Changan Deepal S07, Teman Berkendara yang Aman dan Nyaman
11 Maret 2026, 07:00 WIB
Range anxiety dialami banyak pemilik mobil listrik, Kia klaim hal tersebut hanya terjadi di awal pemakaian
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Pengguna mobil listrik dihantui kondisi range anxiety atau kondisi kecemasan berlebih akan daya jelajah kendaraan. Hal ini tidak dirasakan oleh para pemilik kendaraan konvensional pada umumnya.
Dilansir dari EVBox, Senin (21/8) range anxiety sendiri merupakan rasa takut muncul karena khawatir tidak bisa menemukan charging point atau SPKLU tepat waktu sebelum daya baterai benar-benar habis.
Dari hasil survey EVBox juga ditemukan bahwa sebanyak 43 persen calon pembeli mobil listrik merasa tidak yakin bisa menemukan charging point saat daya baterai sudah hampir habis.
Sebagai salah satu penjual mobil listrik di Indonesia, PT KIA (Kreta Indo Artha) yang memiliki lini elektrifikasi EV6 dan EV9 sempat mengungkapkan bahwa range anxiety memang terjadi di kalangan konsumen Kia.
Hanya saja tidak dalam waktu lama menggunakan kendaraan listrik, seperti disampaikan oleh Ario Soerjo selaku Marketing and Development Division Head PT KIA.
“Kalau bicara charging, range anxiety itu hanya sebulan pertama. Ya di awal saja, lama-lama (konsumen) sudah bisa berhitung,” ungkap Ario kepada media di ICE BSD beberapa waktu lalu.
Ia mencontohkan pada mobil listrik Kia sendiri ketika daya baterai tersisa 10 persen masih bisa menjelajah sampai 70 kilometer. Tapi ternyata konsumen terpaku pada persentase baterai karena sudah tinggal sedikit.
Meski SPKLU terbilang terbatas, pengguna kendaraan listrik bisa mengisi di tempat-tempat strategis seperti pusat perbelanjaan atau mall.
“Ultra fast charging itu bukan kita yang menyediakan. Tapi ini bisa pakai punya Hyundai di Plaza Indonesia,” ujar Ario.
Seiring perkembangan waktu Ario yakin pengguna mobil listrik terbiasa untuk menghitung jarak tempuh tersisa ketimbang memperhatikan persentase baterai saja.
Sehingga range anxiety bukan lagi jadi masalah berarti namun sesuatu yang wajar saja terjadi di awal beralih dari kendaraan konvensional.
Sekadar informasi jumlah SPKLU di Indonesia saat ini mencapai 842 stasiun di 388 lokasi. 91 unit di antaranya dilengkapi fasilitas fast charging sementara 32 unit lain untuk ultrafast charging.
Jumlah tersebut merupakan gabungan dari SPKLU milik PT PLN, instalasi privat atau charging station kendaraan umum.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Maret 2026, 07:00 WIB
09 Maret 2026, 15:00 WIB
09 Maret 2026, 11:26 WIB
08 Maret 2026, 15:00 WIB
07 Maret 2026, 15:00 WIB
Terkini
11 Maret 2026, 09:00 WIB
Fatalitas dalam kecelakaan di jalan raya dapat ditekan dengan sinergitas beberapa pihak dan peran publik
11 Maret 2026, 07:00 WIB
Lebih dari sekadar mobil listrik secara umum di pasar otomotif Indonesia, Changan Deepal S07 lebih unggul
11 Maret 2026, 06:00 WIB
Ada beberapa persyaratan yang harus disiapkan untuk memanfaatkan SIM keliling Jakarta, simak detailnya
11 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta di Ibu Kota kembali diterapkan untuk memastikan kelancaran mobilitas warga
11 Maret 2026, 06:00 WIB
ITC Kebon Pala menjadi salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang bisa didatangi oleh para pengendara
10 Maret 2026, 22:10 WIB
BYD masih menjadi merek mobil Cina terlaris di Indonesia pada periode Februari 2026 disusul Jaecoo dan Wuling
10 Maret 2026, 17:00 WIB
Daihatsu memamerkan kelengkapan fasilitas mereka termasuk Part Center yang betujuan untuk menyediakan suku cadang di Indonesia
10 Maret 2026, 15:00 WIB
Aito M9 menjadi salah satu kandidat kuat mobil baru DFSK yang segera dipasarkan di semester kedua tahun ini