Kenaikan Tarif Transjakarta Sasar Rute Jauh Blok M - Soetta
16 Juni 2026, 18:11 WIB
Transjakarta menargetkan bisa melayani 400 juta pelanggan atau naik signifikan dibanding tahun tahun lalu
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) optimis bisa meraih 400 juta pengguna di akhir 2025. Angka tersebut naik signifikan dibanding jumlah pelanggan di tahun lalu.
Tercatat pada 2024 perusahaan transprtasi itu meraih 372 juta pelanggan. Tingginya jumlah penumpang menunjukkan bahwa Transjakarta sudah menjadi andalan warga dalam bermobiltas.
“Tahun lalu kami melayani 372 juta pelanggan, sementara di 2025 targetnya tembus di atas 400 juta. Sampai triwulan ketiga sudah 298 juta penumpang sehingga kami pun optimis bisa mencapai target,” ungkap Welfizon Yuza, Direktur Utama PT Transjakarta beberapa waktu lalu.
Selain itu pihaknya saat ini juga menyiapkan fase baru menuju "smart mobility" yang merupakan sistem transportasi publik terintegrasi, berbasis teknologi dan berorientasi pada warga.
"Kita sudah tidak lagi bicara sekadar busway tapi bagaimana layanan menjadi bagian dari kota cerdas dimana warga adalah pusatnya. Karena Transjakarta ini bukan hanya 'customer centric', tapi 'citizen centric'," katanya.
Ia memaparkan, arah transformasi tersebut akan menjadi fondasi saat Jakarta menjadi kota global.
Untuk mendukung pencapaian target, jumlah rute Transjakarta terus ditambah. Bahkan sekarang perusahaan sudah melayani rute ke wilayah penyangga seperti Bogor, Bekasi dan Tangerang.
Langkah ini dipercaya bisa membuat penumpang Transjakarta semakin tinggi dan mengurangi ketergantungan warga terhadap kendaraan pribadi. Situasi tersebut pun dipercaya bisa mengurangi beban jalan yang menyebabkan kemacetan.
Meski demikian, tarif Transjakarta yang tidak berubah sejak 2005 bakal mengalami revisi. Walau belum dipastikan besarannya namun diharapkan tak memberatkan masyarakat dalam bermobilitas.
“Cost recovery Transjakarta turun dari 34 persen pada 2015 menjadi 14 persen saat ini. Artinya biaya yang dibutuhkan untuk menutup itu semakin tinggi. Tapi belum ada angka (penyesuaiannya), masih terus didetailkan," ungkap Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta beberapa waktu lalu.
Cost recovery menunjukkan seberapa besar biaya operasional bisa ditutup dari tarif yang dibayarkan oleh penumpang. Sisanya biasanya ditanggung oleh pemerintah melalui subsidi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Juni 2026, 18:11 WIB
16 Desember 2025, 12:00 WIB
07 Desember 2025, 11:00 WIB
10 November 2025, 08:00 WIB
17 Oktober 2025, 07:00 WIB
Terkini
13 Agustus 2026, 22:00 WIB
BMW iX3 Neue Klasse bakal menjadi lead car di acara Maybank Marathon Bali pada 21-23 Agustus mendatang
13 Agustus 2026, 21:34 WIB
Lamborghini Temerario hadir di Indonesia untuk menggoda para orang berkantong tebal dan pencinta kecepatan
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Penjualan mobil di Indonesia kembali pulih, Toyota masih memimpin sebagai merek mobil terlaris di Juli 2026
13 Agustus 2026, 09:00 WIB
Kontes modifikasi BlackAuto Battle 2026 memasuki seri kedua dan menyambangi kota Solo, Jawa Tengah pekan lalu
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
AISI melaporkan pada Juli 2026 terjadi kenaikan hingga 23 persen untuk distribusi motor baru di pasar domestik
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan masa berlaku SIM A dan C dengan syarat belum lewat tenggat waktu
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Agar lebih mudah dalam pengurusan dokumen berkendara, Anda bisa mendatangi SIM keliling Bandung hari ini
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mencegah kebuntuan pada jalan protokol terutama jam sibuk