iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Penjualan kendaraan listrik global pada Februari 2024 turun disebabkan oleh adanya hari raya imlek di China
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Penjualan kendaraan listrik dan Plug-in Hybrid Vehicles secara global mengalami penurunan cukup signifikan pada Februari 2024. Tercatat mobil di segmen tersebut cuma terjual sebesar 800.000 unit atau turun signifikan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya yang menyentuh angka 1,1 juta unit.
Namun bila dibandingkan dengan Februari 2023, angka tersebut masih lebih baik 3 persen. Bahkan di beberapa kawasan terjadi pertumbuhan signifikan.
Di Eropa misalnya, ada pertumbuhan pasar sebesar 12 persen sementara di Amereka Serikat dan Kanada naik 31 persen dibandingkan Februari 2023. Namun sayangnya di China penjualan turun 12 persen.
Penurunan ini disebabkan karena adanya perayaan tahun baru China yang berlangsung pada Februari. Sehingga pada bulan itu ada banyak hari libur dan penjualan tidak bisa maksimal.
“Alasan pertumbuhan yang lambat adalah karena China masih menjadi pasar dominan untuk mobil listrik,” ungkap Charles Lester, Data Manager at Rho Motion dilansir Reuters.
Selama ini pasar kendaraan listrik memang terus meningkat. Sayangnya peningkatan sudah tidak tumbuh signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Ada banyak penyebab perlambatan pertumbuhan kendaraan elektrifikasi. Salah satunya adalah suku bunga semakin tinggi sehingga menyebabkan orang berpindah dari mobil listrik ke hybrid.
Oleh sebab itu beberapa perusahaan otomotif pun melakukan beberapa perubahan strategi seperti yang dilakukan oleh Tesla dan BYD. Kedua perusahaan tersebut mulai melihat kawasan lain seperti Asia Tenggara untuk meningkatkan penjualan.
Tesla misalnya sudah mendirikan kantor pusat hingga jaringan mereka di Malaysia serta berencana membangun stasiun pengisian daya cepat di seluruh negeri. Tak hanya itu, mereka juga tengah melakukan pembicaraan dengan Thailand untuk membangun pabrik di sana.
Sementara BYD sudah menjadikan Asia Tenggara sebagai salah satu pasar utamanya. Mereka bahkan telah menjelma sebagai merek kendaraan listrik terlaris di beberapa negara seperti Thailand dan Singapura.
Selain itu BYD juga mulai masuk ke Indonesia dengan membawa tiga model yaitu Seal, Atto 3 serta Dolphin.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda