Jadwal MotoGP Aragon 2026: Aprilia Waspadai Marc Marquez
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
FIM menetapkan aturan baru terkait prosedur menyalakan motor pasca kecelakaan di tengah balapan MotoGP
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) resmi mengumumkan aturan baru yang berlaku di MotoGP 2026 dan juga WSBK.
Musim ini, pembalap yang mengalami kecelakaan di trek tidak boleh mencoba kembali menyalakan motornya dari area lintasan maupun run-off.
Di MotoGP, bukan jadi pemandangan asing melihat pembalap terjatuh atau terlibat kecelakaan dan berusaha menyalakan kembali motor balapnya guna melanjutkan balapan.
Memang jika mengacu pada aturan terdahulu, pembalap masih diperbolehkan untuk mencoba menyalakan kembali motornya di area run-off atau gravel.
Namun hal tersebut dinilai berpotensi menyebabkan kecelakaan buat pembalap lain dan membahayakan para marshal.
Sehingga FIM mengambil keputusan untuk melarang pembalap menyalakan motor dari area run-off.
Perubahan regulasi di MotoGP 2026 telah didiskusikan oleh Grand Prix Commission dan SBK Commission serta melibatkan seluruh pihak terkait.
Apabila motor tidak dapat dinyalakan karena kecelakaan ataupun masalah teknis, unitnya harus dievakuasi ke area pagar pembatas.
Pembalap masih tetap boleh bergabung dan melanjutkan balapan, namun hanya boleh dilakukan di area pembatas atau trackside barrier, dibantu oleh marshal yang bertugas.
Perbaikan pada motor boleh dilakukan tetapi di belakang pembatas yang aman dari area trek atau lintasan selama balapan berlangsung.
Menurut pihak FIM jika motor terlibat kecelakaan masih dalam kondisi menyala, maka pembalap bisa langsung kembali ke trek.
Namun jika marshal melihat adanya peluang kerusakan berat, maka pembalap harus berhenti dan dilarang bergabung kembali.
“Setelah terjadi crash atau masalah teknis, semua motor yang tidak menyala di trek ataupun area run-off harus segera dievakuasi ke belakang line of protection oleh marshal,” tulis keterangan resmi FIM dikutip dari Crash, Kamis (15/01).
Regulasi itu harapannya dapat meningkatkan keselamatan dan keamanan semua pihak termasuk marshal. Federasi lainnya diharapkan bisa mengikuti langkah tersebut.
Meskipun dikhawatirkan dapat menimbulkan tantangan tersendiri buat pembalap, FIM meyakini hal itu merupakan keputusan terbaik untuk menjaga keselamatan marshal selama berada di area balapan.
Selain di MotoGP dan WSBK, semua balapan yang melibatkan FIM disebut dapat menerapkan regulasi tersebut.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
18 Agustus 2026, 07:00 WIB
10 Agustus 2026, 20:44 WIB
09 Agustus 2026, 20:36 WIB
08 Agustus 2026, 22:48 WIB
Terkini
27 Agustus 2026, 15:00 WIB
Changan memboyong sejumlah model andalan dari berbagai sub merek, tawarkan variasi produk buat konsumen
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
Untuk pasar India, Honda ADV 160 kini pakai mesin bensin yang dapat menenggak bahan bakar campuran etanol
27 Agustus 2026, 09:00 WIB
Baru-baru ini beredar isu kenaikan tarif parkir untuk mobil di Jakarta menjadi Rp 60 ribu yang menuai kontra
27 Agustus 2026, 07:00 WIB
Marini dan Aldeguer akhirnya menentukan masa depan mereka dan mengisi susunan sementara pembalap MotoGP 2027
27 Agustus 2026, 06:07 WIB
Di hari ini SIM keliling Bandung beroperasi sejak pagi dan mengakomodir kebutuhan pengendara di Kota Kembang
27 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di lima lokasi dan pada jam yang terbatas, simak informasi lengkapnya
27 Agustus 2026, 06:00 WIB
Jadwal, titik-titik lokasi hingga jenis kendaraan yang boleh melintas Ganjil Genap Jakarta dirangkum di bawah
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
SUV EV kompak Changan Nevo Q05 membuktikan keandalannya sebagai mobil listrik urban, simak ulasan lengkapnya