Suzuki e Sky Terdaftar di Indonesia yang Tengah Ramai EV Mungil
17 September 2026, 13:00 WIB
Melalui Kepmen ESDM RI Nomor 182.K/TL.04/MEM.S/2023, kini tarif pengisian di SPKLU untuk kendaraan listrik diatur
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Pemerintah melalui Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Manusia) saat ini mulai mengatur besaran tarif pengisian listrik ke mobil setrum.
Nantinya hanya ada dua kategori SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik) yang tarifnya diatur, yakni fast charging serta ultrafast charging.
Keputusan anyarnya tertuang dalam Kepmen ESDM RI Nomor 182.K/TL.04/MEM.S/2023 tentang Biaya Layanan Pengisian Listrik Pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum.
Di dalamnya dijelaskan kalau tarif pengisian di SKPLU untuk mobil listrik dengan teknologi pengisian cepat atau fast charging dikenakan biaya maksimal Rp25 ribu.
Sedangkan SPKLU ultrafast charging tarif yang ditentukan pemerintah sedikit lebih besar, yakni paling banyak Rp57 ribu. Biaya tersebut dikenakan untuk setiap satu kali pengisian kendaraan elektrik.
Selain itu tarif pengisian di SPKLU untuk mobil listrik di atas belum termasuk PPN (Pajak Pertambahan Nilai) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan pada bidang perpajakan.
Kemudian dalam Diktum Kelima disebutkan bahwa biaya layanan pengisian listrik pada SPKLU, nantinya akan dilakukan evaluasi setiap dua tahun atau sewaktu-waktu bila diperlukan.
Namun perlu diketahui, kebijakan baru dibuat tidak mengatur tarif untuk dua model pengisian kendaraan listrik lainnya yakni slow charging dan medium charging.
Patut diketahui teknologi pengisian lambat atau slow charging adalah SPKLU dengan daya keluaran sampai tujuh kilowatt. Sementara medium charging tujuh sampai 22 kilowatt.
Ketiga teknologi pengisian cepat atau fast charging dengan keluaran lebih dari 22 kilowatt hingga 50 kilowatt. Lalu ultrafast charging memiliki daya lebih dari 50 kilowatt.
Ketentuannya telah ditetapkan oleh Arifin Tasrif selaku Menteri ESDM pada 17 Juli 2023. Sehingga sudah resmi berlaku sejak tanggal penetapan.
Dengan begitu diharapkan bisa mendorong masyarakat mengadopsi kendaraan listrik. Sebab sudah banyak kemudahan yang diberikan pemerintah.
Jika dilihat dari data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) penjualan mobil listrik secara wholesale sepanjang semester 1 2023 mencapai 5.849 unit.
Jumlahnya tumbuh 1.081 persen dibanding periode yang sama pada 2023 hanya mencatatkan 495 unit saja.
Memang Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama sejumlah pembantunya terus mendongkrang penjualan mobil listrik. Seperti bantuan disalurkan ke masyarakat sejak 1 April 2023.
Insentif yang dimaksud yakni potongan PPN atau Pajak Pertambahan Nilai berlaku hingga Desember 2023 dengan kuota 35.900 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 September 2026, 13:00 WIB
15 September 2026, 13:00 WIB
15 September 2026, 09:00 WIB
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
Terkini
18 September 2026, 09:36 WIB
Wuling Eksion PHEV hadir untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang tidak hanya bermobilitas di dalam kota
18 September 2026, 06:00 WIB
Mobil pribadi dengan pelat nomor yang tidak sesuai diharapkan tidak melintas area Ganjil Genap Jakarta
18 September 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tetap beroperasi di lima lokasi di sekitar ibu kota
18 September 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang
17 September 2026, 22:00 WIB
Sejumlah motor matic murah dari Suzuki dan TVS mengalami kenaikan bervariasi pada periode September 2026
17 September 2026, 18:59 WIB
Tim satelit KTM, yakni Tech3 baru mengumumkan Agius untuk masuk ke susunan sementara pembalap MotoGP 2027
17 September 2026, 17:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS siap berlanjut ke Semarang di akhir September 2026, ada promo pembelian tiket
17 September 2026, 15:00 WIB
Merek mobil mewah di RI alami kenaikan penjualan sepanjang periode Agustus 2026, termasuk BMW dan Lexus