Aismoli Target 100 Ribu Motor Listrik Bisa Terjual pada 2026
02 Januari 2026, 09:00 WIB
Kemenperin tengah memfinalkan usulan kebijakan insentif untuk menyelamatkan industri otomotif di dalam negeri
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah mengaku tengah menyiapkan skema insentif atau subsidi baru buat 2026. Hal ini dilakukan demi menjaga industri otomotif nasional.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengaku, bakal menggandeng sejumlah pihak untuk membahas bantuan tersebut.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan Kemenko Ekon, Kementerian keuangan serta asosiasi seperti Gaikindo dan pelaku industri lainnya,” ungkap Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian di laman resmi Kemenperin, Senin (17/11).
Pembantu Presiden Prabowo Subianto tersebut berharap, insentif yang akan diberikan tahun depan bisa membawa dampak positif.
Seperti menjaga daya saing industri otomotif di dalam negeri. Lalu memperkuat rantai pasok produksi di Tanah Air.
“Serta memastikan industri otomotif tetap menjadi motor pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja,” lanjut Agus.
Memang insentif atau subsidi dari pemerintah dirasa penting. Sebab industri kendaraan empat maupun motor listrik dihadapkan dengan tantangan berat.
Sebab pelemahan ekonomi terjadi sepanjang 2025. Membuat daya beli masyarakat di Indonesia menurun.
Otomatis penjualan mobil serta motor listrik tidak maksimal. Justru cenderung menurun tajam dalam beberapa waktu belakangan.
Oleh sebab itu usulan insentif atau subsidi baru di 2026 sangat krusial. Karena menyangkut hajat hidup orang banyak.
“Jika sektor ini terganggu, dampaknya berantai ke banyak industri lain dan jutaan pekerja,” Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan.
Menurut Agus ada jutaan pekerja terlibat di sepanjang rantai nilai otomotif. Mulai dari pemasok komponen, logistik hingga jaringan penjualan dan bengkel resmi maupun tidak resmi.
Oleh sebab itu kehadiran pemerintah dinilai dapat membantu banyak, keberlangsungan industri otomotif di tahun depan.
“Karena itu Kemenperin memandang perlu intervensi yang terukur melalui skema insentif yang tepat,” tegas Agus Gumiwang Kartasasmita.
Lebih jauh Menperin menyatakan, usulan insentif 2026 akan disinergikan dengan agenda pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Termasuk rencana kelanjutan dan penyempurnaan insentif, untuk pembelian motor listrik yang sebelumnya sudah pernah diluncurkan pemerintah.
Menperin mengungkapkan industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan dengan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) manufaktur, ekspor maupun penyerapan tenaga kerja.
Investasi di sektor ini diperkirakan telah mencapai sekitar Rp 174 triliun. Kemudian penyerapan hampir 100 ribu tenaga kerja langsung di industri kendaraan roda empat, roda dua dan roda tiga.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Januari 2026, 09:00 WIB
01 Januari 2026, 09:00 WIB
31 Desember 2025, 17:19 WIB
31 Desember 2025, 12:00 WIB
30 Desember 2025, 14:00 WIB
Terkini
02 Januari 2026, 12:00 WIB
Harga mobil listrik di Indonesia bervariasi mulai Rp 100 juta sampai Rp 1 miliar ke atas, berikut daftarnya
02 Januari 2026, 11:00 WIB
Meski masih terdapat 22 seri di tahun ini, namun ada beberapa ubahan signifikan pada jadwal MotoGP 2026
02 Januari 2026, 10:00 WIB
Geely berniat membawa mobil bermesin konvensional ke Indonesia, diyakini merupakan Monjaro dan Okavango
02 Januari 2026, 09:00 WIB
Menurut Aismoli ada beberapa faktor pendukung yang membuat pasar motor listrik bisa bergairah di tahun ini
02 Januari 2026, 08:00 WIB
Kepolisian memperkenalkan Mandala Quick Response sebagai program baru untuk atasi kemacetan Jakarta di 2026
02 Januari 2026, 07:00 WIB
Penjualan BYD berhasil alami peningkatan 7,1 persen bila dibandingkan dengan pencapaian mereka di 2024
02 Januari 2026, 06:00 WIB
Ada dispensasi perpanjangan dengan persyaratan tertentu, simak informasi SIM keliling Jakarta hari ini
02 Januari 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta 2 Januari 2026 menjadi pembatasan kendaraan pertama yang dilakukan Polda Metro Jaya