Mobil Listrik dan Hybrid Jadi Andalan Warga Cina Hadapi Banjir
13 Juli 2026, 09:00 WIB
Pada semester satu 2026, penjualan mobil Cina mengalami gejolak sehingga menggalami penurunan cukup besar
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Para produsen mobil listrik Cina sepertinya mulai gigit jari. Sebab peminat produk mereka mengalami penurunan.
Melansir laporan dari South China Morning Post pada Selasa (07/07), sebanyak 1 jutaan unit Battery Electric Vehicle (BEV) dan Hybrid Electric Vehicle (HEV) diserahkan kepada konsumen di Juni 2026.
Akan tetapi, menurut China Passenger Car Association angka tersebut mengalami penurunan sampai tujuh persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025.
Sementara itu, pada semester pertama 2026 pengiriman mobil listrik maupun hybrid anjlok 13 persen menjadi 4,7 jutaan unit bila dibandingkan dengan tahun lalu.
“Sentimen konsumen yang lemah merupakan pertanda buruk bagi pasar kendaraan listrik tahun ini,” ucap Tian Maower, manajer penjualan di Yiyou Auto Service.
Menurut Tian, ada beberapa faktor mengapa peminat mobil Cina mengalami penurunan cukup besar beberapa waktu belakangan.
Seperti banyak masyarakat yang mengharapkan para produsen, menurunkan harga kendaraan roda empat berjantung pacu hibrida maupun listrik murni.
Selain itu kondisi ekonomi Tiongkok yang tidak stabil membuat banyak masyarakat menunda pembelian mobil.
Kemudian insentif pembelian mobil listrik dan hybrid dari pemerintah terus dikurangi. Sehingga menurunkan minat masyarakat untuk berbelanja.
Sebagai informasi, pemerintah di Negeri Tirai Bambu telah menyesuaikan pemberian stimulus sejak awal 2026.
Mereka menghapus secara bertahap keringanan pajak penjualan bagi produsen kendaraan roda empat setrum.
Sedangkan pada awal bulan ini, dikonfirmasi bahwa potongan pajak kendaraan tahunan yang tersedia untuk BEV, HEV hingga REEV akan dipangkas mulai 1 Januari 2027.
Dengan berbagai faktor pendorong di atas, para pabrikan didorong untuk terus berinovasi demi menggoda konsumen.
Di sisi lain meski pasar mobil hybrid maupun listrik Cina mengalami penurunan tajam, ada beberapa pabrikan yang masih dapat memetik keuntungan.
Mulai dari BYD, Xiaomi sampai Leapmotor mampu menorehkan kinerja positif dari penjualan ke luar negeri.
Situasi yang ada membuat banyak pabrikan asal Cina lainnya menjerit. Mereka kesulitan untuk berkompetisi di pasar dalam negeri maupun di luar Tiongkok.
Bahkan pada 2030 mendatang, diperkirakan akan banyak perusahaan yang bangkrut atau diakuisisi oleh merek lebih besar.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Juli 2026, 09:00 WIB
09 Juli 2026, 07:00 WIB
29 Juni 2026, 07:00 WIB
24 Juni 2026, 23:00 WIB
24 Juni 2026, 11:00 WIB
Terkini
19 Juli 2026, 14:00 WIB
Vinfast Indonesia secara resmi menawarkan motor listrik dengan pilihan kepemilikan baterai sewa atau beli putus
19 Juli 2026, 12:00 WIB
Chery Q sudah dipesan lebih dari 3.000 unit meskipun tanpa harga final dan baru akan meluncur di GIIAS 2026
19 Juli 2026, 10:38 WIB
MMKSI menilai kalau Mitsubishi Xforce Hybrid lebih memiliki prospek lebih bagus di pasar otomotif Indonesia
18 Juli 2026, 21:09 WIB
Stasiun pengisian kendaraan listrik Voltron Hub Puri Indah menawarkan opsi ultra fast charging ke konsumen
18 Juli 2026, 21:06 WIB
Pangsa pasar Daihatsu di Juni 2026 berhasil tembus 17,1 persen, naik dari capaian di tahun sebelumnya
17 Juli 2026, 18:00 WIB
Diler perdana Leapmotor dibuka di kawasan PIK, gabung deretan grup brand Stellantis lain seperti Citroen
17 Juli 2026, 16:23 WIB
PUBG Mobile menjalin kerja sama dengan Ferrari dan Scuderia Ferrari HP, tawarkan pengalaman baru buat pemain
17 Juli 2026, 09:00 WIB
Selama PRJ 2026 Wahana mencatatkan penjualan positif, sebab ada 6.500 motor Honda yang terpesan di sana