10 Merek Mobil Cina Terlaris Juli 2026, BYD Jual 5.000 Unit
18 Agustus 2026, 14:00 WIB
Pada semester satu 2026, penjualan mobil Cina mengalami gejolak sehingga menggalami penurunan cukup besar
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Para produsen mobil listrik Cina sepertinya mulai gigit jari. Sebab peminat produk mereka mengalami penurunan.
Melansir laporan dari South China Morning Post pada Selasa (07/07), sebanyak 1 jutaan unit Battery Electric Vehicle (BEV) dan Hybrid Electric Vehicle (HEV) diserahkan kepada konsumen di Juni 2026.
Akan tetapi, menurut China Passenger Car Association angka tersebut mengalami penurunan sampai tujuh persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025.
Sementara itu, pada semester pertama 2026 pengiriman mobil listrik maupun hybrid anjlok 13 persen menjadi 4,7 jutaan unit bila dibandingkan dengan tahun lalu.
“Sentimen konsumen yang lemah merupakan pertanda buruk bagi pasar kendaraan listrik tahun ini,” ucap Tian Maower, manajer penjualan di Yiyou Auto Service.
Menurut Tian, ada beberapa faktor mengapa peminat mobil Cina mengalami penurunan cukup besar beberapa waktu belakangan.
Seperti banyak masyarakat yang mengharapkan para produsen, menurunkan harga kendaraan roda empat berjantung pacu hibrida maupun listrik murni.
Selain itu kondisi ekonomi Tiongkok yang tidak stabil membuat banyak masyarakat menunda pembelian mobil.
Kemudian insentif pembelian mobil listrik dan hybrid dari pemerintah terus dikurangi. Sehingga menurunkan minat masyarakat untuk berbelanja.
Sebagai informasi, pemerintah di Negeri Tirai Bambu telah menyesuaikan pemberian stimulus sejak awal 2026.
Mereka menghapus secara bertahap keringanan pajak penjualan bagi produsen kendaraan roda empat setrum.
Sedangkan pada awal bulan ini, dikonfirmasi bahwa potongan pajak kendaraan tahunan yang tersedia untuk BEV, HEV hingga REEV akan dipangkas mulai 1 Januari 2027.
Dengan berbagai faktor pendorong di atas, para pabrikan didorong untuk terus berinovasi demi menggoda konsumen.
Di sisi lain meski pasar mobil hybrid maupun listrik Cina mengalami penurunan tajam, ada beberapa pabrikan yang masih dapat memetik keuntungan.
Mulai dari BYD, Xiaomi sampai Leapmotor mampu menorehkan kinerja positif dari penjualan ke luar negeri.
Situasi yang ada membuat banyak pabrikan asal Cina lainnya menjerit. Mereka kesulitan untuk berkompetisi di pasar dalam negeri maupun di luar Tiongkok.
Bahkan pada 2030 mendatang, diperkirakan akan banyak perusahaan yang bangkrut atau diakuisisi oleh merek lebih besar.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
18 Agustus 2026, 14:00 WIB
18 Agustus 2026, 09:00 WIB
06 Agustus 2026, 07:00 WIB
05 Agustus 2026, 19:00 WIB
30 Juli 2026, 07:00 WIB
Terkini
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
Menurut rencana mobil listrik BAIC T1 akan diproduksi di Purwakarta dengan memanfaatkan fasilitas Handal
19 Agustus 2026, 06:00 WIB
Seperti biasa, fasilitas SIM keliling Jakarta tersedia di lima lokasi berbeda hari ini 19 Agustus 2026
19 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengurai kemacetan jalan Ibu Kota
19 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu opsi terbaik buat Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara
18 Agustus 2026, 22:30 WIB
Federal Oil sebagai produsen pelumas kendaraan bermotor kembali dipercaya untuk kategori 2-Wheel Engine Lubricants
18 Agustus 2026, 21:30 WIB
BMW Astra Art of Joy berkolaborasi dengan Teh Villa Gallery pamerkan karya lukis di diler Cilandak dan Serpong
18 Agustus 2026, 18:06 WIB
Amplifier Crescendo Revolution 7A4 cocok untuk berbagai jenis speaker, menyuguhkan audio premium di kabin
18 Agustus 2026, 14:00 WIB
BYD berada di puncak daftar merek mobil Cina terlaris secara retail sepanjang Juli 2026, Jaecoo kedua