AISI Buka Peluang Merek Motor Cina Bergabung ke Asosiasi
01 November 2026, 07:00 WIB
Adopsi motor listrik di Indonesia masih belum semasif mobil listrik, AISI ungkap persentasenya masih kecil
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penggunaan motor listrik di Indonesia masih belum mencatatkan hasil positif seperti yang terjadi di kendaraan roda empat.
Ada banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengungkapkan persentase motor listrik juga terbilang kecil dibandingkan motor bermesin konvensional.
“Saat ini mungkin kalau kita hitung sekitar satu sampai dua persen saja kontribusi motor listrik,” kata Yosef Utama, Ketua Bidang Komersial AISI saat ditemui di Jakarta belum lama ini.
Jika dibandingkan, kontribusi mobil listrik di penjualan kendaraan roda empat sekarang disebut tembus 20 persen.
Penyerapannya lebih maksimal didukung pemerataan infrastruktur kemudian variasi spesifikasi dan model.
Yosef mengungkapkan, motor listrik masih punya ruang untuk terus berkembang dan menggaet minat masyarakat.
Motor sendiri masih menjadi salah satu moda transportasi favorit yang banyak digunakan oleh konsumen.
“Kita yakini segmen ini (motor listrik) akan terus bertumbuh ketika dia mampu menyentuh solusi mobilitas dari konsumen,” kata Yosef.
Menurutnya, yang dibutuhkan konsumen dari motor listrik mencakup daya jelajah, performa sampai waktu pengisian daya.
Kepraktisan ala motor bensin menjadi salah satu parameter. Apabila waktu pengisian dayanya cepat dan range mumpuni, motor listrik bakal dipertimbangkan oleh konsumen.
Tidak ketinggalan masalah servis ataupun layanan purnajual serta suku cadang. Outlet merata dan garansi jelas menambah ketenangan bagi konsumen selama menggunakan motor listrik.
Yosef menegaskan EV roda dua hadir sebagai pelengkap alternatif kendaraan yang lebih ramah lingkungan dan efisien penggunaan bahan bakar.
“Semua (merek) berbenah dan kejar terkait yang kita sebut multiteknologi,” kata Yosef.
Artinya pabrikan saat ini turut melakukan pengembangan efisiensi buat berbagai jenis motor dan bahan bakar lain seperti biofuel atau etanol.
Bicara soal insentif, Yosef berharap pemerintah bisa segera memberikan kepastian ke masyarakat dan calon pelanggan.
“Kalau belum pasti, sebaiknya (insentif motor listrik) tidak perlu dikeluarkan. Karena bisa membuat konsumen menunda pembelian,” kata Yosef.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 November 2026, 07:00 WIB
31 Oktober 2026, 08:05 WIB
30 Oktober 2026, 22:25 WIB
30 Oktober 2026, 11:00 WIB
29 Oktober 2026, 13:00 WIB
Terkini
02 November 2026, 11:00 WIB
Marc Marquez saat ini tengah memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 usai memenangkan seri Malaysia di Sepang
02 November 2026, 09:00 WIB
Merek mobil Cina mulai menjamur dan mencatatkan penjualan positif di berbagai wilayah, terkininya di eropa
02 November 2026, 07:00 WIB
Yamaha Gear Ultima edisi Kicau Mania hadir perdana di gelaran Umi Kasum Cup VI, jadi inspirasi modifikasi
01 November 2026, 20:29 WIB
iCar Indonesia membuka diler di dalam mal pertamanya di Jakarta untuk mendekatkan diri dengan konsumen
01 November 2026, 17:37 WIB
Di bulan ini sejumlah SPBU di Indonesia nampak menahan harga BBM mereka, mulai dari RON 92 sampai jenis diesel
01 November 2026, 15:07 WIB
Marc Marquez berhasil meraih kemenangan di MotoGP Malaysia 2026 dan mendapat poin untuk menjauh dari Martin
01 November 2026, 10:13 WIB
Bappenas menjelaskan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia perlu kolaborasi berbagai pihak
01 November 2026, 07:00 WIB
Peluang kolaborasi dari AISI terbuka lebar untuk merek-merek sepeda motor Cina yang mulai masuk Indonesia