Kalista Siap Tambah Suplai Armada Bus Listrik Transjakarta
07 Desember 2025, 11:00 WIB
Transjakarta menargetkan bisa melayani 400 juta pelanggan atau naik signifikan dibanding tahun tahun lalu
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) optimis bisa meraih 400 juta pengguna di akhir 2025. Angka tersebut naik signifikan dibanding jumlah pelanggan di tahun lalu.
Tercatat pada 2024 perusahaan transprtasi itu meraih 372 juta pelanggan. Tingginya jumlah penumpang menunjukkan bahwa Transjakarta sudah menjadi andalan warga dalam bermobiltas.
“Tahun lalu kami melayani 372 juta pelanggan, sementara di 2025 targetnya tembus di atas 400 juta. Sampai triwulan ketiga sudah 298 juta penumpang sehingga kami pun optimis bisa mencapai target,” ungkap Welfizon Yuza, Direktur Utama PT Transjakarta beberapa waktu lalu.
Selain itu pihaknya saat ini juga menyiapkan fase baru menuju "smart mobility" yang merupakan sistem transportasi publik terintegrasi, berbasis teknologi dan berorientasi pada warga.
"Kita sudah tidak lagi bicara sekadar busway tapi bagaimana layanan menjadi bagian dari kota cerdas dimana warga adalah pusatnya. Karena Transjakarta ini bukan hanya 'customer centric', tapi 'citizen centric'," katanya.
Ia memaparkan, arah transformasi tersebut akan menjadi fondasi saat Jakarta menjadi kota global.
Untuk mendukung pencapaian target, jumlah rute Transjakarta terus ditambah. Bahkan sekarang perusahaan sudah melayani rute ke wilayah penyangga seperti Bogor, Bekasi dan Tangerang.
Langkah ini dipercaya bisa membuat penumpang Transjakarta semakin tinggi dan mengurangi ketergantungan warga terhadap kendaraan pribadi. Situasi tersebut pun dipercaya bisa mengurangi beban jalan yang menyebabkan kemacetan.
Meski demikian, tarif Transjakarta yang tidak berubah sejak 2005 bakal mengalami revisi. Walau belum dipastikan besarannya namun diharapkan tak memberatkan masyarakat dalam bermobilitas.
“Cost recovery Transjakarta turun dari 34 persen pada 2015 menjadi 14 persen saat ini. Artinya biaya yang dibutuhkan untuk menutup itu semakin tinggi. Tapi belum ada angka (penyesuaiannya), masih terus didetailkan," ungkap Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta beberapa waktu lalu.
Cost recovery menunjukkan seberapa besar biaya operasional bisa ditutup dari tarif yang dibayarkan oleh penumpang. Sisanya biasanya ditanggung oleh pemerintah melalui subsidi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 Desember 2025, 11:00 WIB
10 November 2025, 08:00 WIB
17 Oktober 2025, 07:00 WIB
05 Oktober 2025, 07:00 WIB
24 September 2025, 08:00 WIB
Terkini
12 Desember 2025, 07:00 WIB
Banyaknya pelanggan yang touring membuat Polytron mengembangkan portable fast charging untuk mudahkan pengisian daya
12 Desember 2025, 06:00 WIB
Tak perlu khawatir ketika ingin mengurus dokumen berkendara, Anda bisa mendatangi SIM keliling Bandung
12 Desember 2025, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta masih terbuka di lima tempat sekitar Ibu Kota menjelang akhir pekan, jangan terlewat
12 Desember 2025, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 12 Desember 2025 bakal diawasi lebih ketat untuk hindari kepadatan lalu lintas Ibu Kota
11 Desember 2025, 21:30 WIB
Mazda gelar beragam promo menarik di akhir tahun untuk memudahkan masyarakat mendapat mobil yang dibutuhkan
11 Desember 2025, 20:06 WIB
Menawarkan beragam lini produk mobil listrik, BYD Indonesia terus meraih respon positif dari masyarakat
11 Desember 2025, 19:16 WIB
Mitsubishi Fuso mendominasi pasar kendaraan niaga di Tanah Air dengan menorehkan market share 39,9 persen
11 Desember 2025, 18:33 WIB
Mobil yang diyakini bakal jadi Wuling Almaz Darion di Indonesia resmi meluncur, ada tiga opsi jantung pacu