Komparasi SUV Kompak Rp 200 Jutaan: Fronx, Tiggo Cross dan WR-V
30 Mei 2025, 07:18 WIB
Langkanya cip semikonduktor, membuat Honda kewalahan produksi WR-V sehingga banyak calon konsumen kabur
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Honda WR-V resmi diluncurkan awal November 2022, namun baru masuk jalur produksi pada satu bulan kemudian. Menjadi produk terbaru PT Honda Prospect Motor (HPM), WR-V mendapat respon positif dari masyarakat.
Mobil ini hadir untuk mengisi pasar Small SUV (Sport Utility Vehicle) yang belum dimiliki Honda sebelumnya. Adapun dikatakan segmen tersebut terus tumbuh berkembang di Indonesia.
“SUV pasarnya terus berkembang di Indonesia, tahun ini saja pasarnya mencapai 26 persen. Sementara kami belum memiliki kendaraan di segmen Small SUV,” ucap Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM di sela-sela Media Test Drive Honda WR-V di Bali (19/12).
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Honda WR-V sejak pertama kali diluncurkan telah mendapatkan pesanan sebanyak ribuan unit. Namun kendala yang sama Honda kewalahan produksi WR-V kekurangan komponen cip semikonduktor.
“Kami mulai produksi 1 Desember dan kirim ke seluruh diler di Indonesia 10 Desember 2022. Jumlah pemesannya sudah sekitar 2.580 orang hingga minggu kemarin (18/12),” jelasnya kemudian.
Honda WR-V dipasarkan dengan tiga pilihan varian yakni RS CVT with Honda Sensing, RS CVT dan E CVT. Dari ketiganya tipe paling tertinggi merupakan unit paling diminati konsumen.
Baca juga : First Drive Honda WR-V, Tetap Menyenangkan Walau Tanpa Turbo
Disebutkan bahwa tipe RS CVT with Honda Sensing mendominasi pemesanan hingga 51 persen. Lalu RS CVT 45 persen dan sisanya adalah varian termurah.
“Tahun ini kami hanya bisa wholesales (pabrik ke diler) sebanyak 1.700 unit. Karena cip semikonduktor masih belum stabil,” tuturnya.
Dirinya mengatakan jika produksi Honda WR-V setiap bulannya hanya mencapai 1.500 unit. Sehingga jumlah pemesanan yang lebih besar harus sabar menunggu kendaraannya.
Honda WR-V masuk ke segmen small SUV dengan menggendong mesin 1.500 cc i-VTEC DOHC empat silinder segaris. Kubikasi jantung mekanis kendaraan tersebut merupakan paling besar diantara kompetitor sekelasnya.
Di atas kertas dapur pacu kendaraan dipercaya mampu menghasilkan daya maksimal 119.3 hp pada 6.600 rpm. Sedangkan torsi puncaknya mencapai 145 Nm pada 4.300 rpm.
Honda WR-V sendiri di Indonesia menantang Toyota Raize dan Daihatsu Rocky. Ketiga mobil tersebut sudah menggunakan fitur keselamatan aktif yang membantu pengendara lebih mudah dalam perjalanan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Mei 2025, 07:18 WIB
18 Februari 2025, 09:00 WIB
31 Desember 2024, 08:00 WIB
07 Juli 2024, 11:00 WIB
15 Juni 2024, 14:00 WIB
Terkini
01 Oktober 2026, 21:00 WIB
Belum diumumkan besarannya, namun tarif Transjakarta serta Transjabodetabek dipastikan naik mulai 2027
01 Oktober 2026, 19:00 WIB
Teknologi REEV Light jadi terobosan Suzuki hadapi persaingan sengit dengan merek Cina di era elektrifikasi
01 Oktober 2026, 18:13 WIB
AiMOGA Robotics dari Chery Group terus kembangkan teknologi robotika yang bisa membantu tugas manusia
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
Pada Oktober 2026 harga BBM di seluruh SPBU terpantau tak mengalami penyesuaian harga, sama seperti bulan lalu
01 Oktober 2026, 07:00 WIB
Martin bertekad tampil maksimal di MotoGP Jepang 2026 dan mempertahankan tempatnya di klasemen sementara
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Satu dekade pengoperasian sistem ganjil genap Jakarta, disebut masih cukup relevan mengatur lalu lintas
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Awal bulan menjadi waktu yang tepat untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara di SIM keliling Bandung
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Mengawali Oktober 2026, layanan SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda