Pentingnya Inspeksi Kendaraan untuk Jaga Nilai Armada Perusahaan
12 Oktober 2026, 21:50 WIB
Penurunan penjualan mobil bekas di 2025 disebabkan oleh beragam faktor, termasuk ketatnya aturan kredit kendaraan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – 2025 tidak hanya menjadi tahun yang sulit buat pabrikan mobil baru tapi juga pedagang kendaraan bekas. Pasalnya pasar kendaraan seken pun mengalami penurunan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil baru Januari sampai September 2025 turun 11 persen dari periode serupa 2024. Situasi ini disebabkan pelemahan daya beli hingga ketatnya persyaratan kredit.
Sementara untuk permintaan mobil bekas juga mengalami penurunan sebesar 5 persen pada Januari hingga September 2025. Hal ini terlihat dari tren pencarian di aplikasi OLX.
“Tahun 2025 merupakan tahun penuh tantangan. Mobil baru mengalami penurunan penjualan, sementara mobil bekas ikut terimbas karena daya beli dan approval kredit yang makin ketat,” ungkap Agung Iskandar, Direktur OLX Indonesia.
Menariknya, di tengah lesunya penjualan mobil, jumlah kendaraan yang ditawarkan malah naik 2 persen. Hal ini menandakan semakin banyak masyarakat melepas mobilnya namun minat beli menurun.
“Makin banyak orang ingin menjual mobilnya tapi yang mau beli justru turun. Salah satu faktornya karena DP minimum dan bunga kredit tahun ini lebih tinggi dibanding 2024,” jelasnya.
Ia juga mengungkap adanya pertumbuhan pendapatan rumah tangga jauh lebih kecil ketimbang kenaikan harga mobil. Situasi itu dinilai menjadi salah satu faktor turunnya penjualan.
“Sejak 2019, pendapatan rumah tangga hanya naik sekitar 7,2 persen sementara harga mobil baik baru maupun bekas tumbuh lebih dari 20 persen. Jadi, wajar kalau keputusan membeli mobil kini lebih konservatif,” tambahnya.
Walau penuh tekanan, dirinya menilai penjualan mobil bekas tetap memiliki potensi besar di jangka menengah. Terlebih bila harga kendaraan baru terus meningkat.
“Mobil bekas tetap jadi solusi rasional bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan dengan harga lebih terjangkau,” tegasnya.
Ia mengungkap meski MPV dan SUV mendominasi, mobil listrik serta hybrid mulai mengisi pasar. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa jumlah relatif kecil.
“Di pasar mobil bekas, penetrasi hybrid naik dari 0,9 persen ke 1,8 persen, sedangkan EV naik dari 0,6 persen ke 1,1 persen. Kenaikan ini didominasi wilayah perkotaan seperti Jakarta, Bandung hingga Surabaya,” tutur Agung.
Toyota dan Honda pun disebut masih menjadi merek dengan penjualan mobil bekas terbanyak di OLX. Jumlah itu disusul oleh Suzuki serta Daihatsu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Oktober 2026, 21:50 WIB
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
11 September 2026, 16:01 WIB
10 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
Terkini
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik MG S6 EV jadi opsi baru SUV keluarga di Indonesia, segera meluncur di pameran otomotif GAW 2026
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
Shooting brake perdana dari BYD, Danza Z9GT resmi diluncurkan ke konsumen dengan harga Rp 2,25 miliar
14 Oktober 2026, 16:12 WIB
Pasar mobil listrik kembali kedatangan produk baru, kali ini new Danza D9 dan Z9 GT diluncurkan di Tanah Air
14 Oktober 2026, 11:00 WIB
Leapmotor B03 incar konsumen urban, mobil listrik berukuran kompak yang incar konsumen area perkotaan
14 Oktober 2026, 09:00 WIB
Federal Oil terus melakukan berbagai pendekatan untuk mengembangkan pasar dengan konsistensi inovasi
14 Oktober 2026, 07:00 WIB
Aion UT Urban mengisi celah kosong tipe Standard dan Premium, jadi sesusai kebutuhan konsumen di Indonesia