Insentif Motor Listrik Tak Kunjung Cair, Masih Tunggu Regulasi
25 September 2026, 19:00 WIB
Kemenperin tengah memfinalkan usulan kebijakan insentif untuk menyelamatkan industri otomotif di dalam negeri
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah mengaku tengah menyiapkan skema insentif atau subsidi baru buat 2026. Hal ini dilakukan demi menjaga industri otomotif nasional.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengaku, bakal menggandeng sejumlah pihak untuk membahas bantuan tersebut.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan Kemenko Ekon, Kementerian keuangan serta asosiasi seperti Gaikindo dan pelaku industri lainnya,” ungkap Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian di laman resmi Kemenperin, Senin (17/11).
Pembantu Presiden Prabowo Subianto tersebut berharap, insentif yang akan diberikan tahun depan bisa membawa dampak positif.
Seperti menjaga daya saing industri otomotif di dalam negeri. Lalu memperkuat rantai pasok produksi di Tanah Air.
“Serta memastikan industri otomotif tetap menjadi motor pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja,” lanjut Agus.
Memang insentif atau subsidi dari pemerintah dirasa penting. Sebab industri kendaraan empat maupun motor listrik dihadapkan dengan tantangan berat.
Sebab pelemahan ekonomi terjadi sepanjang 2025. Membuat daya beli masyarakat di Indonesia menurun.
Otomatis penjualan mobil serta motor listrik tidak maksimal. Justru cenderung menurun tajam dalam beberapa waktu belakangan.
Oleh sebab itu usulan insentif atau subsidi baru di 2026 sangat krusial. Karena menyangkut hajat hidup orang banyak.
“Jika sektor ini terganggu, dampaknya berantai ke banyak industri lain dan jutaan pekerja,” Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan.
Menurut Agus ada jutaan pekerja terlibat di sepanjang rantai nilai otomotif. Mulai dari pemasok komponen, logistik hingga jaringan penjualan dan bengkel resmi maupun tidak resmi.
Oleh sebab itu kehadiran pemerintah dinilai dapat membantu banyak, keberlangsungan industri otomotif di tahun depan.
“Karena itu Kemenperin memandang perlu intervensi yang terukur melalui skema insentif yang tepat,” tegas Agus Gumiwang Kartasasmita.
Lebih jauh Menperin menyatakan, usulan insentif 2026 akan disinergikan dengan agenda pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Termasuk rencana kelanjutan dan penyempurnaan insentif, untuk pembelian motor listrik yang sebelumnya sudah pernah diluncurkan pemerintah.
Menperin mengungkapkan industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan dengan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) manufaktur, ekspor maupun penyerapan tenaga kerja.
Investasi di sektor ini diperkirakan telah mencapai sekitar Rp 174 triliun. Kemudian penyerapan hampir 100 ribu tenaga kerja langsung di industri kendaraan roda empat, roda dua dan roda tiga.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 September 2026, 19:00 WIB
24 September 2026, 21:22 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
Terkini
27 September 2026, 23:38 WIB
Dengan pengalaman selama tiga dekade, Suzuki memberikan tampilan baru salah satu diler mereka di Pulo Gadung
27 September 2026, 22:55 WIB
Meskipun terlahir dengan DNA yang sama yakni SUV tangguh, namun kedua kendaraan memiliki karakter berbeda
27 September 2026, 21:23 WIB
SUV legendaris Mitsubishi yakni All-new Pajero kembali hadir, mobil ini mendapat respon baik di Indonesia
27 September 2026, 20:20 WIB
Pada bulan ini harga motor matic 150 cc tidak mengalami kenaikan, jadi kesempatan buat Anda membeli kendaraan
27 September 2026, 19:45 WIB
Kontes modifikasi Customaxi 2026 Yamaha digelar di Bandung, Jawa Barat karena memiliki daya tarik tersendiri
27 September 2026, 17:50 WIB
Sebanyak 1.000 unit iCar V23 yang terpesan terkirim ke tangan konsumen di Indonesia, jadi pencapaian baru
27 September 2026, 09:55 WIB
Fasilitas uji kelaikan kendaraan BPLJSKB Bekasi telah dikembangkan untuk berbagai jenis uji keselamatan mobil
26 September 2026, 19:04 WIB
Wujudkan keinginan konsumen Indonesia Jaecoo J5 EV kenalkan Genuine Body Kit berikan tampilan lebih sporty