Catatan BYD di Pasar EV Nasional
23 April 2026, 19:17 WIB
Mobil listrik kecil, Hyundai Inster EV punya peluang dihadirkan ke konsumen Tanah Air sebelum akhir 2025
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) masih punya rencana menghadirkan setidaknya dua produk baru buat konsumen Tanah Air.
Perwakilan Hyundai tidak membeberkan banyak, tetapi menegaskan model terbaru mereka tidak akan tersedia dalam opsi mesin bensin melainkan eksklusif mobil hybrid atau listrik murni.
Hal tersebut dilakukan guna mendukung komitmen elektrifikasi pemerintah dan menyediakan lebih banyak kendaraan ramah lingkungan ke para pelanggan di dalam negeri.
Tetapi berbeda dari lini Electric Vehicle (EV) lain punya Hyundai, sebab nantinya produk anyar tersebut akan diimpor utuh atau berstatus Completely Built Up (CBU).
Model yang jadi kandidat di segmen entry level adalah Hyundai Inster EV. Ketika ditelusuri, merek dagang Inster sudah terdaftar di laman Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI).
“Kita ambil CBU dan rasanya itu sangat cocok buat masyarakat Indonesia. Tetapi ditunggu saja,” kata Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT HMID di Tangerang beberapa waktu lalu.
Meskipun kehadiran kembaran Kia EV9, Ioniq 9 cukup dinanti, tampaknya Hyundai bakal menggaet segmen menengah lewat produk lain.
“Tadi clue-nya sudah diberi tahu. Kita tertarik dengan segmen bawah, tetapi nanti dilihat saja,” kata Frans singkat.
Sebagai informasi, Hyundai Inster EV pakai basis mobil Casper yang hanya dijual di Korea Selatan.
Tetapi tampilannya telah dirombak supaya jadi semakin modern dan khas mobil listrik.
Tipe tertinggi Hyundai Inster EV dibenamkan baterai berkapasitas 49 kWh, suguhkan jarak tempuh 230 mil atau sekitar 370,1 kilometer.
Buat perbandingan, Hyundai Kona Electric tipe Signature Long Range di Indonesia pakai baterai 66 kWh dan menawarkan daya jelajah sekitar 549 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh.
Berkat konfigurasi baterai dan motor elektrik pada Hyundai Inster EV, klaim tenaga yang dihasilkan adalah 113 hp dengan torsi puncak 147 Nm.
Ukuran kompak jadi andalan dengan panjang 3.825 m x lebar 1.620 mm x tinggi 1.575 mm. Sehingga bisa tetap nyaman dibawa ke area padat seperti perkotaan.
Untuk gambaran kasar, dimensinya tidak telalu jauh berbeda dari BYD Atto 1, mobil listrik kecil berukuran P x L x T di 3.925 mm x 1.720 mm x 1.590 mm.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 April 2026, 19:17 WIB
23 April 2026, 17:39 WIB
22 April 2026, 15:00 WIB
20 April 2026, 21:19 WIB
20 April 2026, 07:00 WIB
Terkini
25 April 2026, 15:00 WIB
Motul berkolaborasi dengan EMP untuk terlibat di ajang balap motor ketahanan FIM EWC World Endurance Championship
25 April 2026, 13:00 WIB
Changan memperkenalkan teknologi BlueCore Hybrid yang memiliki efisiensi dalam penggunaan bahan bakar
25 April 2026, 11:00 WIB
Lepas membawa beberapa produk unggulan dalam ajang Beijing Auto Show 2026, masing-masing adalah L4 dan L6
25 April 2026, 09:01 WIB
Marc Marquez dan Francesco Bagnaia mempunyai catatan apik meraih kemenangan dalam ajang MotoGP Spanyol 2026
25 April 2026, 08:56 WIB
Cargloss Group memasuki usia 40 tahun dan berganti kepemimpinan menuju masa depan lebih terintegrasi
24 April 2026, 20:33 WIB
Jetour Zongheng G700 jadi salah satu kandidat SUV PHEV baru di RI, mengisi kelas yang sama dengan Denza B5
24 April 2026, 17:30 WIB
Jetour G700 dan T2 i-DM dicoba oleh seluruh jurnalis dan influencer yang mengikuti ajang test drive eksklusif
24 April 2026, 15:00 WIB
Peraturan baru mengenai insentif EV tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 900.1.13.1/3764/SJ