Klasemen Sementara MotoGP 2026: Bezzecchi Berhasil Salip Ogura
10 Agustus 2026, 20:44 WIB
FIM menetapkan aturan baru terkait prosedur menyalakan motor pasca kecelakaan di tengah balapan MotoGP
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) resmi mengumumkan aturan baru yang berlaku di MotoGP 2026 dan juga WSBK.
Musim ini, pembalap yang mengalami kecelakaan di trek tidak boleh mencoba kembali menyalakan motornya dari area lintasan maupun run-off.
Di MotoGP, bukan jadi pemandangan asing melihat pembalap terjatuh atau terlibat kecelakaan dan berusaha menyalakan kembali motor balapnya guna melanjutkan balapan.
Memang jika mengacu pada aturan terdahulu, pembalap masih diperbolehkan untuk mencoba menyalakan kembali motornya di area run-off atau gravel.
Namun hal tersebut dinilai berpotensi menyebabkan kecelakaan buat pembalap lain dan membahayakan para marshal.
Sehingga FIM mengambil keputusan untuk melarang pembalap menyalakan motor dari area run-off.
Perubahan regulasi di MotoGP 2026 telah didiskusikan oleh Grand Prix Commission dan SBK Commission serta melibatkan seluruh pihak terkait.
Apabila motor tidak dapat dinyalakan karena kecelakaan ataupun masalah teknis, unitnya harus dievakuasi ke area pagar pembatas.
Pembalap masih tetap boleh bergabung dan melanjutkan balapan, namun hanya boleh dilakukan di area pembatas atau trackside barrier, dibantu oleh marshal yang bertugas.
Perbaikan pada motor boleh dilakukan tetapi di belakang pembatas yang aman dari area trek atau lintasan selama balapan berlangsung.
Menurut pihak FIM jika motor terlibat kecelakaan masih dalam kondisi menyala, maka pembalap bisa langsung kembali ke trek.
Namun jika marshal melihat adanya peluang kerusakan berat, maka pembalap harus berhenti dan dilarang bergabung kembali.
“Setelah terjadi crash atau masalah teknis, semua motor yang tidak menyala di trek ataupun area run-off harus segera dievakuasi ke belakang line of protection oleh marshal,” tulis keterangan resmi FIM dikutip dari Crash, Kamis (15/01).
Regulasi itu harapannya dapat meningkatkan keselamatan dan keamanan semua pihak termasuk marshal. Federasi lainnya diharapkan bisa mengikuti langkah tersebut.
Meskipun dikhawatirkan dapat menimbulkan tantangan tersendiri buat pembalap, FIM meyakini hal itu merupakan keputusan terbaik untuk menjaga keselamatan marshal selama berada di area balapan.
Selain di MotoGP dan WSBK, semua balapan yang melibatkan FIM disebut dapat menerapkan regulasi tersebut.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Agustus 2026, 20:44 WIB
09 Agustus 2026, 20:36 WIB
08 Agustus 2026, 22:48 WIB
13 Juli 2026, 20:41 WIB
12 Juli 2026, 20:01 WIB
Terkini
12 Agustus 2026, 21:12 WIB
Astra Financial menyatakan bahwa target selama GIIAS 2026 terlampaui melalui pembiayaan kendaraan ACC dan TAF
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
iGreen+ meresmikan SPKLU Ultra Fast Charging ke-17 untuk memudahkan para pengguna mobil listrik di Indonesia
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
Kendaraan listrik Farizon SV menjadi armada baru perusahaan transportasi Daytrans untuk rute favorit
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Penjualan mobil di Indonesia mengalami pemulihan di periode Juli 2026, tercatat 77.412 unit secara retail
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Sejauh ini, kebakaran EV yang terjadi di Indonesia bukan disebabkan oleh baterai dan masih dapat dipadamkan
12 Agustus 2026, 07:00 WIB
Jetour T2 i-DM resmi diluncurkan dalam ajang GIIAS 2026, SUV satu ini dipasarkan dengan banderol Rp 699 juta
12 Agustus 2026, 06:16 WIB
Ada lima lokasi SIM keliling Jakarta yang dapat melayani prosedur perpanjangan Surat Izin Mengemudi A dan C
12 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dihadirkan untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang