga mengungkap adanya pertumbuhan pendapatan rumah tangga jauh lebih kecil ketimbang kenaikan harga mobil. Situasi itu dinilai menjadi salah satu faktor turunnya penjualan.
“Sejak 2019, pendapatan rumah tangga hanya naik sekitar 7,2 persen sementara harga mobil baik baru maupun bekas tumbuh lebih dari 20 persen. Jadi, wajar kalau keputusan membeli mobil kini lebih konservatif,” tambahnya.
Walau penuh tekanan, dirinya menilai penjualan mobil bekas tetap memiliki potensi besar di jangka menengah. Terlebih bila harga kendaraan baru terus meningkat.
“Mobil bekas tetap jadi solusi rasional bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan dengan harga lebih terjangkau,” tegasnya.
Ia mengungkap meski MPV dan SUV mendominasi, mobil listrik serta hybrid mulai mengisi pasar. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa jumlah relatif kecil.
“Di pasar mobil bekas, penetrasi hybrid naik dari 0,9 persen ke 1,8 persen, sedangkan EV naik dari 0,6 persen ke 1,1 persen. Kenaikan ini didominasi wilayah perkotaan seperti Jakarta, Bandung hingga Surabaya,” tutur Agung.
Toyota dan Honda pun disebut masih menjadi merek dengan penjualan mobil bekas terbanyak di OLX. Jumlah itu disusul oleh Suzuki serta Daihatsu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Desember 2025, 10:00 WIB
01 Desember 2025, 12:00 WIB
25 November 2025, 10:00 WIB
24 November 2025, 19:30 WIB
24 November 2025, 10:21 WIB
Terkini
02 Desember 2025, 14:00 WIB
Insentif mobil listrik impor berakhir tahun ini, VinFast fokus rakit lokal di 2026 dan berencana ekspor
02 Desember 2025, 13:00 WIB
Chery telah mempertimbangkan beberapa skenario untuk bisa memiliki pabrik di Indonesia agar produksi bisa optimal
02 Desember 2025, 12:00 WIB
Versi diesel Toyota Kijang Innova Reborn mendapatkan pembaruan, varian bensinnya absen dari laman resmi
02 Desember 2025, 11:00 WIB
Berpeluang membuat harga mobil makin kompetitif, Mercedes-Benz tunggu kepastian IEU-CEPA di Indonesia
02 Desember 2025, 10:00 WIB
Kemenperin menilai pemberian insentif untuk industri otomotif di 2026 sangat penting untuk menggairahkan pasar
02 Desember 2025, 09:00 WIB
Gaikindo menunggu keputusan terbaik dari pemerintah mengenai pemberian insentif untuk periode 2026 mendatang
02 Desember 2025, 08:00 WIB
Kepolisian mengalihkan sejumlah ruas jalan di Ibu Kota untuk kelanaran aksi Reuni 212 yanag diselenggarakan hari ini
02 Desember 2025, 07:00 WIB
Penjualan mobil merek Toyota di Nusa Tenggara Barat dikatakan menguasai market share sebesar 33,2 persen