Harapan Besar Aprilia Terhadap Jorge Martin di MotoGP 2026
31 Desember 2025, 16:00 WIB
Angka pemesanan mobil Honda di GIIAS 2024 turun tipis sekitar 131 unit jika dibandingkan dengan tahun lalu
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – HPM (Honda Prospect Motor) gagal meraih hasil maksimal di GIIAS 2024. Sebab angka pemesanan mobil mobil mereka turun dibandingkan tahun lalu.
Tahun ini mereka hanya mampu mencatatkan penjualan sebanyak 1.891 unit saja. Jumlah itu terkoreksi sekitar 131 mobil jika dibandingkan dengan GIIAS 2023.
Sebab tahun lalu mereka bisa melepas sampai 1.992 unit. Tentu hasil di GIIAS 2024 berbanding terbalik dengan pencapaian merek lain yang meningkat.
“Angka pemesanan di GIIAS 2024 hampir setara dengan tahun lalu. Menunjukkan perbaikan terhadap permintaan konsumen, meskipun pasar otomotif secara umum sedang mengalami penurunan dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya,” ujar Yusak Billy, selaku Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor dalam keterangan resmi.
Billy menjelaskan kalau Honda Brio Satya dan RS menjadi tulang punggung mereka. Sebab mobil tersebut terpesan sampai 800 unit.
Berkontribusi sampai 43 persen dari keseluruhan dagangan Honda di GIIAS 2024. Kemudian masih ada model lainnya, seperti HR-V dengan 386 unit.
Sementara pada tempat ketiga diisi oleh Honda WR-V membukukan 344 unit. Lalu Honda BR-V sebesar 164 unit serta Honda CR-V 109 unit.
“Hal ini juga mulai berdampak positif terhadap penjualan Honda terutama di wilayah Jakarta, di mana pada Juli 2024 kami mencatat peningkatan pemesanan sekitar 20 persen dibanding bulan sebelumnya,” Billy menambahkan.
Sebagai informasi pasar otomotif terutama kendaraan roda empat sedang tidak baik-baik saja. Menurut data Gaikindo, penjualan Wholesales atau dari pabrik ke diler sepanjang semester satu berhenti di 408.012 unit.
Jumlah tersebut terkoreksi 19,5 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. Pasalnya di 2023 menyentuh angka 506.427 unit.
Sedangkan penjualan ritel berjumlah 431.987 unit atau turun sebesar 14 persen dari tahun sebelumnya yang berhasil mencapai 502.533 unit.
Sejumlah faktor menjadi penyebab penjualan mobil di Indonesia turun drastis. Salah satunya adalah karena krisis ekonomi yang mempengaruhi daya beli masyarakat.
Lalu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut memberi tekanan. Kemudian pemilihan presiden 2024 juga menjadi batu sandungan.
Sedangkan Honda sendiri mencatat penjualan retail sebanyak 51.681 unit di 2024. Brio tetap menjadi andalan mereka guna menggoda konsumen di dalam negeri.
“Kami optimistis realisasi pemesanan di GIIAS 2024 akan kembali terlihat dalam angka retail di awal semester kedua,” Billy menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Desember 2025, 16:00 WIB
31 Desember 2025, 11:00 WIB
28 Desember 2025, 09:00 WIB
25 Desember 2025, 15:00 WIB
25 Desember 2025, 07:00 WIB
Terkini
02 Januari 2026, 20:22 WIB
Persaingan baru, rookie Diogo Moreira dan Toprak Razgatlioglu siap meramaikan ajang balap MotoGP 2026
02 Januari 2026, 19:00 WIB
Julian Johan sudah melakukan berbagai persiapan guna berlaga di Rally Dakar 2026, seperti latihan di Maroko
02 Januari 2026, 18:46 WIB
Taksi listrik Green SM kembali alami kecelakaan, pengamat sorot pentingnya pelatihan softskill pengemudi
02 Januari 2026, 17:00 WIB
Penjualan BYD di Indonesia selama periode 2024-2025 tembus 50 ribu unit dan wajib dirakit lokal tahun ini
02 Januari 2026, 16:00 WIB
BYD menilai terobosan serta inovasi pada mobil listrik sebagai kontribusi dalam pengembangan industri
02 Januari 2026, 15:00 WIB
Leapmotor merupakan salah satu merek asal Tiongkok yang bakal masuk Indonesia melalui Indomobil Group
02 Januari 2026, 14:16 WIB
Tiga merek mobil Cina catat penjualan positif di Inggris, angka penjualannya diproyeksikan 200 ribu di 2025
02 Januari 2026, 13:38 WIB
Aismoli mengungkapkan ada cara lain untuk kembali menggairahkan pasar motor listrik pada periode 2026