Wuling Aira ev Sudah Bisa Dipesan, Bakal Lebih Murah dari Air ev
13 Juli 2026, 07:00 WIB
Para masyarakat memanfaatkan fitur V2L pada mobil listrik dan hybrid mereka sebagai sumber energi saat banjir
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Banjir besar tengah melanda wilayah Guangxi, Cina. Hal tersebut disebabkan oleh curah hujan ekstrem yang dipicu Topan Mesaak.
Air yang menggenang di beberapa wilayah membuat sebagian permukiman masyarakat terendam dan memutus akses jalan.
Bencana ini turut menyebabkan pemadaman listrik di banyak daerah. Sehingga aktivitas masyarakat ikut terganggu.
Akan tetapi, ada cara unik masyarakat di Tiongkok untuk mendapatkan sumber energi listrik selama banjir melanda.
“Pemilik New Energy Vehicle (NEV) di Tiongkok mengandalkan mobil mereka untuk mendapatkan listrik dan menggunakan fitur Vehicle-to-Load (V2L),” tulis laporan CarNewsChina, Minggu (12/07).
Lebih jauh disebutkan, para pemilik mobil listrik BYD secara sukarela memberikan kendaraan mereka sebagai pasokan energi.
Kemudian pemilik kendaraan roda empat berjantung pacu hybrid, turut mengubah mobil mereka menjadi sumber listrik darurat.
Dengan begitu, beberapa kegiatan masyarakat tetap bisa berjalan. Seperti melakukan pengisian daya gawai pintar.
Jadi komunikasi dengan para anggota keluarga di luar kota Guangxi, bisa terus terjaga serta tidak terputus.
“Adegan serupa terjadi ketika Provinsi Henan di Tiongkok mengalami banjir besar pada 2021,” lanjut mereka.
Dalam beberapa video yang beredar di media sosial, satu mobil listrik atau hybrid mampu mengisi daya 20 sampai 30 gawai pintar.
Sebagai informasi, EV modern sudah dilengkapi dengan fitur V2L. Fitur tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik untuk mengisi daya berbagai perangkat elektronik.
Energi yang tersimpan di baterai mobil tidak hanya dipakai menggerakkan kendaraan, tetapi juga bisa digunakan untuk menyuplai daya bagi berbagai kebutuhan listrik sehari-hari.
Biasanya V2L dapat dioperasikan ketika kendaraan dalam kondisi berhenti atau parkir, dengan syarat daya baterai berada di atas 80 persen.
Fitur ini menyediakan soket AC atau adaptor khusus, sehingga pengguna bisa langsung menghubungkan perangkat elektronik ke mobil.
Sekadar mengingatkan, V2L bekerja dengan memanfaatkan energi yang tersimpan di baterai mobil listrik untuk disalurkan kembali ke perangkat eksternal.
Energi yang berbentuk arus searah (DC) di dalam penampung daya dikonversi menjadi arus bolak-balik (AC), melalui inverter bawaan atau adaptor khusus.
Dalam penggunaannya, sistem V2L pada kendaraan sudah diatur agar tidak mengganggu fungsi utama mobil.
Sekitar 20 persen dari kapasitas penyimpanan daya disediakan khusus untuk kebutuhan V2L.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Juli 2026, 07:00 WIB
11 Juli 2026, 09:00 WIB
09 Juli 2026, 07:00 WIB
08 Juli 2026, 17:07 WIB
08 Juli 2026, 09:00 WIB
Terkini
13 Juli 2026, 07:00 WIB
Harga Wuling Aira ev diumumkan di ajang GIIAS 2026 pada akhir Juli, sudah bisa dipesan di diler terdekat
13 Juli 2026, 06:00 WIB
Jelang akhir pekan, pengguna kendaraan roda empat tetap patut waspada dengan aturan ganjil genap Jakarta
13 Juli 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dimanfaatkan hari ini di fasilitas SIM keliling Jakarta, simak lokasinya
12 Juli 2026, 20:01 WIB
Marc Marquez kembali membuktikan performanya di MotoGP Jerman 2026, duo rider satelit Aprilia naik podium
12 Juli 2026, 14:44 WIB
Changan Indonesia menggelar Media Test Drive produk mereka yang terbaru yakni Deepal S05 BEV dan REEV
11 Juli 2026, 21:00 WIB
Data terbaru dari Gaikindo menunjukkan angka wholesales PHEV berhasil mencapai 2.402 unit sepanjang Juni 2026
11 Juli 2026, 20:48 WIB
Marc dan Alex Marquez berhasil menjadi yang terdepan dalam balapan di sesi sprint race MotoGP Jerman 2026
11 Juli 2026, 09:00 WIB
REEV menjadi satu alternatif teknologi ramah lingkungan baru yang bakal ditawarkan oleh berbagai merek Cina