20 Merek Mobil Terlaris pada 2025, Toyota dan Daihatsu Teratas
11 Januari 2026, 13:00 WIB
Agus Gumiwang, Menperin berharap penjualan mobil baru di Indonesia dapat segera bangkit dalam waktu cepat
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan mobil baru di Indonesia masih belum menunjukan hasil positif di awal 2025. Pemerintah pun buka suara mengenai kondisi tersebut.
Menurut Menperin (Menteri Perindustrian), terdapat sejumlah penyebab yang membuat industri otomotif cukup lesu di Januari lalu.
“Dari banyak faktor kami melihat ada kaitannya dengan penurunan daya beli masyarakat,” ungkap Agus Gumiwang Kartasasmita, Menperin saat peresmian pabrik Daihatsu di Karawang, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Lalu Agus menilai tantangan ekonomi global turut menyebabkan penjualan mobil baru belum bisa bangkit di Januari 2025.
Sehingga dia berharap para produsen bisa melakukan inovasi. Terutama dalam mengembangkan produk baru yang berorientasi kepada konsumen serta lingkungan.
Agus menyampaikan bahwa hal tersebut juga harus dibarengi dengan dukungan pemerintah yang berkelanjutan.
“Kami ingin ada perhatian terhadap pengembangan inovasi hijau berwawasan lingkungan. Diharapkan agar pasar Indonesia bisa bangkit dalam waktu sesingkat-singkatnya,” lanjut Agus.
Dia pun menuturkan kalau Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri sudah menyediakan paket stimulus, buat pembelian kendaraan roda empat anyar.
Kebijakan di atas membuat masyarakat yang membeli mobil listrik serta hybrid mendapatkan potongan pajak di tahun ini.
Di luar itu, Agus turut memberi beberapa saran yang bisa dilakukan para manufaktur. Seperti melakukan penyesuaian banderol.
“Kita berharap ada kebijakan-kebijakan baru (dari pabrik). Misalnya, ini bukan arahan ya, sacrifice margin atau menurunkan harga jual mobil (baru),” tegas Agus.
Menperin pun menilai bahwa kombinasi insentif dari pemerintah serta penurunan harga dapat membuat masyarakat mau membelanjakan uangnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data milik Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) pada Januari 2025 pengiriman dari pabrik ke diler (Wholesales) hanya 61.843 unit.
Angka di atas terkoreksi sebesar 11,3 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menurut catatan, di Januari 2024 ada 69.758 unit.
Sementara untuk retail sales mengalami nasib tak jauh berbeda. Turun 18,6 persen dari 78.437 unit menjadi 63.858 unit.
Sedangkan buat wholesales sepanjang 2024 juga anjlok 13,9 persen secara YoY (Year on Year) jika dibandingkan dengan periode 2023, dari 1.005.802 unit ke angka 865.723 unit.
Terakhir retail sales pada Januari sampai Desember 2024 hanya 889.680 unit. Turun 10,9 persen dari tahun sebelumnya, yakni 998.059 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Januari 2026, 13:00 WIB
10 Januari 2026, 13:00 WIB
10 Januari 2026, 09:30 WIB
05 Januari 2026, 09:00 WIB
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Terkini
14 Januari 2026, 13:00 WIB
Insentif otomotif untuk 2026 masih abu-abu, namun ada sejumlah alternatif lain seperti kepastian regulasi
14 Januari 2026, 12:00 WIB
Penjualan truk 2025 di Indonesia turun signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu sehingga perlu dapat perhatian
14 Januari 2026, 11:00 WIB
Penjualan mobil pikap di 2025 tumbuh berkat pemintaan di semester kedua yang terus mengalami peningkatan
14 Januari 2026, 10:00 WIB
Menurut laman resmi TAM, harga Toyota Avanza mengalami kenaikan dengan bersaran bervariasi di awal tahun ini
14 Januari 2026, 09:00 WIB
Neta catat penurunan penjualan yang cukup dalam sejak Juli 2025, ditutup dengan dua unit retail di Desember
14 Januari 2026, 08:00 WIB
Prima Pramac Yamaha baru saja meluncurkan motor balap Toprak Razgatlioglu dan Jack Miller untuk MotoGP 2026
14 Januari 2026, 07:00 WIB
Agar terhindar dari konfilik, ada berbagai cara untuk menegur pengendara yang melawan arah dan merokok
14 Januari 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan masyarakat maupun pengendara, kepolisian menghadirkan fasilitas SIM keliling Bandung hari ini