Moeldoko Ingin Kendaraan Listrik Lebih Terjangkau Bagi Masyarakat
19 November 2024, 22:32 WIB
Moeldoko colek Vietnam untuk melakukan investasi, mengembangkan dan mempercepat pasar mobil listrik di Indonesia
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Pemerintah saat ini memang cukup gencar untuk mempercepat perkembangan kendaraan listrik di Tanah Air. Beragam kemudahan pun telah diberikan agar masyarakat mau berpindah dari teknologi konvensional ke listrik.
Namun untuk mempercepat pengembangan diperlukan kerjasama dengan beragam pihak, termasuk dari negeri tetangga. Hal ini disadari oleh Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan yang mengajak Vietnam agar ikut mengembangkan kendaraan listrik di Tanah Air.
Ia berharap, pabrikan asal Vietnam seperti Vinfast bisa berkolaborasi bersama produsen di dalam negeri. Hal ini Ia sampaikan dalam pertemuannya dengan Ta Van Thong, Duta Besar Vietnam untuk Indonesia secara daring di Gedung Bina Graha.
“Hubungan antara Indonesia dan Vietnam sangat baik, dibuktikan oleh perdagangan bilateral kedua negara yang sudah mencapai lebih dari 10 Milyar USD. Saya mengundang Vietnam untuk berkolaborasi dengan Indonesia mengembangkan ekosistem kendaraan listrik baik di dalam negeri maupun kawasan Asia Tenggara,” ungkap Moeldoko.
Undangan tersebut mendapat tanggapan positif Ta Van Thong. Ia berjanji untuk menjadi jembatan agar perusahaan asal Vietnam dapat bekerjasama dan mengembangkan kendaraan listrik bersama Pemerintah Indonesia.
“Vietnam memang memiliki produsen kendaraan listrik bahkan produksinya sudah akan dikembangkan di Amerika Serikat. Saya akan berupaya menjembatani produsen asal Indonesia untuk bekerja sama dengan Vietnam,” kata Duta Besar Ta Van Thong.
Saat ini Vietnam memang telah menjadi negara di Asia Tenggara yang industri kendaraan listriknya cukup maju, Bahkan produsen mobil Vietnam, VinFast berencana untuk membangun pabrik di North Carolina, Amerika Serikat.
Sementara itu, Indonesia telah menyatakan kesiapannya untuk memasuki era mobil dan motor listrik. Terlebih sudah ada Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan sebagai payung hukum.
Tak hanya itu, Indonesia juga akan menggunakan penyelanggaraan G20 di Bali pada November 2022 sebagai pembuktian kesiapan mereka. Hal ini karena pemerintah hanya akan menggunakan mobil dan motor listrik untuk mobilitas para delegasi dan panitia.
Selain itu, Pemerintah juga telah membangun sejumlah infrastruktur seperti SPKLU untuk memastikan masyarkat mudah mengisi daya baterai.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 November 2024, 22:32 WIB
09 September 2024, 15:01 WIB
06 September 2024, 20:02 WIB
05 September 2024, 18:00 WIB
05 Mei 2024, 13:30 WIB
Terkini
03 April 2025, 12:00 WIB
Sedikitnya ada lima ruas tol Trans Sumatera yang beroperasi tanpa tarif saat arus balik untuk melancarkan lalu lintas
03 April 2025, 12:00 WIB
PT CSI mulai incar konsumen fleet untuk Chery J6, berpeluang dijadikan armada taksi online di masa mendatang
03 April 2025, 10:00 WIB
tol Probolinggo Banyuwangi seksi 1 dibuka secara fungsional saat arus balik Lebaran 2025 untuk hindari kemacetan
03 April 2025, 07:55 WIB
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak ke harga motor Honda di Indonesia
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik
02 April 2025, 14:00 WIB
Nissan jual pabrik mereka di India pada Renault demi selamatkan perusahaan dari ancaman kebangkrutan
02 April 2025, 12:00 WIB
Jetour X50e EV siap dipasarkan di Indonesia tahun ini, disebut telah didesain menyesuaikan kebutuhan konsumen