Strategi Baru Kia untuk Pasar Indonesia
29 April 2026, 12:12 WIB
Range anxiety dialami banyak pemilik mobil listrik, Kia klaim hal tersebut hanya terjadi di awal pemakaian
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Pengguna mobil listrik dihantui kondisi range anxiety atau kondisi kecemasan berlebih akan daya jelajah kendaraan. Hal ini tidak dirasakan oleh para pemilik kendaraan konvensional pada umumnya.
Dilansir dari EVBox, Senin (21/8) range anxiety sendiri merupakan rasa takut muncul karena khawatir tidak bisa menemukan charging point atau SPKLU tepat waktu sebelum daya baterai benar-benar habis.
Dari hasil survey EVBox juga ditemukan bahwa sebanyak 43 persen calon pembeli mobil listrik merasa tidak yakin bisa menemukan charging point saat daya baterai sudah hampir habis.
Sebagai salah satu penjual mobil listrik di Indonesia, PT KIA (Kreta Indo Artha) yang memiliki lini elektrifikasi EV6 dan EV9 sempat mengungkapkan bahwa range anxiety memang terjadi di kalangan konsumen Kia.
Hanya saja tidak dalam waktu lama menggunakan kendaraan listrik, seperti disampaikan oleh Ario Soerjo selaku Marketing and Development Division Head PT KIA.
“Kalau bicara charging, range anxiety itu hanya sebulan pertama. Ya di awal saja, lama-lama (konsumen) sudah bisa berhitung,” ungkap Ario kepada media di ICE BSD beberapa waktu lalu.
Ia mencontohkan pada mobil listrik Kia sendiri ketika daya baterai tersisa 10 persen masih bisa menjelajah sampai 70 kilometer. Tapi ternyata konsumen terpaku pada persentase baterai karena sudah tinggal sedikit.
Meski SPKLU terbilang terbatas, pengguna kendaraan listrik bisa mengisi di tempat-tempat strategis seperti pusat perbelanjaan atau mall.
“Ultra fast charging itu bukan kita yang menyediakan. Tapi ini bisa pakai punya Hyundai di Plaza Indonesia,” ujar Ario.
Seiring perkembangan waktu Ario yakin pengguna mobil listrik terbiasa untuk menghitung jarak tempuh tersisa ketimbang memperhatikan persentase baterai saja.
Sehingga range anxiety bukan lagi jadi masalah berarti namun sesuatu yang wajar saja terjadi di awal beralih dari kendaraan konvensional.
Sekadar informasi jumlah SPKLU di Indonesia saat ini mencapai 842 stasiun di 388 lokasi. 91 unit di antaranya dilengkapi fasilitas fast charging sementara 32 unit lain untuk ultrafast charging.
Jumlah tersebut merupakan gabungan dari SPKLU milik PT PLN, instalasi privat atau charging station kendaraan umum.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
29 April 2026, 12:12 WIB
28 April 2026, 15:00 WIB
28 April 2026, 11:00 WIB
28 April 2026, 09:00 WIB
26 April 2026, 13:00 WIB
Terkini
30 April 2026, 19:00 WIB
Pameran modifikasi The Elite Showcase 2026 bakal digelar di ICE BSD, Tangerang pada 9-10 Mei mendatang
30 April 2026, 17:00 WIB
Chery OMODA C5 hadir dengan menawarkan kenyamanan lebih dan diharapkan bisa menggantikan E5 di masa mendatang
30 April 2026, 15:00 WIB
Demi menguasai pasar otomotif di seluruh dunia, pendiri Chery mengaku telah menyiapkan strategi 'double T'
30 April 2026, 13:35 WIB
Lepas memperkenalkan sejumlah produk andalan di Auto China 2026, salah satunya adalah mobil listrik L4
30 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung melayani para pemilik motor dan mobil yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
30 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mengurai kemacetan jalanan Ibu Kota, simak 62 titiknya
30 April 2026, 06:00 WIB
Menjelang Hari Buruh, SIM keliling Jakarta masih bisa melayani perpanjangan masa berlaku SIM di lima lokasi
29 April 2026, 22:43 WIB
Fitur-fitur yang disematkan pada Mitsubishi Xforce bisa menambah kenyamanan para penggunanya sehari-hari