Rapor SPK Mobil Cina di GIIAS 2026: BYD Moncer, GWM Terpuruk
20 Agustus 2026, 13:00 WIB
Kementerian BKPM mengaku akan membantu BYD menyelesaikan gangguan premanisme dalam pembangunan pabrik
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Aksi premanisme yang dialami oleh BYD terus dibahas. Sejumlah pihak cukup menyayangkan hal tersebut bisa terjadi.
Bahkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mau turun tangan menangani kasus yang dialami oleh jenama asal China ini.
Mereka mengaku bakal melakukan komunikasi dengan BYD Indonesia untuk menyelesaikan persoalan gangguan organisasi masyarakat (ormas), dalam proses pembangunan pabrik di Subang, Jawa Barat.
“Hari ini akan coba mengontak kawan-kawan dari BYD bagaimana situasinya,” ucap Nurul Ichwan, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM di Antara, Kamis (24/04).
Nurul mengatakan setelah menjalin komunikasi dengan BYD, BKPM bakal berkoordinasi dengan Satgas Anti Premanisme.
Mereka ingin tindakan premanisme serta berbagai aktivitas meresahkan itu bisa ditangani secara efektif.
Ia juga mengungkapkan bahwa BKPM secara konsisten menyatakan bahwa aksi premanisme serta pungutan liar sangat mengganggu.
Bukan hanya dari sisi kenyamanan bagi pengusaha, namun juga bakal membuat citra buruk iklim investasi Indonesia di mata dunia.
“Bisa saja dipick-up oleh siapapun tentang Indonesia itu tidak aman, Indonesia itu premanisme,” tegas Nurul.
Lebih jauh dia menyampaikan, dalam kondisi ekonomi global seperti sekarang seharusnya Indonesia meningkatkan daya saing.
Sehingga dapat lebih mudah menggoda investor asing agar mau menanamkan uang mereka di Tanah Air.
“Dalam situasi sekarang menarik investor tidak mudah, semua negara makin protektif,” tutur Nurul.
Di sisi lain sebelumnya Moeldoko, Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) sangat geram atas aksi premanisme yang dialami BYD dalam proses pembangunan pabrik di Subang, Jawa Barat.
“Nah ini tidak benar, saya mendukung apa yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, tumpas saja itu,” ungkap Moeldoko dalam kesempatan berbeda.
Moeldoko menyatakan aksi premanisme sungguh sangat merugikan. Sebab dapat mengganggu investasi di Indonesia.
Oleh sebab itu ia menyayangkan tindakan para ormas yang mengganggu proses pembangunan pabrik BYD.
Terlebih fasilitas tersebut digadang-gadang bakal menjadi pabrik mobil listrik terbesar yang ada di ASEAN.
“Saya mengimbau supaya di tengah situasi iklim dunia usaha yang relatif perlu diperhatikan, maka kita semua masyarakat indonesia harus menciptakan iklim investasi yang baik,” Moeldoko menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Agustus 2026, 13:00 WIB
18 Agustus 2026, 14:00 WIB
18 Agustus 2026, 09:00 WIB
06 Agustus 2026, 07:00 WIB
05 Agustus 2026, 19:00 WIB
Terkini
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta hari ini (21/08) kembali diandalkan untuk bisa memecah kebuntuan di jalanan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih ada di lima lokasi berbeda dan melayani perpanjangan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Layanan kepolisian tidak dikendurkan jelang akhir pekan, termasuk dalam menghadirkan SIM keliling Bandung
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
BAIC mengaku memiliki rencana membangun pabrik mandiri, namun sekarang sedang fokus meningkatkan penjualan
20 Agustus 2026, 19:19 WIB
Freelander 8 tengah menjadi perbincangan para pencinta otomotif, bahkan berhasil mencatatkan 10 ribu pemesanan
20 Agustus 2026, 15:00 WIB
Penjualan Daihatsu di Indonesia terus menunjukkan tren positif, mencapai angka tertingginya di Juli 2026
20 Agustus 2026, 13:00 WIB
Sejumlah merek mobil Cina tuai hasil positif di GIIAS 2026, BYD bukukan SPK terbanyak lebih dari 4.000 SPK
20 Agustus 2026, 11:00 WIB
IEE Series 2026 diharapkan menjadi wadah diskusi dan pertemuan pihak industri, usung tema keberlanjutan