Bali Jadi Pasar Potensial untuk Menjual Mobil Listrik Cina
11 Mei 2026, 19:00 WIB
Moeldoko, Ketua Umum Periklindo meminta pemerintah untuk tetap mempertahankan aturan TKDN atau ditingkatkan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Presiden Prabowo Subianto sempat berniat melonggarkan aturan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Hal tersebut sebagai respon dari penetapan tarif impor Amerika Serikat.
Sayang rencana tersebut menuai banyak respon. Salah satunya datang dari perkumpulan industri kendaraan listrik Indonesia (Periklindo).
“Justru kalau dari sektor EV, kita berharap TKDN itu dipertahankan atau kalau perlu ditingkatkan,” ucap Moeldoko, Ketua Umum Periklindo di JIExpo Kemayoran, Jakarta beberapa waktu lalu.
Menurut Moeldoko peraturan mengenai TKDN harus diperkuat demi menjaga daya saing para pelaku industri di Tanah Air.
Apalagi untuk pasar mobil maupun motor listrik di dalam negeri. Sebab berpotensi dibanjiri produk-produk dari negara lain.
“TKDN perlu dipertahankan agar industri dalam negeri bertumbuh dengan baik,” Moeldoko menambahkan.
Lebih jauh Moeldoko meminta agar aturan TKDN diperkuat, ia juga menilai kebijakan mengenai komponen lokal perlu dibuat fleksibel.
Terkhusus buat sektor-sektor tertentu. Dengan begitu benar-benar dapat menjaga daya saing para produsen motor maupun mobil listrik.
“Terhadap sektor-sektor yang memiliki high technology serta belum bisa kita produksi, itu diperlukan fleksibilitas,” tegas Ketua Umum Periklindo tersebut.
Pernyataan Periklindo senada dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sebelumnya. Menurut mereka wacana pelonggaran TKDN berpotensi merugikan.
Gaikindo pun berencana untuk melakukan pertemuan dengan pemerintah, guna membahas hal tersebut.
Langkah itu dilakukan untuk mempertahankan industri otomotif Tanah Air di tenggah situasi seperti sekarang.
"Industri otomotif (Indonesia) sudah dibangun puluhan tahun. Kita tidak mau bahwa industri ini ambruk," kata Yohanes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo dalam kesempatan terpisah.
Nangoi menekankan pentingnya mempertimbangkan sejarah panjang pembangunan industri otomotif di dalam negeri.
Oleh sebab itu mereka ingin berdiskusi dengan pemerintah, buat membahas wacana pelonggaran TKDN dalam waktu dekat.
"Yang jelas kami mengimbau agar kebijakan diambil (oleh pemerintah) merupakan yang terbaik," pungkas Nangoi.
Lebih jauh Nangoi turut menyoroti keberhasilan industri nasional dalam meningkatkan kandungan lokal. Salah satunya dengan kehadiran Toyota Agya maupun Daihatsu Ayla.
Kedua produk low cost green car atau biasa disebut LCGC ini sudah mengantongi TKDN mencapai 92 persen.
"Capaian seperti Agya serta Ayla harus menjadi pertimbangan dalam merumuskan kebijakan," Nangoi menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 18:48 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
08 Mei 2026, 07:00 WIB
Terkini
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Sebelum libur kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk memudahkan para pengendara motor dan mobil
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Hari ini fasilitas SIM keliling Jakarta masih dibuka seperti biasa melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini akan berlaku mulai pagi dan kembali aktif pada sore hari untuk mengurai kemacetan