Transjakarta Targetkan Bisa Melayani 400 Juta Pelanggan
09 November 2025, 15:00 WIB
MAB dan Transjakarta bekerjasama untuk mengembangkan transportasi massal yang ramah lingkungan di masa depan
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (Mou) dengan PT Mobil Anak Bangsa (MAB). Berdasarkan MoU ini maka PT MAB akan menyediakan satu unit bus listrik untuk diuji coba di jalur Transjakarta.
Uji coba ini sekaligus menjadi bus listrik lokal pertama pada jalur Transjakarta. MAB juga menjadi bus 0 emisi pertama yang akan melayani pelanggan di dalam koridor atau BRT.
“Kita akan melakukan ujicoba 1 (satu) unit MAB di jalur yang belum dilintasi bus listrik yakni Dukuh Atas 2 - Ragunan (Koridor 6) mulai Senin, 1 Agutus. Kendaraan akan melayani pelanggan mulai pukul 05.00-22.00 WIB dengan tarif reguler Rp3.500,” ujar Anang Rizkani Noor, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Transjakarta.
Dalam MoU tersebut disampaikan bahwa pelaksanaan uji coba akan dilakukan selama 3 bulan. Selama uji coba, keduanya akan mengembangkan spesifikasi teknis bus listrik agar dapat memenuhi standar pengopersian Transjakarta.
MAB akan menggunakan bus tipe MD12E NF yang menggunakan baterai LiFePO berkapasitas 315.85 KWh sebagai sumber penyimpanan daya. Bila dalam kondisi penuh maka kendaraan mampu menempuh jarak sejauh 250 km.
Baterai tersebut dikawinkan dengan motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 321 hp serta torsi hingga 680 Nm. Guna mengoptimalkan perfoma, disematkan juga transmisi AMT 4 untuk meningkatkan kenyamanan.
Penggunaan bus listrik di jalur Transjakarta sebenarnya bukanlah sebuah kebijakan asing. Pasalnya saat ini mereka telah memiliki beberapa unit sejenis sebagai armada dan beroperasi di beberapa rute untuk melayani masyarakat.
Pada awal Maret 2022 lalu misalnya, Transjakarta bekerjasama dengan PT Mayasari Bakti dan PT Vektr Mobiliti Indonesia (VKTR) menyediakan 30 bus BYD tipe K-9 Low Deck. Kendaraan sepanjang 12 meter tersebut mampu menampung 60 penumpang sekaligus serta beroperasi di rute non-BRT.
Baca juga : PEVS 2022 Hadir Saat Harga Bensin Semakin Mahal
Semakin banyaknya bus listrik yang digunakan diharapkan bisa mendukung Pemerintah dalam mengurangi polusi udara. Tak hanya itu, kehadirannya juga mendukung percepatan pembangunan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.
Kerjasama ini juga menjadi penting karena berdasarkan situs IQ Air, kualitas udara di DKI Jakarta menjadi terburuk di dunia. Kondisi tersebut tentunya harus mendapatkan perhatian lebih agar kualitas menjadi lebih baik di masa depan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
09 November 2025, 15:00 WIB
11 Juni 2024, 13:00 WIB
12 September 2022, 11:39 WIB
26 Juli 2022, 20:26 WIB
Terkini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung