Penjualan Mobil 2023 Stagnan, Gaikindo Masih Optimis Capai Target

Per Oktober 2023 angka masih di kisaran 800 ribu dari target 960 ribu, penjualan mobil 2023 masih stagnan

Penjualan Mobil 2023 Stagnan, Gaikindo Masih Optimis Capai Target
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Industri otomotif mengalami perbaikan pasca pandemi ditandai dengan angka penjualan kendaraan roda empat mencapai 1 juta unit di 2022. Namun nampaknya mengalami penurunan menjelang akhir 2023.

Mengutip data lebih rinci dari Gaikindo pada Senin (11/12), dari Januari sampai Oktober jumlah penjualan mobil 2023 secara wholesales (pabrik ke diler) ada di 836.048. Sedangkan pada periode sama di 2022 yakni 851.411.

Diketahui daya beli masyarakat setelah pandemi sudah mulai naik dan sempat terus mengalami peningkatan. Pihak Gaikindo sempat memprediksi pertumbuhan di 2023 tidak akan berbeda jauh dari tahun sebelumnya.

Salah satu faktor penyebab penurunan penjualan mobil 2023 yakni suku bunga dolar Amerika Serikat yang terus meningkat terkhusus pada September – Oktober 2023.

Ini daftar mobil test drive di GIIAS Surabaya 2023
Photo : TrenOto

Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) menyebut selain suku bunga ketatnya persyaratan kredit juga jadi kendala. Namun pihaknya masih optimis bisa menyamai capaian 2022.

“Mudah-mudahan bisa sampai di 1 juta ya. Karena sampai dengan November kemarin sudah 920 ribuan (wholesales),” ucap Kukuh saat dihubungi KatadataOTO, Senin (11/12).

Ia menjelaskan bahwa saat ini mayoritas pembeli kendaraan roda empat memang masih pilih transaksi secara kredit. 

“70 sampai 80 persen orang beli mobil kan pakai kredit. Nah kalau kredit syaratnya berat atau diperketat sedikit mengurangi pembelian kendaraan bermotor roda empat,” tegas Kukuh.

Gaikindo Optimis Penjualan Tembus 1 Juta Unit

Sebelumnya pihak Gaikindo menyebut bahwa iklim pembelanjaan di sektor otomotif masih relatif tinggi. Sehingga target di 975 ribu unit diharapkan masih bisa tercapai.

Hanya saja memang perlu jadi perhatian karena kondisi perekonomian dunia bisa dibilang belum stabil. Namun Indonesia memiliki pergerakan ekonomi cenderung positif.

Pemesanan Honda di GIIAS 2023
Photo : TrenOto

Sebagai gambaran penjualan mobil domestik sepanjang 2022 sudah tembus 1 juta unit. Pencapaian tersebut bisa didapat karena tingginya penjualan akhir tahun.

Ditambah adanya beragam pameran otomotif juga diklaim berkontribusi mendorong minat beli masyarakat. Kemudian semakin banyak model hadir diharapkan bisa menambah pilihan buat calon konsumen sesuai kebutuhan.


Terkini

mobil
Wuling Aira ev

10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer

Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi

mobil
Suzuki XL7

Puluhan Suzuki XL7 Facelift Temui Konsumen Pertamanya

Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen

mobil
Mobil listrik nasional

Prabowo Pastikan Mobil Listrik Nasional Mengaspal pada 2028

Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif

otosport
Fabio Quartararo

Terungkap Quartararo Ambil Keputusan Pergi dari Yamaha Sejak 2025

Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia

mobil
Farizon V8E

Farizon Investasi 50 Miliar Untuk Produksi V8E di Purwakarta

Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E

mobil
BMW iX3 Siap Debut di GIIAS 2026, Dijual Terbatas

Penjualan Merek Mobil Mewah Juli 2026, Kompak Turun

Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz

mobil
BMW

BMW Catat Kenaikan Pemesanan di GIIAS 2026, iX3 Laku Keras

Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse

motor
Motor listrik

Prabowo Janji Motor Listrik Nasional Bisa Dibeli Tanpa Uang Muka

Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika