Honda 0 Alpha Berpeluang Mengaspal di Indonesia, Ada Syaratnya
31 Maret 2026, 09:47 WIB
Moeldoko, Ketua Umum Periklindo mengatakan bahwa pemerintah harus turun tangan agar pasar motor listrik bergairah
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan motor listrik terus merosot. Apalagi setelah adanya ketidakpastian mengenai pemberian subsidi untuk kendaraan roda dua elektrik.
Situasi ini membuat para produsen di Tanah Air menjerit. Banyak produk-produk mereka yang tidak laku terjual.
Melihat hal tersebut, Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) menekankan perlunya kehadiran pemerintah.
“Perlu campur tangan pemerintah yang cukup intens. Kebijakan fiskal yang agresif akan memberikan keyakinan kepada investor maupun konsumen,” ungkap Moeldoko, Ketua Umum Periklindo di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada Selasa (29/04).
Menurut Moeldoko, kebijakan fiskal yang tepat tidak hanya akan memberikan kepastian bagi dunia usaha, namun juga mampu menggerakan pasar motor listrik.
Dengan begitu dapat menyudahi stagnasi yang saat ini sedang terjadi. Para produsen pun bisa kembali berjualan produk mereka.
“Pasar saat ini berhenti karena konsumen menunggu. Para diler sekarang sudah sakit perut karena tidak ada kepastian soal kelanjutan insentif,” tegas dia.
Selain itu Moeldoko juga berharap Presiden Prabowo Subianto mau membuat kebijakan teknis yang mudah dan tidak memberatkan para pelaku industri.
“Semua Itu pada akhirnya menuju pada pencapaian Perpres No 55, di mana mereka menginginkan industri EV Indonesia bertumbuh dengan cepat,” pungkas Moeldoko.
Jika semua regulasi dapat dibuat serta dijalankan, maka terdapat banyak manfaat. Ambil contoh penggunaan motor listrik semakin tinggi.
Sehingga bisa membantu membuat lingkungan semakin baik. Lalu berkontribusi untuk menurunkan subsidi pemerintah dari sektor bahan bakar minyak (BBM).
“Kalau subsidi BBM dari pemerintah berkurang, maka uang itu bisa digunakan untuk yang lain. Seperti di sektor kesehatan, pendidikan dan lain-lain,” tutur Moeldoko.
Sekadar informasi, sebelumnya Moeldoko juga berharap kalau pemerintah mau memberikan subsidi motor listrik sama seperti tahun lalu.
"Kita harap tetap ada subsidi dalam bentuk seperti kemarin (2024), langsung Rp 7 juta," ucapnya.
Kemudian dia juga berharap pemerintah mau mengucurkan subsidi motor listrik konversi seperti tahun lalu, yakni berupa potongan Rp 10 juta per unit.
Dengan begitu dipercaya bisa menstimulus masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan roda dua setrum.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
31 Maret 2026, 09:47 WIB
16 Maret 2026, 13:34 WIB
13 Maret 2026, 17:00 WIB
12 Maret 2026, 21:00 WIB
11 Maret 2026, 19:00 WIB
Terkini
01 April 2026, 20:00 WIB
Menteri perdagangan menilai pasar kendaraan Indonesia masih menunjukkan tren positif setelah pasar tumbuh di Februari 2026
01 April 2026, 15:00 WIB
Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya
01 April 2026, 15:00 WIB
Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil
01 April 2026, 13:00 WIB
Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI
01 April 2026, 11:00 WIB
WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM
01 April 2026, 09:00 WIB
Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi
01 April 2026, 08:14 WIB
Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing
01 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026