Gaikindo Minta Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik Saja
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Kemenperin tengah memfinalkan usulan kebijakan insentif untuk menyelamatkan industri otomotif di dalam negeri
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah mengaku tengah menyiapkan skema insentif atau subsidi baru buat 2026. Hal ini dilakukan demi menjaga industri otomotif nasional.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengaku, bakal menggandeng sejumlah pihak untuk membahas bantuan tersebut.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan Kemenko Ekon, Kementerian keuangan serta asosiasi seperti Gaikindo dan pelaku industri lainnya,” ungkap Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian di laman resmi Kemenperin, Senin (17/11).
Pembantu Presiden Prabowo Subianto tersebut berharap, insentif yang akan diberikan tahun depan bisa membawa dampak positif.
Seperti menjaga daya saing industri otomotif di dalam negeri. Lalu memperkuat rantai pasok produksi di Tanah Air.
“Serta memastikan industri otomotif tetap menjadi motor pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja,” lanjut Agus.
Memang insentif atau subsidi dari pemerintah dirasa penting. Sebab industri kendaraan empat maupun motor listrik dihadapkan dengan tantangan berat.
Sebab pelemahan ekonomi terjadi sepanjang 2025. Membuat daya beli masyarakat di Indonesia menurun.
Otomatis penjualan mobil serta motor listrik tidak maksimal. Justru cenderung menurun tajam dalam beberapa waktu belakangan.
Oleh sebab itu usulan insentif atau subsidi baru di 2026 sangat krusial. Karena menyangkut hajat hidup orang banyak.
“Jika sektor ini terganggu, dampaknya berantai ke banyak industri lain dan jutaan pekerja,” Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan.
Menurut Agus ada jutaan pekerja terlibat di sepanjang rantai nilai otomotif. Mulai dari pemasok komponen, logistik hingga jaringan penjualan dan bengkel resmi maupun tidak resmi.
Oleh sebab itu kehadiran pemerintah dinilai dapat membantu banyak, keberlangsungan industri otomotif di tahun depan.
“Karena itu Kemenperin memandang perlu intervensi yang terukur melalui skema insentif yang tepat,” tegas Agus Gumiwang Kartasasmita.
Lebih jauh Menperin menyatakan, usulan insentif 2026 akan disinergikan dengan agenda pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Termasuk rencana kelanjutan dan penyempurnaan insentif, untuk pembelian motor listrik yang sebelumnya sudah pernah diluncurkan pemerintah.
Menperin mengungkapkan industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan dengan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) manufaktur, ekspor maupun penyerapan tenaga kerja.
Investasi di sektor ini diperkirakan telah mencapai sekitar Rp 174 triliun. Kemudian penyerapan hampir 100 ribu tenaga kerja langsung di industri kendaraan roda empat, roda dua dan roda tiga.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 15:00 WIB
24 Juni 2026, 15:00 WIB
20 Juni 2026, 18:05 WIB
19 Juni 2026, 15:00 WIB
12 Juni 2026, 21:28 WIB
Terkini
02 Juli 2026, 23:16 WIB
Gresini Racing mengusung Joan Mir dan Daniel Holgado untuk menghadapi persaingan era baru MotoGP 2027
02 Juli 2026, 20:00 WIB
Changan Deepal S05 REEV dan EV masih akan berstatus impor utuh dari Thailand, baru akan CKD apabila laris
02 Juli 2026, 19:03 WIB
Buat kaum urban, Hyundai New Creta diklaim cocok untuk menjawab kebutuhan mobilitas sehari-hari di perkotaan
02 Juli 2026, 16:19 WIB
All New TVS Callisto 110 menawarkan berbagai ubahan demi memanjakan para konsumen dan dijual Rp 19 jutaan
02 Juli 2026, 13:55 WIB
Mazda akan merilis 6e sedan ev terbaru yang dikembangkan bareng Changan Automobile dengan jarak tempuh 560 km
02 Juli 2026, 09:00 WIB
Mini Overland yang dilakukan Kagama 4X4 Adventure kali ini diikuti sekitar 70 mobil peserta di hari jadi kelima
02 Juli 2026, 07:01 WIB
Astra Daihatsu Motor mengusung empat pilar dalam menjalan komitmen mereka dala program CSR perusahaan
02 Juli 2026, 06:20 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta hari ini 2 Juli 2026 kembali diberlakukan untuk bisa sedikit memecah kebuntuan