Total Transaksi IMX 2026 Naik, Tembus Rp 21 Miliar
02 November 2026, 20:23 WIB
Strategi hadapi tantangan penjualan, Lexus bakal merakit model SUV listrik di Tiongkok mulai tahun depan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Persaingan ketat di Tiongkok membuat sejumlah pabrikan Jepang harus merombak strategi. Tidak terkecuali Lexus.
Sub merek premium dari Toyota tersebut bakal meluncurkan mobil pertama mereka yang dirakit di Cina mulai tahun depan.
Dilansir dari Carnewschina, sebelumnya Lexus selalu melakukan impor kendaraan untuk pasar Tiongkok.
Nantinya model yang akan dirakit Lexus merupakan Sport Utility Vehicle atau SUV bertenaga listrik, jadi modal hadapi kompetitor EV lain.
Perakitan bakal dilakukan di fasilitas milik Toyota di Jinshan District, Shanghai. Pabrik tersebut sudah mengadopsi teknologi gigacasting, praktis dan efisien waktu.
Tidak hanya itu, fasilitas perakitannya diklaim dapat memproduksi setidaknya 1.000 unit kendaraan per bulan.
Lexus sendiri tengah mengalami hambatan penjualan di Tiongkok. Data terkini menunjukkan, sebelumnya penjualan mereka bisa tembus 227.000 unit per tahun seperti terjadi di 2021.
Angka itu kemudian turun di 2025 menjadi 182.458 unit saja, menjadi penurunan signifikan yang menjadi perhatian pihak Lexus.
Oleh karena itu Lexus memutuskan melakukan perakitan lokal guna membuat harga lini mobil listrik mereka semakin kompetitif di Cina.
“Dengan melakukan produksi lokal, Lexus dapat menghindari tarif pajak 15 persen untuk mobil penumpang impor. Sehingga penetapan harga lini mobil Lexus bisa lebih fleksibel melawan EV premium domestik seperti Nio dan Zeekr,” tulis laporan Carnewschina, dikutip Selasa (03/11).
Lexus bukan jadi merek pertama yang melakukan perubahan strategi demi memasarkan produk di Cina.
Toyota sebelumnya menjalin kerja dengan pabrikan Tiongkok yakni GAC untuk menyediakan mobil listrik sesuai selera dan keperluan konsumen di sana.
Kolaborasi itu kemudian menghasilkan model seperti Toyota bZ3X. Model tersebut menggunakan basis mobil GAC Aion V.
Di Cina, Toyota bZ3X dijual dengan harga mulai dari 15.000 USD (Rp 271,6 jutaan) dan menjadi produk hasil joint venture terlaris di Tiongkok selama tujuh bulan.
Toyota bZ3X dipasarkan eksklusif di pasar Cina. Namun peluang untuk hadir di negara lain yang berminat dengan kendaraan listrik, tentu terbuka.
Merek lain seperti BMW, menghadirkan beberapa produk yang dirancang khusus konsumen Tiongkok dengan wheelbase lebih panjang.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 November 2026, 20:23 WIB
22 Oktober 2026, 15:44 WIB
22 Oktober 2026, 13:08 WIB
20 Oktober 2026, 13:00 WIB
20 Oktober 2026, 06:06 WIB
Terkini
03 November 2026, 13:00 WIB
BYD sampai Hyundai menjadi salah satu merek mobil yang paling digandrungi oleh generasi Z maupun milenial
03 November 2026, 11:00 WIB
Respons konsumen masih tunjukkan tren positif, AISI bidik penjualan motor baru 6,5 juta unit di akhir 2026
03 November 2026, 09:00 WIB
Bapenda DKI Jakarta menggelar pemutihan pajak kendaraan bermotor sejak Senin (02/11) guna meringankan warga
03 November 2026, 07:00 WIB
MG Motor Indonesia menyatakan penjualan SUV 5-seater ZS Hybrid+ masih sesuai dengan perkiraan di peluncuran
02 November 2026, 21:03 WIB
Chery Group terus mengembangkan pasar robot humanoid dan sejenisnya untuk pasar luar Tiongkok yakni AiMOGA
02 November 2026, 20:23 WIB
IMX 2026 baru selesai di gelar beberapa waktu lalu, pameran otomotif ini diramaikan dengan berbagai kegiatan
02 November 2026, 15:54 WIB
Adopsi motor listrik di Indonesia masih belum semasif mobil listrik, AISI ungkap persentasenya masih kecil
02 November 2026, 11:00 WIB
Marc Marquez saat ini tengah memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 usai memenangkan seri Malaysia di Sepang