Kemenperin Yakin Penjualan Mobil 2026 Tembus 1 Juta Unit
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Insentif otomotif masih diperlukan untuk mengerek angka penjualan, Menperin sebut rencana itu masih dibahas
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Menteri Perindustrian (Menperin) memastikan insentif otomotif untuk tahun depan sedang dalam tahap pembahasan.
Pihak Kementerian Perindustrian mengungkapkan bahwa industri otomotif masih membutuhkan bantuan seperti subsidi.
“Sedang kita susun. Insentif otomotif itu menurut saya sebuah keharusan, karena merupakan sektor yang terlalu penting,” kata Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian di ICE BSD, Tangerang, Rabu (26/11).
Lebih lanjut dia menegaskan strategi pemberian insentif harus memperhatikan semua faktor dari hulu ke hilir.
Hanya saja Menperin masih enggan menjelaskan secara detail terkait jenis ataupun skema insentif yang bakal dikucurkan ke industri otomotif nanti.
Sebagai gambaran sebelumnya ada insentif PPnBM diberikan untuk deretan kendaraan yang memenuhi persyaratan yaitu Low Cost Green Car (LCGC).
Di masa pandemi Covid-19, subsidi itu terbukti dapat membantu mengerek angka penjualan dan kembali menggairahkan daya beli masyarakat.
“Jadi memang pemerintah itu seharusnya juga menyiapkan insentif untuk sektor otomotif tahun 2026,” tegas Menperin.
Sebelumnya Kemenperin telah menegaskan tengah ada kebijakan yang digodok untuk memberikan bantuan kepada para produsen otomotif.
Setelah selesai nanti baru kemudian akan diajukan ke Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian).
Harapannya rangkaian insentif atau subsidi itu bisa menjadi bagian jadi paket kebijakan fiskal 2026 dan kembali dongkrak angka penjualan di sektor otomotif.
Industri otomotif menjadi satu perhatian penting bagi pemerintah karena dapat menyerap banyak tenaga kerja. Pemberian insentif juga dapat berdampak pada perlindungan tenaga kerja dari pemutusan hubungan kerja atau PHK.
Sebagai informasi, otomotif adalah salah satu kontributor Produk Domestik Bruto (PDB) manufaktur, ekspor serta penyerapan tenaga kerja.
Investasinya diperkirakan telah mencapai Rp 174 triliun dengan total penyerapan tenaga kerja langsung di industri kendaraan roda empat, roda dua dan roda tiga secara kumulatif mencapai hampir 100 ribu orang.
Usulan insentif otomotif 2026, menurut Menperin turut mempertimbangkan transisi kebijakan yang sudah ada saat ini seperti kendaraan elektrifikasi.
Tahun ini, contoh insentif yang masih berjalan adalah subsidi mobil listrik Completely Knocked Down (CKD) dan impor dengan komitmen perakitan lokal di 2026.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 Juli 2026, 22:43 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
08 Juli 2026, 17:07 WIB
30 Juni 2026, 15:00 WIB
03 Juni 2026, 20:37 WIB
Terkini
28 Juli 2026, 14:47 WIB
Geely Coolray memadukan eksterior pre-facelift dan interior desain terbaru, begini impresi pertamanya
28 Juli 2026, 09:29 WIB
Diler Xpeng di Alam Sutera berada di bawah naungan Erajaya dan berkonsep 3S untuk memenuhi kebutuhan konsumen
28 Juli 2026, 06:38 WIB
Toyota sebut pasar ekspor CBU mereka mengalami pertumbuhan sampai 10,7 persen dibanding 2025, berikut catatannya
28 Juli 2026, 06:31 WIB
Tersebar di lima tempat, SIM keliling Jakarta dapat melayani prosedur perpanjangan Surat Izin Mengemudi
28 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda, hal ini demi memudahkan para pengendara mobil dan motor
28 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah DKI untuk bisa sedikit mengurangi kemacetan parah
27 Juli 2026, 22:39 WIB
BMW Astra menyiapkan beberapa program menarik selama gelaran GIIAS 2026 demi bisa mendapatkan banyak konsumen
27 Juli 2026, 14:14 WIB
GIIAS 2026 bakal jadi panggung perdana BAIC T1 debut di pasar Indonesia, simak deretan keunggulannya