Pemerintah Mengaku Masih Punya Skema Insentif Buat LCGC
13 Februari 2026, 12:00 WIB
Kemenperin tengah memfinalkan usulan kebijakan insentif untuk menyelamatkan industri otomotif di dalam negeri
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah mengaku tengah menyiapkan skema insentif atau subsidi baru buat 2026. Hal ini dilakukan demi menjaga industri otomotif nasional.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengaku, bakal menggandeng sejumlah pihak untuk membahas bantuan tersebut.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan Kemenko Ekon, Kementerian keuangan serta asosiasi seperti Gaikindo dan pelaku industri lainnya,” ungkap Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian di laman resmi Kemenperin, Senin (17/11).
Pembantu Presiden Prabowo Subianto tersebut berharap, insentif yang akan diberikan tahun depan bisa membawa dampak positif.
Seperti menjaga daya saing industri otomotif di dalam negeri. Lalu memperkuat rantai pasok produksi di Tanah Air.
“Serta memastikan industri otomotif tetap menjadi motor pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja,” lanjut Agus.
Memang insentif atau subsidi dari pemerintah dirasa penting. Sebab industri kendaraan empat maupun motor listrik dihadapkan dengan tantangan berat.
Sebab pelemahan ekonomi terjadi sepanjang 2025. Membuat daya beli masyarakat di Indonesia menurun.
Otomatis penjualan mobil serta motor listrik tidak maksimal. Justru cenderung menurun tajam dalam beberapa waktu belakangan.
Oleh sebab itu usulan insentif atau subsidi baru di 2026 sangat krusial. Karena menyangkut hajat hidup orang banyak.
“Jika sektor ini terganggu, dampaknya berantai ke banyak industri lain dan jutaan pekerja,” Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan.
Menurut Agus ada jutaan pekerja terlibat di sepanjang rantai nilai otomotif. Mulai dari pemasok komponen, logistik hingga jaringan penjualan dan bengkel resmi maupun tidak resmi.
Oleh sebab itu kehadiran pemerintah dinilai dapat membantu banyak, keberlangsungan industri otomotif di tahun depan.
“Karena itu Kemenperin memandang perlu intervensi yang terukur melalui skema insentif yang tepat,” tegas Agus Gumiwang Kartasasmita.
Lebih jauh Menperin menyatakan, usulan insentif 2026 akan disinergikan dengan agenda pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Termasuk rencana kelanjutan dan penyempurnaan insentif, untuk pembelian motor listrik yang sebelumnya sudah pernah diluncurkan pemerintah.
Menperin mengungkapkan industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan dengan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) manufaktur, ekspor maupun penyerapan tenaga kerja.
Investasi di sektor ini diperkirakan telah mencapai sekitar Rp 174 triliun. Kemudian penyerapan hampir 100 ribu tenaga kerja langsung di industri kendaraan roda empat, roda dua dan roda tiga.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Februari 2026, 12:00 WIB
13 Februari 2026, 08:00 WIB
12 Februari 2026, 16:00 WIB
11 Februari 2026, 19:00 WIB
10 Februari 2026, 12:00 WIB
Terkini
14 Februari 2026, 20:24 WIB
Jumlah transaksi dan angka pengunjung belum diungkap oleh pihak penyelenggara jelang akhir IIMS 2026
14 Februari 2026, 19:00 WIB
ACC kembali menggelar pameran mobil di Jogja City Mall, dengan maksud untuk meningkatkan kepemilikan kendaraan
14 Februari 2026, 18:02 WIB
Rangkaian acara Festival Vokasi Satu Hati 2026 digelar, hasilkan generasi muda siap terjun ke dunia kerja
14 Februari 2026, 17:00 WIB
Suzuki Indomobil Sales menggelar seremoni pengukuhan ketua umum baru Karimun Club Indonesia di IIMS 2026
14 Februari 2026, 16:00 WIB
Jetour Dashing Inspira hadir di IIMS 2026 untuk menggoda para keluarga muda di daerah urban atau perkotaan
14 Februari 2026, 15:00 WIB
Tiga pemenang kompetisi desain VW ID Buzz yang digelar bersama Kementerian Ekraf telah resmi diumumkan
14 Februari 2026, 13:03 WIB
Peserta test drive unit andalan Suzuki di IIMS 2026 bisa mendapatkan beragam hadiah-hadiah yang menarik
14 Februari 2026, 13:00 WIB
DFSK Super Cab digunakan oleh BNPB sebagai unit water treatment yang ditempatkan di lokasi-lokasi bencana