Pengujian B50 Mitsubishi Fuso Tembus 40 Ribu Km, Mesin Masih Aman
14 April 2026, 13:00 WIB
Terdampak Pemilu 2024, ini strategi Mitsubishi Fuso menghadapi penjualan kendaraan niaga yang tengah lesu
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penyelenggaraan Pemilu 2024 sempat memberi dampak negatif di sektor industri otomotif, tidak terkecuali buat kendaraan niaga. Banyak calon konsumen menunda pembelian sampai Pemilu selesai.
Di samping itu ada beberapa faktor lain membuat penjualan kendaraan niaga lesu. Seperti disampaikan oleh Aji Jaya, Director of Sales & Marketing Division PT KTB Fuso (Krama Yudha Tiga Berlian Motors).
Aji memaparkan berdasarkan data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor) per 2023 penjualan kendaraan komersial turun sembilan persen dibandingkan pada 2022.
Turunnya penjualan juga disebabkan oleh beberapa sektor bisnis yang biasa menjadi kontributor utama justru mengalami kendala.
“Ada (bidang) mining, plantation, ekonomi global mengakibatkan harga komoditi seperti CPO dan batu bara tidak sebagus di 2022,” ungkap Aji di Midaz Golf Senayan belum lama ini.
Ia mengatakan guna mengatasi melemahnya penjualan, perlu diperhatikan bahwa sektor bisnis di kendaraan niaga ada banyak tidak terbatas pada pertambangan dan pertanian saja. Sehingga strategi Mitsubishi Fuso adalah fokus di bidang potensial.
“Masih ada manufaktur, logistik dan lainnya. Strategi kita mencari beberapa sektor potensial berkontribusi kepada pembelian kendaraan, terutama di logistik kami sangat perhatian menggarap sektor ini,” lanjut Aji.
Aji menegaskan Fuso bakal fokus menyediakan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis konsumen.
“Di GIICOMVEC kami juga sempat jelaskan, ada yang (kapasitas) tangki ditambah untuk memenuhi kebutuhan konsumen,” ujar dia.
Melihat masih ada potensi terkhusus di tengah era elektrifikasi, dalam waktu dekat Fuso eCanter akan diluncurkan.
Digadang menjadi truk bertenaga listrik pertama di Tanah Air, sudah ada beberapa perusahaan tertarik membeli model tersebut buat kendaraan operasional.
Aji menjelaskan truk listrik punya keunggulan tersendiri di mata para calon konsumen, seperti perawatan minim dan terbilang lebih sederhana.
Total ada delapan perusahaan mengikuti uji coba atau POC (Proof of Concept). Pihak Fuso enggan menyebut secara rinci namun beberapa menyatakan ingin membeli Fuso eCanter.
“Kalau dikaitkan dengan (kendaraan) elektrik tentu itu sedikit banyak sudah menjawab kebutuhan mereka. Karena dengan EV (Electric Vehicle) tentu beberapa biaya untuk perawatan itu bisa berbeda atau berkurang,” ucap Aji.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 April 2026, 13:00 WIB
13 April 2026, 16:55 WIB
12 April 2026, 09:00 WIB
11 April 2026, 13:33 WIB
10 April 2026, 11:00 WIB
Terkini
14 Juli 2026, 22:23 WIB
Untuk mengurus dokumen berkendara ada banyak cara, seperti memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung
14 Juli 2026, 22:00 WIB
Saat ini banyak yang mengira biaya perbaikan terbesar pada mobil listrik terletak di baterai yang digunakan
14 Juli 2026, 21:43 WIB
Mayoritas konsumen ternyata memilih Jetour T1 i-DM alias varian Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
14 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi hari ini untuk melayani masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara
14 Juli 2026, 06:00 WIB
Hari ini SIM keliling Jakarta tersebar di lima lokasi berbeda, simak informasi lengkap dan persyaratannya
14 Juli 2026, 06:00 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih dipertahankan untuk mengurai kemacetan di Ibu Kota pada jam-jam sibuk
13 Juli 2026, 21:00 WIB
Honda Super One menjadi mobil listrik baru yang mencoba peruntungan di era elektrifikasi di pasar Indonesia
13 Juli 2026, 20:41 WIB
Persaingan papan atas klasemen sementara MotoGP 2026 memanas usai Ogura tampil kompetitif selama beberapa seri