Lamborghini Batal Bikin Mobil Listrik: Hampir Tak Ada Peminat
02 Maret 2026, 16:06 WIB
Changan memiliki sebuah fasilitas pabrik yang di dalamnya beroperasi 1.400 ribot dan 650 ADV untuk bikin EV
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Changan menjadi salah satu manufaktur asal Cina dan bakal meramaikan persaingan di segmen mobil listrik Indonesia. Mereka pun memiliki fasilitas Intelligent Factory.
Sebuah fasilitas produksi ultra modern yang menjadi simbol transformasi digital industri otomotif di Negeri Tirai Bambu.
Berdiri pada 2024, kompleks produksi tersebut berada di atas lahan seluas 770 ribu meter persegi. Memiliki kapasitas sampai 280 ribu unit per tahun.
Pabrik ini menjadi inisiator penerapan teknologi di industri otomotif. Hasil kolaborasi antara Changan Automobile, Huawei Technologies dan China Unicorn.
Kerja sama mereka melahirkan sistem manufaktur yang benar-benar terotomatisasi serta terkoneksi penuh.
“Changan berkomitmen untuk menghadirkan teknologi otomotif yang mampu meningkatkan kualitas hidup pengguna dan mendukung transisi menuju mobilitas berkelanjutan,” ungkap Henry Huang, Sea Sales Department Regional Director of Changan Automobile di Chongqing, Cina beberapa waktu lalu.
Disebutkan bahwa di pabrik Changan beroperasi lebih dari 800 perangkat pintar, 1.400 robot industri dan 650 kendaraan Automated Guided Vehicle (AGV).
Selain itu masih ada 200 workstation otomatis yang bekerja sinkron melalui sistem kendali berbasis AI maupun jaringan 5G.
Sinergi antar perangkat tersebut membuat 100 persen proses inti produksi berlangsung otomatis. Mulai dari pengelasan, pengecatan hingga perakitan akhir.
Changan Deepal S05 dan E07 menjadi model andalan. Masing-masing mengusung sistem penggerak Electric Vehicle (EV) serta Range Extended Electric Vehicle (REEV).
“Kami percaya bahwa masa depan industri otomotif akan ditentukan oleh inovasi yang menggabungkan kecerdasan, efisiensi energi dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” lanjut Henry.
Patut diketahui, pabrik Changan yang berlokasi di Chongqing, Cina mengusung tiga nilai utama, yakni intelligent, low carbon serta efficient.
Pertama intelligent adalah seluruh lini produksi telah terdigitalisasi melalui 16 sistem kecerdasan buatan yang mampu menekan biaya operasional hingga 20 persen.
Sementara low carbon merupakan pabrik yang sudah memanfaatkan panel surya seluas 260.000 meter persegi dengan kapasitas 36 megawatt.
Diklaim mampu menyuplai 19 persen kebutuhan energi dan mengurangi emisi karbon secara signifikan.
Terakhir efficient, yakni tujuh proses inti mulai dari software testing, battery assembly hingga die-casting terintegrasi penuh. Meningkatkan efisiensi kerja hingga 20 persen dibanding fasilitas konvensional.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Maret 2026, 16:06 WIB
01 Maret 2026, 14:00 WIB
23 Februari 2026, 09:00 WIB
20 Februari 2026, 08:00 WIB
19 Februari 2026, 16:27 WIB
Terkini
02 Maret 2026, 16:06 WIB
Lamborghini memutuskan untuk hadirkan Lanzador sebagai PHEV, EV murni masih belum berhasil menjaring peminat
02 Maret 2026, 14:00 WIB
Usaha rental mobil ikut terdampak di tengah lesunya ekonomi dan adanya efisiensi atau pemotongan anggaran
02 Maret 2026, 13:00 WIB
Mitsubishi Indonesia menyiapkan setidaknya empat strategi untuk bisa mewujudkan targetnya pada tahun ini
02 Maret 2026, 12:00 WIB
Geely siap mengawal pelanggannya saat mudik Lebaran 2026 dengan membuka 11 diler di sejumlah kota besar
02 Maret 2026, 11:00 WIB
Selama musim mudik 2026, Hino akan membuka sejumlah posko mudik yang siap mengawal perjalanan pelanggan
02 Maret 2026, 10:00 WIB
Yamaha ingin berkolaborasi dengan Agrinas Pangan Nusantara untuk memasok motor baru bagi Koperasi Merah Putih
02 Maret 2026, 08:03 WIB
Pedro Acosta sukses mengamankan 32 poin di Thailand untuk bisa berebut puncak klasemen sementara MotoGP 2026
02 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta pertama di Maret 2026 akan diawasi ketat oleh pihak kepolisian yang terus berjaga