Kendaraan Hybrid Mulai Diminati di Sektor Pertambangan
24 Agustus 2026, 09:00 WIB
Toyota memiliki teknologi hybrid yang bisa diandalkan di seluruh produk mereka, termasuk Veloz terkini
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Fenomena lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terus terjadi belakangan ini kian menghimpit dompet para pemilik kendaraan.
Di tengah tekanan biaya operasional harian yang membengkak, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mobilitas yang bersih dan ramah lingkungan juga semakin meningkat.
Lantas, bagaimana caranya agar kita tetap bisa bermobilitas secara leluasa tanpa perlu dihantui rasa waswas melihat meteran bensin yang cepat surut? Solusi ini sudah ada di depan mata, bahkan sejak lama.
Jawabannya ada pada teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV). Di tengah keterbatasan infrastruktur stasiun pengisian daya (charging station) kendaraan listrik berbasis baterai yang belum merata di Indonesia, mobil hybrid hadir sebagai solusi realistis.
Teknologi ini menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik dibanding mobil konvensional, sekaligus menekan emisi gas buang tanpa perlu mengubah kebiasaan berkendara harian penggunanya.
Sebagai pionir teknologi elektrifikasi yang telah menghadirkan Toyota Prius sejak 2009 di pasar lokal, Toyota mengusung pendekatan Series-Parallel Hybrid System.
Rangkaian cerdas ini mengombinasikan dua sumber tenaga sekaligus, yakni mesin bensin (internal combustion engine) berteknologi Atkinson Cycle dan motor listrik berukuran kompak yang disokong baterai canggih.
Sistem yang dikendalikan oleh Toyota Hybrid System (THS) ini bekerja secara otomatis, halus, dan tanpa jeda melalui komponen Power Split Device (PSD).
Pengemudi tidak perlu repot melakukan intervensi tombol atau mencari colokan listrik, karena sistem THS secara mandiri mengatur efisiensi daya terbaik dalam berbagai skenario perjalanan:
Ketika berada di kemacetan kota atau lampu merah, mesin bensin akan mati secara otomatis. Mobil digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik (EV Mode) yang hening dan zero emission, sehingga mampu menghemat konsumsi bahan bakar secara signifikan.
Saat mobil membutuhkan dorongan ekstra untuk menyalip atau melibas tanjakan, mesin bensin dan motor listrik akan bekerja bersama menyalurkan tenaga yang responsif dengan torsi berlimpah.
Ketika melaju stabil di jalan tol, tenaga dari mesin bensin dan motor listrik dibagi secara efisien. Menariknya, saat pengemudi mengerem, fitur Energy Regenerative Brake System akan mengubah energi kinetik menjadi energi listrik untuk mengisi ulang baterai secara otomatis.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
24 Agustus 2026, 09:00 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
10 Agustus 2026, 20:00 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
Terkini
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
Eneos NXP berkolaborasi dengan HiTEQ untuk menggelar touring bertemakan Ride Merah Putih pada Hari Kemerdekaan
24 Agustus 2026, 18:54 WIB
FIFGroup rayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara melakukan perjalanan panjang dan bermakna
24 Agustus 2026, 18:22 WIB
Avatr 07L siap menjadi rival setara buat Denza, tawarkan kendaraan premium ramah lingkungan di Indonesia
24 Agustus 2026, 09:00 WIB
Pergeseran minat pelaku usaha menuju kendaraan elektrifikasi, khususnya hybrid, sudah mulai terlihat
24 Agustus 2026, 06:20 WIB
Untuk bisa nyaman menggunakan kendaraan pribadi di Ibu Kota, Ikuti aturan Ganjil Genap Jakarta hari ini