Pengiriman Jaecoo J5 EV Tembus 20.000 Unit, Terlaris di Mei 2026
29 Juni 2026, 07:00 WIB
Pada semester satu 2026, penjualan mobil Cina mengalami gejolak sehingga menggalami penurunan cukup besar
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Para produsen mobil listrik Cina sepertinya mulai gigit jari. Sebab peminat produk mereka mengalami penurunan.
Melansir laporan dari South China Morning Post pada Selasa (07/07), sebanyak 1 jutaan unit Battery Electric Vehicle (BEV) dan Hybrid Electric Vehicle (HEV) diserahkan kepada konsumen di Juni 2026.
Akan tetapi, menurut China Passenger Car Association angka tersebut mengalami penurunan sampai tujuh persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025.
Sementara itu, pada semester pertama 2026 pengiriman mobil listrik maupun hybrid anjlok 13 persen menjadi 4,7 jutaan unit bila dibandingkan dengan tahun lalu.
“Sentimen konsumen yang lemah merupakan pertanda buruk bagi pasar kendaraan listrik tahun ini,” ucap Tian Maower, manajer penjualan di Yiyou Auto Service.
Menurut Tian, ada beberapa faktor mengapa peminat mobil Cina mengalami penurunan cukup besar beberapa waktu belakangan.
Seperti banyak masyarakat yang mengharapkan para produsen, menurunkan harga kendaraan roda empat berjantung pacu hibrida maupun listrik murni.
Selain itu kondisi ekonomi Tiongkok yang tidak stabil membuat banyak masyarakat menunda pembelian mobil.
Kemudian insentif pembelian mobil listrik dan hybrid dari pemerintah terus dikurangi. Sehingga menurunkan minat masyarakat untuk berbelanja.
Sebagai informasi, pemerintah di Negeri Tirai Bambu telah menyesuaikan pemberian stimulus sejak awal 2026.
Mereka menghapus secara bertahap keringanan pajak penjualan bagi produsen kendaraan roda empat setrum.
Sedangkan pada awal bulan ini, dikonfirmasi bahwa potongan pajak kendaraan tahunan yang tersedia untuk BEV, HEV hingga REEV akan dipangkas mulai 1 Januari 2027.
Dengan berbagai faktor pendorong di atas, para pabrikan didorong untuk terus berinovasi demi menggoda konsumen.
Di sisi lain meski pasar mobil hybrid maupun listrik Cina mengalami penurunan tajam, ada beberapa pabrikan yang masih dapat memetik keuntungan.
Mulai dari BYD, Xiaomi sampai Leapmotor mampu menorehkan kinerja positif dari penjualan ke luar negeri.
Situasi yang ada membuat banyak pabrikan asal Cina lainnya menjerit. Mereka kesulitan untuk berkompetisi di pasar dalam negeri maupun di luar Tiongkok.
Bahkan pada 2030 mendatang, diperkirakan akan banyak perusahaan yang bangkrut atau diakuisisi oleh merek lebih besar.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
29 Juni 2026, 07:00 WIB
24 Juni 2026, 23:00 WIB
24 Juni 2026, 11:00 WIB
17 Juni 2026, 11:00 WIB
16 Juni 2026, 10:00 WIB
Terkini
08 Juli 2026, 07:00 WIB
Xpeng GX menjadi salah satu kandidat SUV premium REEV yang bakal masuk pasar Indonesia di masa mendatang
08 Juli 2026, 06:19 WIB
SIstem Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah kota DKI untuk menurunkan tingkat kemacetan
08 Juli 2026, 06:00 WIB
Layanan SIM keliling Jakarta bermaksud mempermudah masyarakat dalam memperpanjang SIM, simak persyaratannya
08 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu opsi terbaik buat Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara
07 Juli 2026, 21:15 WIB
Leapmotor menilai ada beberapa faktor yang membuat LiDAR belum optimal dan cocok di jalanan Indonesia
07 Juli 2026, 06:00 WIB
Melakukan road trip h dengan menyertakan anak-anak membutuhkan banyak persiapan agar liburannya berkesan
07 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih mengandalkan para petugas di jalanan namun dibantu dengan sistem ETLE
07 Juli 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara bisa lebih mudah, seperti melalui SIM keliling Bandung yang beroperasi hari ini