BMW Mengaku Penjualannya Tidak Terganggu Kondisi Ekonomi
28 Juni 2026, 09:00 WIB
Penurunan penjualan mobil bekas di 2025 disebabkan oleh beragam faktor, termasuk ketatnya aturan kredit kendaraan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – 2025 tidak hanya menjadi tahun yang sulit buat pabrikan mobil baru tapi juga pedagang kendaraan bekas. Pasalnya pasar kendaraan seken pun mengalami penurunan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil baru Januari sampai September 2025 turun 11 persen dari periode serupa 2024. Situasi ini disebabkan pelemahan daya beli hingga ketatnya persyaratan kredit.
Sementara untuk permintaan mobil bekas juga mengalami penurunan sebesar 5 persen pada Januari hingga September 2025. Hal ini terlihat dari tren pencarian di aplikasi OLX.
“Tahun 2025 merupakan tahun penuh tantangan. Mobil baru mengalami penurunan penjualan, sementara mobil bekas ikut terimbas karena daya beli dan approval kredit yang makin ketat,” ungkap Agung Iskandar, Direktur OLX Indonesia.
Menariknya, di tengah lesunya penjualan mobil, jumlah kendaraan yang ditawarkan malah naik 2 persen. Hal ini menandakan semakin banyak masyarakat melepas mobilnya namun minat beli menurun.
“Makin banyak orang ingin menjual mobilnya tapi yang mau beli justru turun. Salah satu faktornya karena DP minimum dan bunga kredit tahun ini lebih tinggi dibanding 2024,” jelasnya.
Ia juga mengungkap adanya pertumbuhan pendapatan rumah tangga jauh lebih kecil ketimbang kenaikan harga mobil. Situasi itu dinilai menjadi salah satu faktor turunnya penjualan.
“Sejak 2019, pendapatan rumah tangga hanya naik sekitar 7,2 persen sementara harga mobil baik baru maupun bekas tumbuh lebih dari 20 persen. Jadi, wajar kalau keputusan membeli mobil kini lebih konservatif,” tambahnya.
Walau penuh tekanan, dirinya menilai penjualan mobil bekas tetap memiliki potensi besar di jangka menengah. Terlebih bila harga kendaraan baru terus meningkat.
“Mobil bekas tetap jadi solusi rasional bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan dengan harga lebih terjangkau,” tegasnya.
Ia mengungkap meski MPV dan SUV mendominasi, mobil listrik serta hybrid mulai mengisi pasar. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa jumlah relatif kecil.
“Di pasar mobil bekas, penetrasi hybrid naik dari 0,9 persen ke 1,8 persen, sedangkan EV naik dari 0,6 persen ke 1,1 persen. Kenaikan ini didominasi wilayah perkotaan seperti Jakarta, Bandung hingga Surabaya,” tutur Agung.
Toyota dan Honda pun disebut masih menjadi merek dengan penjualan mobil bekas terbanyak di OLX. Jumlah itu disusul oleh Suzuki serta Daihatsu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 Juni 2026, 09:00 WIB
27 Juni 2026, 18:15 WIB
24 Juni 2026, 21:00 WIB
12 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 15:00 WIB
Terkini
25 Juli 2026, 08:00 WIB
Para pemilik kendaraan jenis SUV atau Double Cabin 4X4 menjadi incaran calon produk terbaru Giti di Indonesia
24 Juli 2026, 23:00 WIB
SUV PHEV DFSK E5 Plus sudah mulai dirakit lokal di pabrik Cikande, ditawarkan dengan harga Rp 500 jutaan
24 Juli 2026, 22:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid dibekali beberapa fitur terkini guna memberikan sensasi berkendara yang berbeda
24 Juli 2026, 21:00 WIB
Astra Honda Motor Technical Skill Contest 2026 baru saja digelar dan diikuti 69 peserta dari seluruh Indonesia
24 Juli 2026, 20:22 WIB
Mobil listrik MG S5 EV memiliki potensi overheating, ada ribuan unit yang mulai ditarik dari pasaran
24 Juli 2026, 09:00 WIB
Menutup pekan terakhir di Juli 2026, Sistem lalu lintas Ganjil Genap Jakarta hari ini tetap diberlakukan
24 Juli 2026, 09:00 WIB
DFSK E5 Plus segera debut di GIIAS 2026, punya klaim daya jelajah komprehensif sampai 1.400 kilometer
24 Juli 2026, 07:00 WIB
Menurut Marc Marquez kuda besi skuad Ducati Corse untuk MotoGP 2027 masih harus dilakukan beberapa penyesuaian